Search

Ringkasan Khotbah


Ringkasan Khotbah - 20 Mar'11 PDF Print E-mail

 

Lapar dan Haus akan Kebenaran

Matius 5:6

Ev. Jimmy Pardede, M.A.

Di sepanjang sejarah, gereja terus bergumul mengenai fungsi dari hukum Taurat. Taurat bukan jalan keselamatan yang diberikan kepada orang Yahudi. Mereka dibebaskan dari perbudakan Mesir dahulu baru diberikan hukum Taurat. Kalau umat Tuhan gagal jalankan tugas maka nama Tuhan tidak dapat dikenal. Tujuannya adalah agar nama Tuhan dikenal.

Tujuan panggilan Tuhan bagi umat-Nya:

1.Tuhan mau orang Israel menjadi umat Tuhan yang menyatakan siapa Tuhan – untuk mempermuliakan Tuhan.  Tuhan mau supaya dunia boleh mengenal siapa Tuhan yang disembah oleh orang Israel. Yunus menghindar di bawah kapal sementara bangsa lain menyembah dan berteriak kepada dewa-dewa masing-masing.  Ini aneh bukankah dewa-dewa bisa saling ribut di atas. Tapi Yunus yang punya Allah yang sejati malah tidur. Waktu ditanya siapa yang Yunus sembah ia menyebut Allah yang menguasai 3 wilayah sekaligus yang hanya disembah per bagian oleh dewa-dewa lain.  Maka mereka semua kaget, kalau Allah yang Yunus sembah benar, maka semua Allah mereka palsu. Siapa Allah Yunus ini?  Yunus minta supaya ia dilempar. Mereka tidak mau. Akhirya laut tenang. Ini menjadi temanya: Allah adalah Penguasa segala seuatu dan alam semesta. Apalagi bagian alam semesta yang namanya hidup.  Kalau satu bintang perlu satu detik untuk menghitungnya maka perlu kira-kira 2400 tahun untuk selesai hitung hanya di Galaksi Bima Sakti saja. Tuhan penguasa semua tapi yang kurang ajar hanya kita yang di alam semesta ini berani melawan Tuhan.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 13 Mar'11 PDF Print E-mail

Pertobatan Orang Pilihan

Roma 8:26-30

Pdt. Andi Halim, S.Th.

 

Latar belakang penulisan kitab Roma dan kondisi jemaat pada waktu itu: saat itu kekristenan mengalami penderitaan yang sangat besar. Paling sedikit ada 3 hal yang membuat orang Kristen waktu itu sangat menderita dan sengsara:

1.Saat itu mereka sangat dimusuhi oleh orang Yahudi karena kekristenan dianggap agama liar yang menyesatkan dan mengacaukan agama Yahudi. Tidak heran kalau orang Yahudi waktu itu ingin menghabisi orang-orang Kristen.  Ini nampak dalam usaha Saulus sebelum bertobat yang meminta rekomendasi dari pemuka agama untuk menghabisi mereka. Ini mungkin mirip dengan usaha agama Islam sekrang yang ingin menghabisi Ahmadiyah yang dianggap agama pengacau.

2.Pemerintahan Romawi yang hanya menyembah kaisar sebagai Allah yang akan bertindak tegas kepada orang-orang Kristen yang menyembah Kristus sebagai Tuhan.

3.Bangsa kafir yang menyembah allah yang lain.

Ketiga musuh ini membuat orang Kristen gentar pada waktu tu. Surat ini ditulis rasul Paulus untuk menghibur dan menguatkan mereka (bdk. Rm.8: 26). Kita bisa membandingkan kesulitan yang dialami waktu itu saking menderitanya dengan kondisi Jepang yang belum lama ini terkena tsunami.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 06 Mar'11 PDF Print E-mail

Kelahiran baru dan misi Kerajaan Allah

Yohanes 3:1-21

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Nikodemus adalah seorang Farisi dan pemimpin agama Yahudi. Farisi adalah satu organisasi keagamaan yang berkaitan dengan politik pada zaman itu. Sehingga orang Farisi adalah orang penting di masyarakat. Sebagai pemimpin agama Yahudi, Nikodemus berarti juga anggota Sanhedrin. Jadi Nikodemus pasti orang penting, berpendidikan dan berkedudukan. Ia sangat dihormati oleh masyarakat Yahudi. Di zaman sekarang misalnya Ketua PGI. Nikodemus memiliki kedudukan dan ilmu yang sangat tinggi.

