Search

Ringkasan Khotbah


Ringkasan Khotbah - 11 Agustus 2013 PDF Print E-mail

Orientasi hidup pengikut Kristus

Mat. 10:37-39, 16:24-26

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Orang Kristen jika tidak sungguh-sungguh mau menjadi pengikut Kristus maka hanya akan berpikir bagaimana ia mendapatkan berkat dari agamanya itu. Apakah kita beragama hanya karena kita suka ataukah karena kita sungguh ingin mengikut Kristus?

Tuhan Yesus mengatakan setiap orang yang ingin menjadi murid-Nya harus memikul salib, menyangkal diri dan mengikuti Dia. Orang yang mengikut Kristus adalah orang yang tidak berorientasi pada diri sendiri. Orientasi pada diri sendiri adalah pengikut agama kafir atau penyembah berhala. Pertobatan sejati adalah perubahan dari orientasi pada diri sendiri menjadi orientasi kepada Allah yang benar.

Apakah Kristus dalam pengajaran Armenian sama dengan Kristus yang kembali pada Alkitab? Tidak. Kristus yang dinyatakan Alkitab adalah Kristus yang tidak mengajar kita untuk berorientasi pada diri sendiri melainkan pada kebenaran. Manusia tidak pernah mampu untuk mencari kebenaran. Kita semua bergantung pada kasih karunia dan augerah Allah semata-mata.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 04 Agustus 2013 PDF Print E-mail

Komitmen Bergereja

2 Tim. 4:1-8

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Pada zaman ini sulit mencari orang yang setia. Hal ini dikarenakan kondisi zaman yang berbeda. Pekerjaan saat ini tidak menuntut pekerjanya untuk setia sampai mati di perusahaan tersebut. Banyak orang berpindah-pindah kerja dan tidak pernah menetap di suatu pekerjaan. Hal yang lebih buruk adalah ada orang yang selalu berpindah-pindah gereja, tidak pernah menetap di satu gereja.

Tidak dalam semua hal kita perlu berkomitmen, misalnya dalam hal pemilihan restoran atau bioskop tetapi lain halnya dengan gereja. Mengapa berbeda? Karakteristik gereja digambarkan sebagai gambaran keluarga. Tidak mungkin kita bisa berpindah keluarga saat kita tidak suka berada dalam keluarga kita. Berpindah gereja diperbolehkan tentunya jika motivasi kita benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hal-hal apakah yang penting dalam komitmen bergereja?

Pertama, gereja adalah keluarga. Rasul Paulus juga mengatakan bahwa Gereja adalah tubuh Kristus dengan banyak anggota. Dalam ilustrasi tersebut Rasul Paulus menggambarkan bahwa setiap anggota tubuh Kristus harus saling melengkapi dan tidak bisa berdiri sendiri. Tetapi kondisi gereja kita saat ini masih jauh dari gambaran ideal yaitu gereja yang saling melengkapi. Saling melengkapi bukan di dalam masalah pekerjaan atau masa depan tetapi saling melengkapi di dalam bertumbuh dan kembali kepada kebenaran. Jika anggota gereja tidak mau sungguh-sungguh kembali kepada kebenaran dan gereja hanya digunakan untuk bersenang-senang dan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang mengakrabkan anggotanya maka gereja tersebut sudah bukan gereja lagi. Bukannya kegiatan seperti itu salah tetapi kita harus mengingat fungsi gereja yaitu saling melengkapi di dalam kebenaran dan kasih Tuhan.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 28 Juli 2013 PDF Print E-mail

Mengingat Sang Pencipta

Pkh. 11:9, 12:1-8, Ef. 5:15-17, Kol. 3:23

Ev. Bakti Anugrah

Kita tidak mengetahui kapan waktunya dipanggil Tuhan. Kita bisa mati di usia muda ataupun tua. Pengkotbah mendorong kita untuk mengingat akan Pencipta kita sejak masa muda (Pkh. 12:1). Maksud dari ayat 9: ‘Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu,’ bukan berarti Tuhan memberi kebebasan sebebas-bebasnya untuk manusia melakukan apa saja yang ingin dilakukannya tetapi ayat ini merupakan suatu teguran/ nasehat yang digunakan pengkotbah dengan menggunakan kalimat negatif. Pengkotbah menegur dan mengingatkan orang-orang yang hanya melakukan semua yang dikehendaki hatinya dan melupakan Sang Pencipta bahwa satu saat nanti Tuhan akan membawa kita ke pengadilan. Hal ini akan memberi arah hidup dan menjaga mata kita dari dosa khususnya bagi kaum muda.

Kesia-siaan adalah tema Pengkotbah yang terus diulang-ulang. Pengkotbah dari awal sudah mengatakan bahwa segala sesuatu yang di bawah matahari adalah sia-sia. Kita percaya penulis Pengkotbah adalah Salomo. Salomo boleh dikatakan adalah raja terkaya zaman itu. Ia juga adalah orang yang paling bijak, berhikmat, dan mempunyai istri banyak yang akhirnya membuatnya berpaling dari Allah. Selain itu ia juga menulis Amsal, Mazmur dan Kidung Agung yang menginspirasi manusia sepanjang sejarah. Lalu mengapa Salomo mengatakan segala sesuatu di bawah matahari adalah kesia-siaan?

