Search

Ringkasan Khotbah


Ringkasan Khotbah - 13 Jun'10 PDF Print E-mail

 

Gal.6:1-5

Ev. Bakti Anugrah, M.A.

Kitab Galatia dituliskan oleh Rasul Paulus kepada jemaat-jemaat di Galatia dengan tujuan agar mereka dapat berpegang pada Injil Kristus dan bukan pada hukum yang menyebabkan mereka menjadi orang-orang yang legalis. Pada waktu itu ada orang-orang Kristen Yahudi yang merasa perlu menambahkan syarat sunat kepada orang-orang dari bangsa kafir yang kemudian menjadi orang Kristen di antara jemaat Galatia. Mereka mengajarkan bahwa Injil saja tidaklah cukup, harus ditambahkan dengan sunat. Namun sejak pasal pertama Rasul Paulus telah menyatakan bahwa sekalipun ada malaikat Tuhan atau rasul lain yang mengajarkan sesuatu yang lain daripada Injil yang telah Paulus beritakan, maka terkutuklah dia. Setelah itu Paulus membicarakan sampai bagian yang terakhir bahwa kita bukan hidup menurut hukum-hukum Taurat yang mematikan, hukum-hukum dalam Perjanjian Lama yang telah digenapkan dalam Kristus, tetapi pilihan kita adalah hidup menurut daging atau hidup menurut Roh. Bagi seorang yang sudah percaya, ia seharusnya hidup menurut Roh dan bukan hidup menurut daging. Ia tidak mengikuti hawa nafsunya.

Paulus dalam Gal. 5:22-23 mengatakan tentang buah Roh, buah Roh yang disebutkan Paulus ini mungkin terdapat orang yang berpikir bahwa semua ini hanya berhubungan dengan yang rohani, yang tidak kelihatan. Namun, Paulus dalam pasal keenam, langsung memperlihatkan bagaimana orang yang hidup sesuai Roh. Orang yang hidup di dalam Roh bukanlah orang yang hidup dengan menekankan pada hal yang bersifat psikologis atau rohani yang di atas sana, tetapi langsung pada kehidupan sehari-hari, yaitu masalah relasi dari ayat 1-5 dan penggunaan uang pada ayat 6-10. Kita hanya membahas ayat 1-5.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 06 Jun'10 PDF Print E-mail

 

Yoh.1: 29; Kis. 2:37-40

Pdt. Ir. Andi Halim, S.Th.

Ada beberapa macam pertobatan; yang pertama adalah pertobatan yang bersifat umum. Biasanya pengertiannya adalah masalah perbuatan yang dulu buruk dan rusak lalu sekarang jadi baik. Dulu berjinah, merampok dan lain-lain sekarang tidak. Ini hubungannya dengan pertobatan moral secara umum. Semua agama dan aliran humanisme juga mengajarkan hal semacam ini.

Bagaimana kita sebagai orang Kristen? Alkitab mengajarkan gambaran-gambaran dan juga sindiran-sindiran. Orang yang nampaknya saleh belum tentu mengalami pertobatan yang benar. Meskipun perbuatannya baik tapi belum tentu sesuai standar Tuhan. Pertobatan moral dalam perbuatan belum tentu pertobatan yang sejati. Kekristenan mengajarkan bahwa pertobatan bukan sekedar masalah moral dan perbuatan baik. Contoh orang bermoral tinggi yang perbuatannya baik adalah orang Farisi dan ahli Taurat. Tuhan Yesus memberikan cerita tentang pemungut cukai dan orang Farisi yang beribadah ke bait Allah (Luk. 18:10-14). Si pemungut cukai berdiri jauh-jauh dan tidak berani menengadah sedangkan si Farisi berdiri dengan megah dan membanggakan segala perbuatannya. Ternyata orang yang bertobat sejati bukan orang yang saleh yang memamerkan kebaikan-kebaikannya tetapi pemungut cukai yang menyadari dan mengakui dosa-dosanya. Maka pertobatan sejati tidak identik dengan masalah moral yang nampak dan kelihatan.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 30 Mei'10 PDF Print E-mail

 

Ef. 5:23, 25, 27, 29

Pdt. Ir. Andi Halim, S.Th.

Ada hubungan analogi antara suami iastri dengan Kristus dan jemaat-Nya. Sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus dalam segala hal demikian juga isri kepada suami. Ini adalah suatu gambaran yang Alkitab sendiri nyatakan, bukan hasil pikiran manusia tetapi Firman Allah. Analogi jemaat bermacam-macam. Dalam bagian inijuga dikatakan bahwa Kristus adalah kepala dan jemaat adalah tubuh-Nya. Oleh karena itu sebagai kepada Kristus harus dihormati. Itu adalah suatu hukum yang sudah umum, kepala harus dihormati. Ia berada di atas bukan di bokong tempatnya, jadi harus dihormati. Tetapi secara jujur bukankah kita seringkali kurang ajar dan tidak jujur terhadap kepala kita? Padahal siapapun kepalanya dan bagaimana pun keadaannya ia harus dihormati. Istri harus tunduk kepada suami bagaimana pun keadaan suaminya.

