Ringkasan Khotbah - 20 Jun'10 PDF Print E-mail

 

Amos 8:11-14

Ev. Agus Marjanto, M.Div.

Kenapa ketika kita membaca Alkitab Perjanjian Lama pada perikop ini kita bisa mengaplikasikan dalam hidup kita? Karena Alkitab adalah kitab yang diberikan pada suatu bangsa dan prinsip yang diberikan di sini sama untuk sepanjang jaman. Firman bagi satu jaman sama untuk sepanjang jaman, untuk Israel utara, untuk Amos maupun untuk kita semua anak-anak-Nya sepanjang masa. Mengapa kita bisa mendapat prinsip dari peristiwa ribuan tahun yang lampau? Konteks Amos berbeda dengan konteks hidup kita. Kita tidak lagi bertemu dengan Amos dan Yerobeam II. Tapi cara kerja Allah untuk mendisiplinkan umat-Nya tetap sama sepanjang masa. Prinsip cara kerja Allah berinteraksi dengan umatNya tetap sama. Kita mengambil prinsip theologis dan mengambil aplikasinya pada zaman kita sekarang.

Ini adalah suatu masa pelayanan Amos dan Firman ini adalah Firman yang keras, penghakiman kepada Israel utara. Bagian ini diucapkan 40 tahun sebelum Israel utara dihancurkan oleh Asyur. Firman penghakiman yang sangat menakutkan. 4 prinsip yang sangat penting waktu Tuhan menghakimi:

1.Firman ini datang saat Israel utara berada dalam kemakmuran luar biasa. Dulu Israel belum terpecah dari jaman Saul dan Daud. Bahkan pada jaman Daud terjadi kemakmuran terbesar, sosial stabil, jaman yang mapan, wilayah kekuasaan yang terbesar. Tapi kemudian Israel terrpecah di jaman Salomo. Wilayah utara ibukotanya Samaria, sedangkan wilayah selatan ibukotanya Yerusalem. Setelah itu terjadi degradasi, kemerosotan terus menerus, baik kehidupan sosial maupun ekonomi. Bahkan wilayah kekuasaan Israel dan batas-batas wilayahnya semakin kecil. Sampai raja Yerobeam II di utara berhasil dengan gemilang melebarkan wilayah, keamanan sosial dan kemakmuran. Di sinilah waktu Amos bersuara saat Israel utara mengalami kemakmuran, yang tidak pernah dialami lagi semenjak jaman Daud. Saat itulah Tuhan berbicara bahwa mereka akan lapar, haus dan menderita. Saat itu siapakah yang mau percaya kepada Amos? Ia akan dianggap sebagai orang gila. Apa yang mau Tuhan katakan? Jangan lihat segala sesuatunya dari fenomena, apa yang kelihatan tapi dari nomena, esensi, dari tahta Tuhan. Kalau Tuhan bilang bejat ya bejat, hancur ya hancur meskipun semua kelihatan hebat, makmur dan kita miliki. Orang dunia selalu menghubungkan antara apa yang kelihatan dengan apa yang Tuhan berikan. Orang Kristen tidak selalu melihat bahwa apa yang kelihatan itu adalah apa yang Tuhan berikan. Misalnya kalau diberkati itu berasal dari Tuhan. Kalau mengalami hal buruk pasti karena dosa. Misalnya kalau ada gunung meletus maka Tuhan dianggap sedang marah. Makmur belum tentu dan bukan berarti Tuhan berkenan. Waktu itu Tuhan sedang marah kepada bangsa Israel dan mereka sedang berada di ujung tanduk. Yang kaya ternyata miskin, yang kenyang ternyata lapar. Maka kita perlu rohani, memandang segala sesuatu dan menyimpulkannya seturut dengan Firman Tuhan. Fenomena itu tidak bisa dipercaya tapi nomena, yaitu apa yang Tuhan katakan itu membuat kita bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Kemampuan membedakan ini akan membuat kita memiliki kemahiran rohani. Pada saat seluruh orang Israel melihat keadaan beres dan lancar hanya Amos yang melihat apa yang tidak beres, orang yang peka hanya satu. Kalau ada orang yang demikian di tengah keadaan yang lancar maka dia punya sifat nabi. Seluruh negeri ada suatu bau yang tercium dan hanya dia yang sadar dan mengerti segala sesuatu dari tahta Tuhan. Hanya mereka yang berjalan dalam jalan Tuhan setiap waktu dan detik yang mampu melihat dari tahta Tuhan dan punya kepekaan seperti ini. Yohanes Pembaptis juga sama, melihat banyak orang dan menyerukan untuk bertobat. Bukan sekedar pelayanan dan ke gereja tapi juga kerohanian, melihat segala sesuatu dari tahta Tuhan.

