Search

Ringkasan Khotbah


Ringkasan Khotbah - 02 Maret 2014 PDF Print E-mail

Yusuf dan Providensia Allah

Kej. 49:22-26

Pdt. Andi Halim, M. Th.

Latar belakang Yusuf adalah ia terkenal dengan anak yang manja. Di antara semua saudara Yusuf, dialah yang paling diistimewakan oleh orang tuanya. Salah satu contoh adalah Yusuf mendapat pakaian yang paling bagus dibanding saudara-saudaranya. Saudara Yusuf menjadi iri hati. Dalam kondisi ini Yusuf malah sengaja menunjukkan jubah indahnya kepada saudara-saudaranya. Yusuf dinomorsatukan oleh ayahnya, Yakub.

Jika seorang anak begitu dimanja dan diistimewakan lebih dari anak yang lain, biasanya masa depan anak ini menjadi rapuh atau rusak. Memang ada alasan yang kuat sehingga Yakub begitu memanjakan Yusuf (meskipun hal ini tidak dapat dibenarkan) yaitu karena Yusuf adalah anak dari istri yang begitu dicintainya, Rahel. Yakub mendapat Rahel dengan susah payah setelah ia ditipu oleh Laban pamannya sendiri. Selain itu Yusuf dilahirkan oleh Rahel di masa tua Yakub. Itulah sebabnya Yakub begitu mengistimewakan Yusuf. Yusuf dalam hal ini merupakan “korban” dari sikap orang tuanya. Yusuf pada dirinya sendiri juga tidak ada yang bagus. Ia juga tukang mimpi dan mimpinya ini diceritakan kepada saudara-saudara dan orang tuanya.

Latar belakang Yusuf yang kedua yaitu saudara-saudaranya yang memiliki mental sangat buruk sampai tega menjual adiknya sendiri. Selain itu latar belakang ayah Yusuf yaitu Yakub yang suka berbohong. Esau sebenarnya tidak lebih buruk daripada Yakub. Jika kita lihat dari sudut pandang manusia dan melihat berdasarkan latar belakang keluarga Yusuf maka masa depan Yusuf sebenarnya tidak ada harapan. Namun ada providensia Allah. Kita seringkali mengukur manusia dari latar belakangnya, dari orang tuanya, dari saudara-saudaranya. Seandainya kita orang tua yang memiliki anak perempuan, pasti kita akan berpikir keras jika anak kita hendak menikah dengan pemuda seperti Yusuf dengan latar belakang keluarga yang seperti demikian.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 26 Januari 2014 PDF Print E-mail

Penyembah Yang Sejati

Yoh 4:13-18;23-24

Pdt. Kornelius Kuswanto

Latar belakang geografis dari Israel, Yerusalem dalam pasal 3, Tuhan Yesus membersihkan bait Allah yang dikotori oleh pedagang. Kemudian malamnya Tuhan Yesus didatangi oleh Nikodemus dan bersaksi tentang diperanakkan kembali dan menjadi anak Tuhan. Setelah pelayanan di Yerusalem, Tuhan Yesus pergi ke sungai Yordan untuk melihat muridNya membaptiskan orang. Tujuan berikutnya adalah ke Galilea. Umumnya orang Yahudi menuju Galilea tidak akan melewati Samaria. Orang Samaria adalah orang yang kafir dan orang Yahudi tidak mau ada hubungan dengan orang Kafir. Orang Yahudi akan mengambil rute yang lebih jauh dengan menyeberang sungai Yordan.

Tuhan Yesus berbeda dengan orang Yahudi pada umumnya. Tuhan Yesus pada Yoh 4 dikatakan bahwa Tuhan Yesus harus melewati daerah Samaria, bukan supaya perjalanan menjadi lebih singkat, tetapi karena di Samaria, Tuhan akan memenangkan seorang perempuan Samaria.

Di Samaria ada 2 gunung yaitu gunung Gerisim di sebelah selatan dan gunung Ebal (Ul 27). Gunung Gerisim merupakan tempat untuk mengucapkan berkat, sehingga digunakan sebagai tempat beribadah. Di antara kedua gunung tersebut terdapat kota Sikhar. Di kota Sikhar, di zaman modern pernah dibangun sebuah gereja, dan di bawah gereja tersebut terdapat sumur Yakub. Tempat orang-orang mengambil air untuk kehidupan mereka.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 19 Januari 2014 PDF Print E-mail

Ketidakpuasan yang Berdosa

1 Kor. 10:1-5

Ev. Bakti Anugrah.

Bangsa Israel dikeluarkan oleh Tuhan dari Mesir dan dipimpin oleh Tuhan Yesus di padang gurun selama 40 tahun, kemudian memasuki tanah Perjanjian. Dalam kitab Keluaran, bangsa Israel yang keluar dari Mesir berulang kali menyatakan ketidakpuasan mereka sehingga Tuhan membunuh sebagian besar dari mereka. Contoh ketidakpuasan bangsa Israel: mereka membuat patung lembu emas karena tidak sabar menunggu Musa yang tidak turun-turun dari gunung Sinai, bangsa Israel mengeluhkan makanan mereka selama di padang gurun. Begitu banyak ketidakpuasan bangsa Israel terhadap Tuhan. Bahkan mereka tidak puas menyembah Allah sebagai Allah. Dosa bangsa Israel yang paling sering terjadi adalah penyembahan berhala.

