Search

Ringkasan Khotbah


Ringkasan Khotbah - 22 Ags'10 PDF Print E-mail

 

Ef.1:1-14

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Dalam ayat-ayat ini kita menemukan ada 3 kata ganti orang yang bergantian yaitu: kita, kami, dan kamu. Ini memang memiliki penekanan-penekanan yang berbeda. Kita tentunya berarti kamu dan kami. Lalu kalau dikatakan kami berarti Paulus dan orang-orang yang bersama dengan Paulus. Penafsir mengatakan bahwa itulah orang-orang Yahudi. Surat Efesus memang ditujukan kepada jemaat yang ada orang Yahudi tapi juga ada orang yang bukan Yahudinya. Kalau dikatakan kamu berarti jemaat di Efesus. Ini adalah cara Tuhan memberi anugerah kepada suatu bangsa yang bukan bangsa pilihan. Kata kita berarti termasuk kamu, yaitu orang bukan Yahudi, dan orang Yahudi, kami.

Gereja didirikan dengan satu tujuan dan Tuhan Yesus bukan mendirikan gereja tanpa tujuan dan tanpa sasaran. Kalau Saudara dan saya sekarang ikut gereja maka berarti kita ikut tujuan dari yang mendirikan gereja. Kita kalau menjadi pegawai perusahaan tentu tidak bisa semau sendiri menurut keinginan kita tetapi menurut aturan main dari perusahaan itu. Logis sekali. Jangan berpikir saya masuk gereja itu maunya saya sendiri dan tidak boleh ada orang yang mengatur saya karena ini hak saya. Jangan lupa, yang mendirikan gereja adalah Kristus, yang memanggil kita juga adalah Kristus. Kalau sampai kita bisa meresponi panggilan Tuhan itu adalah anugerah. Lalu kalau dalam meresponi ini kita sampai masuk ke gereja maka kita harus ikut aturan main dari gereja didirikan. Aturan ini jelas menurut Pendirinya dan Pendirinya adalah Kristus. Jikalau kita sudah mau menjadi anggota gereja maka kita harus ikut aturan main gereja dan terlibat di dalam gereja.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 15 Ags'10 PDF Print E-mail

 

Air Hidup

Yoh.4: 1-26

Ev.Bakti Anugrah, M.A.

Apa yang dilakukan oleh Kristus kepada perempuan Samaria ini adalah sesuatu yang bertentangan bahkan sangat melampaui jaman-Nya. Di masa itu perempuan tidak dihargai. Seorang pria tidak akan berbicara kepada perempuan asing di depan umum, kesaksian seorang perempuan di pengadilan juga tidak akan diterima karena dianggap tidak sah. Di masa kini di mana timbul gerakan feminisme sebagai bentuk perlawanan atas dominasi pria, apa yang dilakukan Kristus di sini juga sangat luar biasa. Saat ini muncul isu kesetaraan gender yang bahkan sampai tidak suka apabila ada wanita yang masih menggunakan nama keluarga yang nota bene adalah nama ayahnya. Bahkan juga sudah muncul gereja yang mempopulerkan doa Ibu Kami (melawan doa Bapa Kami) sebagai bentuk perlawanan terhadap budaya patriarkhal. Akan tetapi di tempat ini dan di berbagai bagian lain justru Tuhan kita Yesus Kristus menunjukkan penghargaan yang sangat besar kepada kaum perempuan: Maria diijinkan mengurapi kaki-Nya di Bethania sebagai persiapan penguburan-Nya; selain itu Ia juga menampakkan diri waktu kebangkitan-Nya dari orang mati pertama-tama kepada perempuan! Dua hak istimewa ini bahkan tidak diberikan kepada para murid-Nya yang adalah laki-laki.

Peristiwa percakapan dengan perempuan ini dimulai dengan menyingkirnya Yesus dari Yudea ke Galilea karena Ia sadar bahwa popularitas-Nya telah menimbulkan keresahan di kalangan para ahli Taurat dan orang Yahudi yang akan menyulitkan misi-Nya untuk mengabarkan Kerajaan Allah. Dalam perjalanan-Nya Tuhan sengaja melintasi daerah Samaria. Ini juga bukan merupakan satu hal yang wajar. Samaria dianggap sebagai tempat orang kafir, bahkan dianggap seperti anjing oleh orang-orang Yahudi. Ini pertama karena pada masa pecahnya Israel menjadi dua kerajaan yaitu kerajaan Israel di utara dan Yehuda di selatan maka Samaria yang menjadi pusat pemerintahan kerajaan Israel utara itu mulai suatu ibadah baru yang menyembah berhala di bawah pemerintahan Yerobeam. Selain itu pada masa pembuangan masih ada orang-orang Israel yang tertinggal di Samaria yang kawin campur dengan bangsa-bangsa asing dan menyembah Allah mereka sehingga mereka dianggap sebagai orang-orang yang sudah tidak murni lagi keyahudiannya karena darahnya sudah bercampur.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 08 Ags'10 PDF Print E-mail

 

Gereja untuk Apa?