Tetapi orang yang berkedudukan tinggi seperti ini ternyata mempunyai kegelisahan waktu melihat sosok Yesus Kristus. Apa kegelisahannya? Padahal Yesus itu ‘orang kampung’, ‘tidak berpendidikan’, ‘tidak terpelajar’ dan tidak punya organisasi politik. Tetapi Nikodemus begitu gelisah sampai ia mau datang kepada Yesus di malam hari. Tentunya jika ia datang di pagi hari bisa heboh. Yesus Kristus sedang dituduh membawa ajaran-ajaran yang aneh yang lain dari yang diajarkan para ahli Taurat. Sehingga akan beresiko besar jika Nikodemus bertemu Yesus di siang hari. Jika Nikodemus memiliki kedudukan tinggi, harusnya ia memiliki kuasa untuk meminta Yesus datang ke rumahnya dan bukan sebaliknya. Tetapi Nikodemus bersedia datang malam-malam. Berarti di mata Nikodemus Yesus adalah seorang yang ia segani dan hormati. Nikodemus masih belum tahu siapa Yesus.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 20 Feb'11 PDF Print E-mail

 

Sabat

Kej.2:1-3, Kel.20:8-11, Mat.11:25-30, 1Yoh.2:15-17

Ev. Bakti Anugrah, M.A.

Ada satu pepatah dalam Bahasa Indonesia yang terkenal: Berakit-rakit dahulu berenang-renang ketepian dan bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Pepatah ini secara tidak sadar sudah integral dalam hidup kita. Pertanyaannya apakah pepatah ini tepat atau tidak? Prinsip pepatah ini adalah setelah kita bekerja keras, saya berhak menikmati apa yang menjadi hasil kerja keras saya. Jika saya sudah selesai melakukan apa yang harus saya lakukan, ijinkanlah saya menikmati hidup saya sekarang. Dunia bisnis mengatakan ‘no pain, no gain’ – jika tidak ada sesuatu yang menyakitkan maka kamu tidak akan memperoleh apa-apa. Dapat juga dikatakan ‘work hard, play hard’. Setelah kerja keras, kini saya juga berhak main sepuas-puasnya. Ada perusahaan-perusahaan yang setelah bekerja keras, maka kita akan diminta untuk menghibur (entertain) tamu-tamu atau klien kita. Biasanya termasuk makan, jalan-jalan, karaoke, bahkan minum-minum atau main perempuan. Salahkah kita menikmati hasil kerja keras kita?

Kitab Pengkotbah mengatakan jika kita bisa makan, minum dan bersenang-senang inipun berasal dari Tuhan. Berarti boleh menikmati hidup (asal bukan yang berdosa). Alkitab juga mengatakan orang yang tidak bekerja tidak boleh makan. Artinya, mereka yang sudah bekerja keras boleh menikmatinya. Tetapi ada sesuatu yang ekstrim adalah kita lupa itu berasal dari mana dan kita menjadikannya tujuan hidup kita, yaitu kalau saya sudah bekerja keras saya wajib bersenang-senang. Jika belum terpuaskan maka kita akan menunggu kapan melampiaskan nafsu itu. Inilah diri kita setelah kejatuhan. Kita ingin menikmati hidup sepuas-puasnya.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 13 Feb'11 PDF Print E-mail

Mati

Kolose 3:3-11

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Banyak orang Kristen yang masih salah memandang kematian. Ada yang menganggap tidak boleh ada kata mati yang terucap, misalnya dalam tradisi Tionghoa, karena dianggap bisa sial. Ada juga orang yang takut soal kematian: misalnya waktu tutup peti mati seluruh keluarga membelakangi peti mati karena takut sial. Kalau demikian, orang yang paling sial adalah tukang tutup peti matinya bukan?

Ada 5 poin yang mau saya sampaikan dalam Alkitab mengenai kematian:

Pertama, mati jasmani, ini bukan hal asing dalam hidup manusia. Kenyataannya setiap hari pasti ada orang mati. Coba lihat di Adi Jasa, pernahkah satu hari kosong sama sekali? Bahkan di seluruh dunia mungkin setiap detik ada orang mati. Jadi mati adalah sesuatu yang umum dan tidak asing. Tidak ada yang aneh tentang kematian. Kalau kita jarang mendengar kematian mungkin karena anggota keluarga kita tidak ada yang mati, tetapi ini terus terjadi di masyarakat. Ini menjadi penghiburan bahwa jika kita mati nanti kita tidak sendirian karena ada orang lain yang juga mati di tempat lain. Apalagi dalam Kristus, kita tidak perlu takut karena Tuhan Yesus sendiri yang akan menyambut kita.

Read more...
 
<< Start < Prev 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Next > End >>

Page 39 of 57
RocketTheme Joomla Templates