Search

Ringkasan Khotbah


Ringkasan Khotbah - 06 Jun'10 PDF Print E-mail

 

Yoh.1: 29; Kis. 2:37-40

Pdt. Ir. Andi Halim, S.Th.

Ada beberapa macam pertobatan; yang pertama adalah pertobatan yang bersifat umum. Biasanya pengertiannya adalah masalah perbuatan yang dulu buruk dan rusak lalu sekarang jadi baik. Dulu berjinah, merampok dan lain-lain sekarang tidak. Ini hubungannya dengan pertobatan moral secara umum. Semua agama dan aliran humanisme juga mengajarkan hal semacam ini.

Bagaimana kita sebagai orang Kristen? Alkitab mengajarkan gambaran-gambaran dan juga sindiran-sindiran. Orang yang nampaknya saleh belum tentu mengalami pertobatan yang benar. Meskipun perbuatannya baik tapi belum tentu sesuai standar Tuhan. Pertobatan moral dalam perbuatan belum tentu pertobatan yang sejati. Kekristenan mengajarkan bahwa pertobatan bukan sekedar masalah moral dan perbuatan baik. Contoh orang bermoral tinggi yang perbuatannya baik adalah orang Farisi dan ahli Taurat. Tuhan Yesus memberikan cerita tentang pemungut cukai dan orang Farisi yang beribadah ke bait Allah (Luk. 18:10-14). Si pemungut cukai berdiri jauh-jauh dan tidak berani menengadah sedangkan si Farisi berdiri dengan megah dan membanggakan segala perbuatannya. Ternyata orang yang bertobat sejati bukan orang yang saleh yang memamerkan kebaikan-kebaikannya tetapi pemungut cukai yang menyadari dan mengakui dosa-dosanya. Maka pertobatan sejati tidak identik dengan masalah moral yang nampak dan kelihatan.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 30 Mei'10 PDF Print E-mail

 

Ef. 5:23, 25, 27, 29

Pdt. Ir. Andi Halim, S.Th.

Ada hubungan analogi antara suami iastri dengan Kristus dan jemaat-Nya. Sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus dalam segala hal demikian juga isri kepada suami. Ini adalah suatu gambaran yang Alkitab sendiri nyatakan, bukan hasil pikiran manusia tetapi Firman Allah. Analogi jemaat bermacam-macam. Dalam bagian inijuga dikatakan bahwa Kristus adalah kepala dan jemaat adalah tubuh-Nya. Oleh karena itu sebagai kepada Kristus harus dihormati. Itu adalah suatu hukum yang sudah umum, kepala harus dihormati. Ia berada di atas bukan di bokong tempatnya, jadi harus dihormati. Tetapi secara jujur bukankah kita seringkali kurang ajar dan tidak jujur terhadap kepala kita? Padahal siapapun kepalanya dan bagaimana pun keadaannya ia harus dihormati. Istri harus tunduk kepada suami bagaimana pun keadaan suaminya.

Jikalau ordo ini dibalik, istri yang menjadi kepala dan suami yang tunduk jadinya pasti tidak beres. Bagaimana seandainya jika tubuh ini terbalik: kepala yang tunduk kepada badan, kaki dan tangannya? Tidak karu-karuan semua. Harusnya emua anggota tubuh tunduk kepada kepala. Maka jangan sekali-kali istri mau jadi kepala keluarga. Memang ada beberapa erkecualian, misalnya suami sudah meninggal, stroke, dan lain-lain. Namun perkecualian jangan menjadi standard umum. Suami tetap harus menjadi kepala.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 16 Mei'10 PDF Print E-mail

 

Ulangan 5:6-8, Ibrani 11:6

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Kita masih membahas mengenai gereja yang benar dan kita sudah belajar mengenai gereja yang diserang. Jika hidup kita tenang-tenang saja dan menganggap tidak ada yang menyerang gereja ini, apakah betul demikian? Kita seperti gandum yang bertumbuh bersama dengan lalang dan seperti domba di tengah-tengah serigala. Ini bukan kondisi yang enak dan gampang. Ini kondisi yang amat sangat mengerikan dan Tuhan menempatkan kita di posisi-posisi seperti itu. Rasul Petrus sudah mengingatkan bahwa iblis seperti singa yang mengaum-ngaum dan siap mencari mangsa. Maka kita perlu waspada! Bukan enak-enak. Tapi apa yang diwaspadai? Apa yang menjadi masalah dalam kehidupan saya?