Ketidaksetiaan bangsa Israel terhadap Tuhan ada hubungannya dengan ketidaksetiaan secara pernikahan. Dalam budaya kuno, penyembahan berhala dan ritual ibadah secara seksual sangat erat kaitannya. Salomo yang mempunyai gundik dan selir sebanyak 1000 orang jatuh ke dalam penyembahan berhala dikarenakan oleh hal ini. Padahal Tuhan sudah mengingatkannya supaya berhati-hati.

Ketidakpuasan adalah dosa yang jika kita tidak sadari dan anggap biasa, akan menggerogoti kerohanian umat Tuhan. Jerry Bridges menulis dalam bukunya “Respectable Sins” (“Dosa Yang Dianggap Pantas”), ketidakpuasan paling sering muncul dari keadaan yang tidak nyaman yang terus berlangsung, tidak berubah dan tidak dapat kita ubah.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 12 Januari 2014 PDF Print E-mail

Waktu kita ada di tangan Tuhan

Mzm. 31:16, Mzm. 90:1-17

Pdt. Andi Halim, M.Th

Dalam bagian pendahuluan dari buku “Dosa-dosa Spektakuler” karangan John Piper dikatakan bahwa Allah menyatakan kemuliaan-Nya yang sangat besar justru melalui malapetaka yang paling mengerikan. Biasanya manusia tidak punya konsep ini. Kemuliaan Allah selalu digambarkan dengan sesuatu yang mengagumkan atau menggembirakan bagi manusia. Tetapi menurut John Piper kemuliaan Allah dinyatakan dalam suatu musibah atau kenyataan yang mengerikan. Manusia seringkali menyanyikan mengenai musibah ini, misalnya dalam lagu “Ada Kuasa dalam Darah-Nya.” Darah merupakan hal yang mengerikan. Kemuliaan Allah dinyatakan dalam salib. Allah menggenapi rencana-Nya melalui kejahatan manusia yang paling besar yaitu penyaliban Anak-Nya, Tuhan Yesus.

Dalam kehidupan kita sehari-hari apakah yang kita pikirkan tentang kebaikan Allah bagi saudara dan saya? Umumnya kita berpikir bahwa kebaikan Allah adalah saat kita hidup senang, semuanya berjalan lancar, tidak ada musibah ataupun malapetaka. Saat inilah kebaikan Allah dinyatakan. Pernahkah kita berpikir bahwa kebaikan Allah ditunjukkan saat kita mengalami malapetaka? Umumnya kita tidak pernah berpikir kebaikan Allah dinyatakan dalam musibah/ malapetaka. Kita berpikir bahwa kebaikan Allah dinyatakan dalam apa yang baik menurut manusia tetapi hal ini tidak realistis.

Tuhan kita bukan Tuhan yang selalu ingin menyenangkan manusia. John Piper mengatakan bahwa kita boleh saja menghayati berkat Tuhan melalui keindahan, misalnya keluarga yang rukun. Tetapi pernahkan kita menghayati berkat Tuhan saat musibah terjadi pada keluarga kita? Bagaimana kita bisa menerima semua musibah yang kita alami sebagai bagian dari anugrah Tuhan. Inilah kepincangan dari pemikiran manusia pada umumnya yang beranggapan bahwa karena Allah baik sehingga tidak mungkin ada musibah, sakit penyakit, kematian. Baik berarti semuanya bagus. Tetapi hal ini bukanlah ajaran Alkitab.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 05 Januari 2014 PDF Print E-mail

Masa Hidupku Ada di Dalam Tangan-Mu

Mzm. 31:16

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Kebiasaan kita setelah mengucapkan ‘selamat tahun baru’ biasanya adalah mendoakan lawan bicara kita supaya mereka sehat, panjang umur, sukses, keinginannya terpenuhi, dll. Padahal yang sedang terjadi dan akan terus digenapi oleh Tuhan adalah kerajaan Allah dan kehendak-Nya. Manusia dalam menjalani hidup selalu ingin menentukan keinginan dan tujuannya sendiri. Padahal dalam hidup kita yang sedang berjalan adalah kehendak dan keinginan Allah.

Ada 2 pandangan yang mempengaruhi worldview kita, yaitu post-modernism dan open-theism. Kedua pandangan ini mirip. Post modernism mengajarkan bahwa di dunia ini tidak ada yang bersifat mutlak, tidak ada yang absolut, semua hal bersifat relatif. Pandangan ini mengatakan bahwa kebenaran tidak ada yang mutlak, definisi kebenaran bergantung pada komunitas di mana kita hidup. Kebenaran Kristen hanya mutlak bagi Kristen dan tidak mutlak bagi agama lain.

Pemikiran post modernism misalnya: berkembang menjadi orang tua tidak boleh memutlakkan kebenarannya karena anak punya kebenarannya sendiri. Spirit post modernism ini sebenarnya merupakan spirit pemberontakan. Kebenaran bagi pandangan post modernism adalah tidak boleh memutlakkan sesuatu. Jadi kebenaran adalah kebebasan.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 7 of 51
RocketTheme Joomla Templates