Ef.1:1-14

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Ayat 1. Orang-orang kudus bukan orang yang sama sekali tidak ada cacatnya. Di dunia ini semua orang berdosa, tanpa kecuali, temasuk bunda Maria, santo-santa dan sebagainya, kecuali Yesus Kristus karena Dia bukan hanya orang tetapi juga Allah yang menjadi manusia. Hanya Dia satu-satunya yang tanpa dosa. Semua manusia yang lahir dalam Adam sudah berdosa. Jadi kalau ada orang, gereja, atau ajaran tertentu yang mengatakan bahwa si A dan si B atau orang-orang khusus yang tidak berdosa maka saya mau tanya apakah ia lahir dari keturunan Adam dan Hawa atau tidak? Kalau iya ia pasti berdosa. Kristus perkecualian karena Ia bukan dari keturunan Adam dan Hawa. Memang Ia punya silsilah, tetapi Alkitab mengatakan bahwa Maria mengandung karena Roh Kudus. Ini bolak balik disebutkan dalam Pengakuan Iman Rasuli bukan?

Jadi apa yang dimaksudkan di sini dengan orang-orang kudus? Jawabannya sangat jelas: orang-orang percaya dalam Kristus Yesus. Jadi orang-orang kudus di sini adalah mereka yang percaya dalam Kristus Yesus, yang sudah dikuduskan dalam darah-Nya. Jadi dia kudus bukan dari hasil perbuatan dan kehebatan dia yang berdosa. Kudus karena dia sudah dikuduskan dalam darah Yesus. Harap ini menjadi jelas dalam konteks ajaran Reformed yang selalu mau kembali kepada ajaran Alkitab. Maka saya berani menegaskan bahwa kalau ada gereja yang menegaskan bahwa ada orang yang mampu menjaga hidupnya tanpa dosa sehingga ia disebut orang suci sama sekali tidak Alkitabiah dan tidak setia pada prinsip Kitab Suci. Orang kudus adalah orang yang sudah percaya pada Kristus.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 01 Ags'10 PDF Print E-mail

 

1Pet.5:1-4; Yeh.34:1-6; Yoh.10:11

Pdt. DR. Stephen Tong

Yesus mengatakan ada dua macam orang yang melayani Tuhan, yang semacam adalah gembala yang lainnya adalah orang upahan. Gembala mengasihi domba-domba tetapi orang upahan mencintai uang. Apakah hamba Tuhan juga terbagi menjadi dua kelompok ini: ada yang mengasihi gereja dan ada yang mengasihi uang yang ia dapat dari gereja? Hati gembala ada pada domba-dombanya: kesehatan mereka, sakit-penyakit mereka, kelancaran dan bahaya yang mereka hadapi. Inilah hal-hal yang ia pikirkan.

Tetapi tidak demikian dengan orang-orang upahan. Mereka berpikir kalau saya memelihara mereka berapa uang yang saya dapatkan? Kalau aku tidak mendapatkan apa-apa maka aku tinggalkan mereka. Pada waktu seorang gembala melihat singa dan serigala datang maka mereka kuatir dan taku kalau binatang-binatang yang mereka pelihara ini dimakan binatang buas. Tetapi tidak demikian dengan orang upahan, waktu mereka melihat serigala dan singa datang mereka berpikir bahwa upah yang mereka terima itu tidak sebanding dengan nyawa yang harus mereka berikan. Sebab itulah mereka akan lari.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 25 Jul'10 PDF Print E-mail

 

Filipi 2:5-8

Ev. Gito T.Wicaksono

‘Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama’ di ayat ini berarti kita sebagai individu tetapi hidup dalam komunitas. Kita memiliki banyak perbedaan tetapi kita harus memiliki satu pikiran. Ini yang digaungkan oleh rasul Paulus. Pikiran dan perasaan di sini dalam terjemahan bahasa Inggris hanya satu kata yaitu attitude, sikap. Biarlah kita memiliki satu sikap yang terdapat juga dalam Kristus Yesus. Inilah yang harus terjadi dalam hidup kita. Hendaklah kamu dalam hidupmu memiliki satu pikiran berarti harus ada kesamaan pikiran di antara kita. Pikiran itu adalah berpikir dengan pola pikir Kristus, bukan dengan pikiran kita karena pola pikir kita arahnya berbeda, apalagi kita manusia berdosa.

Apa maksudnya pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Kristus? (Ayat 6) Walaupun Ia adalah Allah tetapi Ia rela menjadi manusia dan tidak menganggap kesetaraan-Nya dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan atau dipamer-pamerkan. Dahulu jika orang menang perang akan memamerkan barang rampasannya. Ini bukan seperti barang rampasan yang dipamerkan. Tetapi inilah hasrat Kristus yang paling dalam. Dalam kamus Webster, dalam penerbitan awalnya kata passion diartikan sebagai pengorbanan Kristus. Seperti film The Passion of The Christ. Passion itu adalah pengorbanan tetapi sekaligus berarti gairah. Titik gairah Allah adalah menyelamatkan manusia. Ini sungguh menyakitkan. Ia harus menyerahkan Anak-Nya. Sedangkan kita memiliki passion untuk apa? Jika seorang atlet passion-nya adalah piala, seorang pengusaha passion-nya adalah keuntungan. Tetapi sadarkah kita gairah Allah adalah memberikan Anak-Nya? Sampai Sang Anak mengatakan ‘Eli Eli Lama Sabakhtani’. Ini demi cinta Allah yang begitu besar pada manusia. Jika passion kita bukanlah gairah dalam Kristus, dalam penderitaan-Nya, maka kita pasti berada dalam kekeliruan.

Read more...
 
<< Start < Prev 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Next > End >>

Page 36 of 49
RocketTheme Joomla Templates