Ayat 1 menegur kita untuk mengingat Sang Pencipta pada masa muda sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang berat. Kalimat ini menyinggung orang tua dan muda. Merupakan suatu hal yang umum bagi manusia yaitu ingin bertobat menunggu saat tua. Banyak orang berpikir untuk dapat menggunakan usia mudanya melakukan apa yang diinginkannya kemudian bertobat di masa tua. Tetapi kenapa Pengkotbah justru mengatakan untuk mengingat Pencipta kita di masa muda? Karena kita bertanggung jawab kepada Tuhan atas tingkah laku kita. Selain itu, waktu tidak bisa kembali lagi dan mundur. Kesempatan akan hilang. Apa yang sudah terjadi tidak bisa kita rubah.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 14 Juli 2013 PDF Print E-mail

Percaya karena Mendengar

Eksposisi 1 Ptr. 1:6-8 (6)

Ev. Calvin Renata

Allah menyelamatkan manusia menggunakan banyak hal yang dianggap hina dan tidak berguna oleh manusia: Yesus Kristus lahir di kandang binatang, Ia pun mati di bukit Kalvari. Kedua tempat ini merupakan tempat yang dianggap tidak berguna oleh manusia. Bukit Kalvari merupakan tempat di mana penjahat dihukum tetapi tempat itu juga merupakan tempat Yesus mati di kayu salib. Selain itu, Allah menggunakan orang kecil (marginal) sebagai murid-Nya, orang-orang yang kita anggap tidak layak.

Dalam 1 Ptr. 1:6-8 Petrus tidak menyangkali keberadaan penderitaan di dunia. Justru Petrus mengajarkan supaya kita tetap bersukacita dalam berbagai macam penderitaan. Dalam ayat ke-8 Petrus mengulang kata melihat 2 kali dan dihubungkan dengan kata “mengasihi” dan “percaya”. Dalam ayat ini Petrus sedang membahas tentang epistemologi iman. Epistemologi berasal dari bahasa Yunani yaitu episteme yang berarti pengetahuan tentang iman. Topik ini merupakan topik yang penting baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

Epistemologi merupakan salah satu cabang dalam filsafat yang membicarakan tentang pengetahuan. Pengetahuan yang dimaksud bukanlah pengetahuan mengenai alam ataupun ilmu yang lain tetapi pengetahuan yang umum. Setiap hari kita berepistemologi dalam kehidupan kita tetapi kita tidak mengerti dengan baik. Epistemologi berbicara tentang bagaimana kita bisa tahu dan bagaimana mengetahui apa yang kita tahu merupakan pengetahuan yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 07 Juli 2013 PDF Print E-mail

Pengharapan dalam Penderitaan

1Ptr. 1:3-12

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Orang Kristen bukan orang yang bebas dari masalah hidup. Banyak gereja yang tidak setia pada Tuhan dalam menyampaikan Firman-Nya. Banyak yang mengatakan bahwa mengikut Kristus tidak ada penderitaan dan masalah, hanya ada kebahagiaan. Itu semua adalah berita bohong. Namun fenomenanya gereja seperti itu banyak dicari sementara gereja yang menawarkan salib Kristus jarang diikuti. Mereka berpikir hidup ini sudah susah, tidak perlu ditambah susah lagi dengan memikul salib Kristus. Banyak orang yang mencari gereja yang cocok dengan dirinya. Kita harus sadar diri kita itu siapa: penuh hawa nafsu, kedagingan, ego, kemuliaan diri. Tentu saja salah kalau kita hanya mencari gereja yang cocok dengan diri.

Gereja yang setia memberitakan kebenaran tidak cocok dengan kedagingan manusia. Manusia selalu berorientasi pada diri sendiri. Tuhan harus menuruti kemauan diri. Orientasi utama manusia adalah urusan pribadi maka jika berdoa pada Tuhan pun adalah untuk kepentingan pribadinya saja. Padahal kitalah yang seharusnya menuruti kemauan Tuhan dan bukan sebaliknya.

Kita menjalani hidup bukan karena misi kerajaan masing-masing pribadi melainkan karena menjalankan misi Kerajaan Allah. Inilah perbedaan orang percaya dan tidak percaya. Ada orang-orang yang begitu tegar tengkuk seperti bangsa Israel waktu diberikan nabi sejati tetapi tetap keras kepala. Namun ada pula orang-orang yang taat seperti murid-murid Tuhan Yesus dan rasul-rasul yang menjadi teladan hingga mati sebagai martir. Orang-orang yang belum dicelikkan mata rohaninya akan selalu mengejar kepetingan diri. Namun kita harus sadar kalau hidup ini datang dari misi Allah. Jadi bukan manusia yang menentukan tujuan hidupnya melainkan Allah.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 7 of 46
RocketTheme Joomla Templates