Jikalau ordo ini dibalik, istri yang menjadi kepala dan suami yang tunduk jadinya pasti tidak beres. Bagaimana seandainya jika tubuh ini terbalik: kepala yang tunduk kepada badan, kaki dan tangannya? Tidak karu-karuan semua. Harusnya emua anggota tubuh tunduk kepada kepala. Maka jangan sekali-kali istri mau jadi kepala keluarga. Memang ada beberapa erkecualian, misalnya suami sudah meninggal, stroke, dan lain-lain. Namun perkecualian jangan menjadi standard umum. Suami tetap harus menjadi kepala.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 16 Mei'10 PDF Print E-mail

 

Ulangan 5:6-8, Ibrani 11:6

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Kita masih membahas mengenai gereja yang benar dan kita sudah belajar mengenai gereja yang diserang. Jika hidup kita tenang-tenang saja dan menganggap tidak ada yang menyerang gereja ini, apakah betul demikian? Kita seperti gandum yang bertumbuh bersama dengan lalang dan seperti domba di tengah-tengah serigala. Ini bukan kondisi yang enak dan gampang. Ini kondisi yang amat sangat mengerikan dan Tuhan menempatkan kita di posisi-posisi seperti itu. Rasul Petrus sudah mengingatkan bahwa iblis seperti singa yang mengaum-ngaum dan siap mencari mangsa. Maka kita perlu waspada! Bukan enak-enak. Tapi apa yang diwaspadai? Apa yang menjadi masalah dalam kehidupan saya?

Mengapa orang seringkali merasa tidak ada masalah? Mungkin lagi tidur. Orang yang tidur tidak tahu jika ada gempa bumi. Mungkin ada orang-orang Kristen yang lagi tidur sehingga tidak tahu bahwa ada masalah. Atau mungkin juga seseorang merasa tidak ada masalah karena tidak ada perhatian atau karena merasa dirinya orang luar yang hanya melihat saja dan tidak tahu di dalam ada apa. Seperti orang non-Kristen yang melihat orang-orang Kristen begitu indah karena hanya melihat dari luar. Segala sesuatu dirasakan indah dan tidak tahu apa yang menjadi masalah. Setelah masuk lebih dalam ternyata Kristen pun juga terjadi masalah-masalah yang begitu mengerikan. Demikian juga kita yang pergi ke gereja bisa terlihat baik-baik saja tapi waktu diteliti ternyata ada problem-problem yang cukup berat. Kekristenan pun demikian. Alkitab berbicara bahwa iblis seperti singa yang mengaum-ngaum yang siap menerkam mangsanya. Mari lihat 1 Ptr. 5:8, 2Kor. 11:13-15. Inilah gambaran kekristenan. Ada rasul-rasul palsu yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus, seperti iblis yang menyamar sebagai malaikat terang. Hal ini menggambarkan penipuan yang sangat halus. Ada dua model ancaman bagi kita, yang satu seperti kekuatan yang begitu menakutkan sedangkan yang satu merupakan tawaran yang begitu menggiurkan. Lalu bagaimana seharusnya kita sebagai anggota gereja menghadapi hal ini? Kita tidak bisa tidak peduli. Iblis adalah musuh kita.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 02 Mei'10 PDF Print E-mail

 

Kisah Para Rasul 5:40–41; 4:18–21

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Minggu lalu kita belajar mengenai gereja yang benar, yaitu gereja yang memegang prinsip Sola Fide, Sola Gratia, Sola Scriptura. Ini adalah perjuangan dari Martin Luther, tokoh Reformasi. Perjuangan ini diteruskan oleh John Calvin sehingga hari ini kita boleh menikmati apa yang sudah terjadi dalam sejarah Reformasi Gereja.

Hari ini kita akan belajar mengenai gereja yang benar yaitu gereja yang bukan hanya menikmati anugerah Allah yang menyenangkan. Anugerah Allah sering dimengerti sebagai sesuatu yang membuat kita bahagia, sukacita, hidup tanpa masalah. Tetapi konsep Alkitab berbeda dengan konsep manusia pada umumnya. Demikian juga orang Kristen seharusnya juga memiliki konsep yang berbeda dengan manusia pada umumnya. Dunia menganggap hidup yang diberkati adalah hidup sukses, kaya, makmur, berkelimpahan materi, makin sehat. Ini adalah kekafiran dunia.

Read more...
 
<< Start < Prev 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Next > End >>

Page 39 of 50
RocketTheme Joomla Templates