Ringkasan Khotbah - 13 Mar'11 PDF Print E-mail

Pertobatan Orang Pilihan

Roma 8:26-30

Pdt. Andi Halim, S.Th.

 

Latar belakang penulisan kitab Roma dan kondisi jemaat pada waktu itu: saat itu kekristenan mengalami penderitaan yang sangat besar. Paling sedikit ada 3 hal yang membuat orang Kristen waktu itu sangat menderita dan sengsara:

1.Saat itu mereka sangat dimusuhi oleh orang Yahudi karena kekristenan dianggap agama liar yang menyesatkan dan mengacaukan agama Yahudi. Tidak heran kalau orang Yahudi waktu itu ingin menghabisi orang-orang Kristen.  Ini nampak dalam usaha Saulus sebelum bertobat yang meminta rekomendasi dari pemuka agama untuk menghabisi mereka. Ini mungkin mirip dengan usaha agama Islam sekrang yang ingin menghabisi Ahmadiyah yang dianggap agama pengacau.

2.Pemerintahan Romawi yang hanya menyembah kaisar sebagai Allah yang akan bertindak tegas kepada orang-orang Kristen yang menyembah Kristus sebagai Tuhan.

3.Bangsa kafir yang menyembah allah yang lain.

Ketiga musuh ini membuat orang Kristen gentar pada waktu tu. Surat ini ditulis rasul Paulus untuk menghibur dan menguatkan mereka (bdk. Rm.8: 26). Kita bisa membandingkan kesulitan yang dialami waktu itu saking menderitanya dengan kondisi Jepang yang belum lama ini terkena tsunami.

 

Dalam ay.31-35 rasul Paulus menghibur dan menguatkan jemaat itu. Di balik kesukaran yang melanda saat itu ada kekuatan yang jauh lebih besar daripada orang-orang Yahudi, bangsa Romawi, dan orang-orang kafir, yaitu Allah yang di pihak mereka, maka siapakah yang dapat melawan mereka? Ini bukan misi manusia tetapi misi kerajaan Allah.

Ayat-ayat ini bukan untuk kepentingan pribadi tetapi kepentingan misi kerajaan Allah. Kita sedang melawan kekuatan Iblis untuk menghancurkan misi kerajaan Allah. Ini sangat meneguhkan dan menguatkan orang-orang Kristen untuk menjalankan misi kerajaan Allah.

Jangan berpikir itu hanya untuk jaman Paulus saja sedangkan kita di jaman sekarang adalah urusan bisnis, cari uang, kesehatan dan lain-lain. Kalau kita berpikir seperti itu maka kita adalah orang yang belum sungguh-sungguh mengerti pertobatan.

Paulus mengingatkan jemaat akan akar yang begitu dalam, kuat, dan kokoh dalam melihat tantangan, “tsunami,” yang begitu hebat itu tidak lemas dan tidak goyah. Paulus tidak menjadi lemah dan kehilangan pengharapan.

Hal kedua yang mau Paulus tekankan adalah esensi/ hakekat hidup orang percaya yang sudah bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kenapa kita menjadi orang Kristen? Karena ikut STRIS? Lihat ada gereja lalu mampir? Diajak teman? Keturunan? Alasan-alasan praktis: dekat dengan rumah dan sebagainya? Paulus mengingatkan bahwa jemaat menjadi Kristen karena mereka sudah dipilih Tuhan (ay.28). Di tengah penderitaan yang begitu sulit mereka dipanggil sesuai dengan rencana Allah. Inilah doktrin pilihan.

Ef.1:4 menyatakan bahwa sebelum kelahiran baru kita pun ada yang sudah mendahuluinya yaitu pilihan dan penetapan Allah. Inilah yang membuat Paulus tidak goyah akan segala sesuatu yang terjadi: ia sudah dipilih sebelum dunia dijadikan. Apapun boleh terjadi pilihan Allah tidak akan goyah, rencana-Nya tidak akan gagal.

Pertobatan kita menjadi orang Kristen bukan karena alasan-alasan lain tetapi karena Tuhan sudah menentukan sejak semula. Semangat ini tidak akan pernah lenyap. Mat.16:18 menyatakan bahwa gereja Tuhan tidak akan pernah dapat dihancurkan, fenomena gereja bisa nampak hancur dan lenyap. Gedung gereja adalah hadiah yang paling kecil tetapi keselamatan kita adalah hadiah yang paling besar.

Selain itu orang Kristen juga adalah orang-orang yang dipanggil. Panggilan Tuhan ada dua macam: eksternal dan internal. Eksternal adalah panggilan umum, semua manusia dipanggil untuk bertobat dan datang kepada Tuhan, akan tetapi panggilan yang efektif adalah panggilan yang sampai ke lubuk hati dan merubah hidup, tercelik maa hatinya, mengerti kebenaran dan mau menerima Kristus sebagai Juruselamtnya. Itu sebabnya Kristus mengatakan bahwa banyak yang dipanggil (panggilan eksternal) tetapi sedikit yang dipilih (panggilan internal). Inilah proses keselamatan sampai kita, orang pilihan, bisa sampai pada keselamatan yang sejati.

Bertobat bukan karena sembuh dari sakit akibat disembuhkan lalu mau percaya Yesus. Nanti kalau satu saat sakit lagi lalu berdoa ternyata tidak sembuh maka ia akan cari yang lainnya. Bukan juga percaya karena dagangan dan tokonya laris. Orang-orang ini pertobatannya tidak jelas. Pertobatan yang sejati membuat orang mempersembahkan dirinya kepada Allah bukannya memperalat Allah demi kepentingan pribadi. Sebelum ini terjadi pertobatan yang terjadi adalah pertobatan semu. Pertobatan sejati adalah “aku” dihancurkan sehingga mempersembahkan diri bagi Allah. Orang semacam ini pandangan hidup dan fokusnya sudah diubahkan.

Setelah kita bertobat apa yang menjadi perkara besar bagi hidup kita? sungguhkah itu adalah panggilan untuk mempersembahkan hidup bagi pekerjaan-Nya semaksimal mungkin? Kita dipanggil bukan untuk hidup sia-sia atau mengerjakan kepentingan diri sendiri. Tsunami yang baru terjadi membukakan mata kita bahwa manusia sehebat apapun hanya berupa semut saja. Apa artinya? Hanya karena msalah air ribuan manusia bisa hancur. Padahal air bisa kita minum dari dalam gelas. Itu mengerikan.

Itu perkara besar, akan tetapi Paulus mengatakan bahwa jika Allah di pihak kita siapa yang dapat melawan kita. Jepang yang sehebat apapun dan sewaspada apapun terhadap gempa bumi, dan sesiap apapun tetap tidak berdaya. Manusia tidak ada apa-apanya. Mari kita mulai merenungkan, Tuhan sudah memilih kita sebelum dunia dijadikan mari kita hidup untuk pekerjaan-Nya. Mumpung masih hidup kerjalah mati-matian untuk Tuhan. Kenapa kita mau kkr, siaran radio, buka cabang baru dan sebagainya? Karena hal ini. Demi kemuliaan nama-Nya. Amin.

Ringkasan ini belum diperiksa oleh Pengkhotbah – Transkrip: VP.

 

 

 
RocketTheme Joomla Templates