2.Firman ini datang bagi umat Allah yang memiliki perjanjian. Firman penghakiman yang begitu keras. Dari semua bangsa di dunia hanya bangsa Israel yang terikat dalam perjanjian dengan Tuhan. Jangan pikir kalau saya sudah ditebus oleh Tuhan bahwa saya pasti dibela Tuhan apapun yang saya lakukan. Dia tidak membela Israel tetapi bela kesucian dan keadilan-Nya sendiri. Bangsa Israel harus sinkron dengan sifat Allah ini. Itulah sebabnya walaupun Israel masuk tanah perjanjian, tetapi kalau ia sendiri tidak menjaga kesucian, mereka sendiri akan keluar dari tanah itu. Kita kalau tidak menjaga kesucian maka kita sendiri akan dihajar sendiri oleh Tuhan. Israel sudah berubah dan tidak lagi menjaga kesuciannya. 2Raj.17 mendaftarkan dosa-dosa yang dilakukan bangsa Israel, dan yang paling parah adalah menyembelih anaknya sendiri dan dipersembahkan kepada Baal. Pernahkah kita terpikir akan hal ini? Siapa bangsa Israel? Mereka bangsa kecil yang dikeluarkan Tuhan dengan sepuluh tulah dan menyeberang Laut Merah; mulai dari anak kecil yang baru belajar jalan sampai yang sudah tua berjalan di dasar laut. Itu ajaib sekali. Pernahkah kita betemu dengan orang yang ada tiang awan dan tiang apinya? Tapi mengapa bertahun-tahun kemudian mereka mempersembahkan anaknya pada Baal? Karena mereka sudah bergeser dan sudah berubah. Mereka ikut Tuhan sambil berubah. Inilah bahayanya orang yang berjalan tidak sadar kalau dirinya sudah berubah. Kenapa saat ini kalau saya ketemu homoseksual, banci dan sebagainya saya tidak merasa aneh? Karena saya hidup sejaman dengan mereka. Kecuali saya hidup dari puluhan tahun yang lalu. Kalau sudah mengundurkan diri dari jaman ini baru kita sadar ada perubahan. Di sini kepekaan orang akan Firman Tuhan itu penting sekali. Seluruh dunia berubah, satu-satunya yang tidak berubah adalah Firman Allah. Firman Allah datang kepada umat Allah tetapi mereka sudah berubah. Kalau kita tidak peka kita akan hancur. Kita makin lama makin gelap, makin hancur, makin jahat. Tapi kita tidak sadar. Perubahan yang paling jelas di jaman kita adalah transgender, homoseksual yang 70 tahun lalu dianggap dosa.  Tapi bertahun-tahun kemudian homoseksual dianggap kelainan. Bertahun-tahun kemudian lagi homoseksual dianggap sakit penyakit, tidak lagi disebut dosa, maka tidak lagi bisa dihakimi. Bertahun-tahun kemudian lagi ini dianggap suatu kecenderungan atau pilihan pribadi. Ini sama seperti anak-anak kita pergi ke restoran lalu ditanya mau es krim jenis apa maka masing-masing anak ada pilihan sendiri. Maka mereka yang homoseks sekarang dianggap suatu pilihan. Jaman sekarang homoseks tidak lagi nampak aneh, mereka nampak seperti orang normal biasa dan ada juga yang sukses. Sekarang mereka meminta hak untuk menikah, mengajar, jadi senator, bahkan untuk punya anak. Perhatikan pergeseran semacam ini. Jaman sekarang kalau ada pengkotbah menegur homosekualitas sebagai dosa di Amerika mereka akan masuk penjara. Maka 50 tahun lagi mungkin homoseksualitas akan menjadi kewajiban. Jangan main-main, kita perlu mempertahankan kesucian kita melalui ketaatan pada Firman melalui Kristus Yesus. Firman datang kepada umat Allah yang punya perjanjian. Tuhan bisa marah kepada kita meskipun kita sudah ditebus. Ini bukan berarti kita akan kehilangan keselamatan tetapi Dia dapat memberikan konsekuensi atas dosa kita. Amos 9:1, apa maksudnya? Dari seluruh Bait Suci mezbah adalah pusatnya dan di mezbah itu terjadi perjanjian. Di mezbah itulah Tuhan berfirman. Pernahkah kita  membaca firman penghakiman seperti ini? Kenapa setiap minggu gereja yang tidak bertanggung jawab terus memberitakan tentang Tuhan kasih dan berkat. Tiga perempat bahkan tujuh perdelapan dari kotbah para nabi adalah tentang penghakiman, bukan tentang berkat. Tuhan sudah memberikan perjanjian pada umat-Nya maka respon kita adalah harus hidup suci dan taat.  Belum cukup itu saja masih ada 2 ayat berikut yang lebih ngeri lagi (ayat 5-6). Kata TUHAN dalam ayat-ayat ini tertulis dalam huruf besar yang berarti Ia adalah Tuhan atas umat perjanjian. Dan dalam ayat ini dikatakan Ia sendiri yang akan menghancurkan seluruh umat-Nya. Tahukah kita bahwa ayat 5-6 ini adalah doksologi, pujian kemuliaan dan kemenangan kembali kepada Tuhan? Tuhan kali ini berdiri di atas mezbah bukan untuk memberikan berkat tetapi untuk memberikan penghakiman. Jangan berpikir berkat Tuhan akan membuat Dia mulia, penghakiman Tuhan pun juga akan membuat Dia mulia.