Mengapa orang seringkali merasa tidak ada masalah? Mungkin lagi tidur. Orang yang tidur tidak tahu jika ada gempa bumi. Mungkin ada orang-orang Kristen yang lagi tidur sehingga tidak tahu bahwa ada masalah. Atau mungkin juga seseorang merasa tidak ada masalah karena tidak ada perhatian atau karena merasa dirinya orang luar yang hanya melihat saja dan tidak tahu di dalam ada apa. Seperti orang non-Kristen yang melihat orang-orang Kristen begitu indah karena hanya melihat dari luar. Segala sesuatu dirasakan indah dan tidak tahu apa yang menjadi masalah. Setelah masuk lebih dalam ternyata Kristen pun juga terjadi masalah-masalah yang begitu mengerikan. Demikian juga kita yang pergi ke gereja bisa terlihat baik-baik saja tapi waktu diteliti ternyata ada problem-problem yang cukup berat. Kekristenan pun demikian. Alkitab berbicara bahwa iblis seperti singa yang mengaum-ngaum yang siap menerkam mangsanya. Mari lihat 1 Ptr. 5:8, 2Kor. 11:13-15. Inilah gambaran kekristenan. Ada rasul-rasul palsu yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus, seperti iblis yang menyamar sebagai malaikat terang. Hal ini menggambarkan penipuan yang sangat halus. Ada dua model ancaman bagi kita, yang satu seperti kekuatan yang begitu menakutkan sedangkan yang satu merupakan tawaran yang begitu menggiurkan. Lalu bagaimana seharusnya kita sebagai anggota gereja menghadapi hal ini? Kita tidak bisa tidak peduli. Iblis adalah musuh kita.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 02 Mei'10 PDF Print E-mail

 

Kisah Para Rasul 5:40–41; 4:18–21

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Minggu lalu kita belajar mengenai gereja yang benar, yaitu gereja yang memegang prinsip Sola Fide, Sola Gratia, Sola Scriptura. Ini adalah perjuangan dari Martin Luther, tokoh Reformasi. Perjuangan ini diteruskan oleh John Calvin sehingga hari ini kita boleh menikmati apa yang sudah terjadi dalam sejarah Reformasi Gereja.

Hari ini kita akan belajar mengenai gereja yang benar yaitu gereja yang bukan hanya menikmati anugerah Allah yang menyenangkan. Anugerah Allah sering dimengerti sebagai sesuatu yang membuat kita bahagia, sukacita, hidup tanpa masalah. Tetapi konsep Alkitab berbeda dengan konsep manusia pada umumnya. Demikian juga orang Kristen seharusnya juga memiliki konsep yang berbeda dengan manusia pada umumnya. Dunia menganggap hidup yang diberkati adalah hidup sukses, kaya, makmur, berkelimpahan materi, makin sehat. Ini adalah kekafiran dunia.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 25 Apr'10 PDF Print E-mail

 

Gal.1:6-10

Pdt. Andi Halim, S. Th.

Jemaat Galatia adalah salah satu jemaat yang mengalami serangan ajaran-ajaran yang mengguncangkan, memutarbalikkan Firman. Pengajaran sesat sudah terjadi dari abad-abad pertama, bahkan mulai dari Perjanjian Lama. Siapa bilang kalau ajaran itu bukan dari Tuhan pasti akan habis lenyap? Ternyata ajaran sesat makin berkembang dan semakin lama semakin banyak. Kalau kita meneliti sejarah gereja dan sejarah ajaran-ajaran sesat hal ini banyak terjadi.

Jikalau ada orang Kristen meremehkan hal ini, hanya menjadi orang Kristen nominal saja, datang dan pulang dari gereja, tidak mau belajar imannya dengan sungguh-sungguh, maka sudah terbukti dari sejarah akhirnya mereka menjadi korban ajaran sesat. Jaman sekarang pun banyak orang tidak peka akan ajaran yang tidak benar. Dulu saya ada teman yang berasal dari seminari yang benar tapi terlibat dalam pengajaran DOM (doa bagi orang mati) di mana orang mati rohnya dianggap masih gentayangan dan bisa hinggap pada orang yang masih hidup. Anaknya sendiri bisa melihat roh orang yang sudah mati yang lalu mereka doakan.

Read more...
 
<< Start < Prev 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Next > End >>

Page 36 of 46
RocketTheme Joomla Templates