3.Firman Tuhan itu datang berisi ketiadaan Firman. Ini adalah antitesis yang luar biasa. Inilah puncak penghakiman. Siapakah Israel? Apa yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain? Mereka memiliki Tuhan yang berfirman, mereka memiliki Firman. Itu adalah esensinya. Apakah mereka sedang berada dalam kemakmuran atau di padang gurun mereka diarahkan oleh Firman menopang hidup mereka dari awal sampai akhir hidup mereka. Itulah yang membedakan kita dengan seluruh agama dan bangsa lain. Itu adalah esensinya. Jikalau hal itu sudah diambil maka kita tidak akan ada lagi bedanya dengan seluruh bangsa lain. Seluruh kebanggaan Israel sudah dicabut. Apa yang paling berharga dalam seluruh hidup kita? Uang, keluarga, atau bahkan pelayanan sekalipun? Yang paling berharga adalah Firman itu terus menjumpai kita. Kapan kita terakhir berjumpa dengan Firman? Kapan kita terakhir menjumpai Tuhan secara pribadi? Firman itu segala-galanya. Tanpa Firman hidup kita gelap, liar, tidak berarti. Alkitab mengungkapkan berkali-kali bahwa sang pemazmur rindu akan Firman, seperti rusa yang haus. Rusa jantan yang haus akan terus berlari mencari sumber air di musim kemarau. Lari dan terus gelisah. Kalau tidak mendapat air dia akan menengadahkan kepalanya ke atas dan teriakan melengking. Demikianlah seharusnya umat Tuhan merindukan Firman. Gereja yang besar mau ada band dan listrik ribuan watt sekalipun kalau tidak ada Firman tidak ada gunanya. Hargai itu dengan selalu memperhatikannya. Perhatikan di GRII kalau ada kelas seminar dan lain-lain kita tidak/ kurang menghargai Firman dan tidak mau dengar, yang datang malah orang lain. Take it for granted, anggap sepi. Hukuman tertinggi adalah Tuhan itu diam. Ini menakutkan sekali lebih baik kita sakit, miskin dan lain-lain daripada Tuhan diam. Kalau orang tua masih ngomel-ngomel pada kita sebagai anaknya itu artinya mereka masih mencintai kita. Tapi kalau sudah sampai titik tertinggi maka orang tua sudah diam. Itu adalah satu hukuman tertinggi. Sama halnya kalau kita pergi ke dokter dan dilarang ini dan itu. Tapi kalau suatu saat sudah tidak ada larangan lagi artinya sudah hopeless dan kita sudah akan mati. Tanpa Firman itu adalah kecelakaan terbesar dalam hidup kita. Kalau tidak ada Firman untuk apa kita hidup?

4.Firman Tuhan datang tentang penghakiman akan dosa yang spesifik. Setiap Alkitab dan kitab nabi ada keunikan sendiri. Dosa umat yang ditegur oleh Amos begitu spesifik, beda dengan Yesaya misalnya yang adalah ahlinya sastra Ibrani.  Ini beda dengan Yunus kata-katanya pendek. Misalnya tentang penghakiman Tirus yang akan dihancurkan yang kalimatnya begitu indah. Keunikan Amos adalah ia menegur dosa begitu gamblang dan spesifik sehinga mereka yang mendengar tidak akan suka kepadanya. Contoh Amos 4:1. Hardikannya begitu spesifik dan pribadi. Lembu-lembu Basan itu siapa? Istri para pembesar yang waktu itu gemuk-gemuk. Mereka penindas orang miskin dan hidup berfoya-foya. Kalau hamba Tuhan bertanya siapa yang mau bertobat semua angkat tangan. Tapi kalau sudah bicara spesifik misalnya, Bu kenapa kamu gemuk sekali? Nggak bisa tahan nafsu makan ya? Dia tidak akan senang. Siapa bilang kalau punya uang boleh sekolahkan anak ke international school dan habiskan uang sampai jutaan, creambath dan lain-lain di salon sampai puluhan juta rupiah? Bukan berarti semua ini tidak boleh. Tapi berdasarkan apa kita semua melakukan hal ini? Siapa bilang kita boleh memboroskan uang dan waktu kita sedemikian rupa? Apa yang membuat para nabi dipenggal? Karena mereka menegur secara spesifik. Seluruh nabi akan bicara dosa yang spesifik dan pribadi. Harap saudara mengerti Firman Tuhan sampai masuk pertimbangan spesifik dan personal. Takut akan Tuhan.  Mengabaikan Tuhan atau mentaati Dia? Kiranya gereja Tuhan hidup gentar, takut akan Tuhan dan mencintai Dia. – BA.

 

 
RocketTheme Joomla Templates