Search

Ringkasan Khotbah


Ringkasan Khotbah - 26 Sep'10 PDF Print E-mail

 

Efesus 2:1-10

Pdt. Andi Halim

Kita sudah membahas betapa luar biasanya anugerah yang Tuhan berikan pada orang percaya (gereja-Nya). Karunia sorgawi sudah dilimpahkan pada kita (Ef.1:3). Kita dijadikan anak-anak-Nya. Kita boleh menyebut Pencipta langit dan bumi sebagai Bapa. Ini merupakan karunia yang luar biasa. Lebih dari pada itu, kita adalah orang-orang yang sudah ditebus oleh darah yang begitu mahal yaitu darah Yesus. Allah memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk kita boleh diselamatkan (Yoh.3:16). Kita mendapat warisan Kerajaan Allah dan memperoleh hak hidup kekal bersama dengan Bapa di surga. Selama kita di dunia, rahasia kehendak-Nya dinyatakan pada kita. Kita sudah dijamin di dunia yang kekal dan diberi anugerah besar selama menjalani hidup di dunia ini. Rahasia kehendak-Nya digenapi ketika Anak-Nya yang tunggal datang ke dunia. Kita juga sudah dimeteraikan oleh Roh Kudus dan dipelihara oleh Tuhan. Semua ini merupakan karunia yang berlimpah-limpah yang diberikan Tuhan bagi kita. Sekarang dalam Efesus pasal 2 menunjukkan antara keadaan kita yang dahulu dan sekarang.

(Ayat 1) Dulu kamu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Iman Kristen mengajarkan bahwa kematian yang sejati bukanlah kematian fisik. Kematian fisik hanyalah perpisahan antara tubuh dengan roh. Tetapi kematian yang dimaksudkan dalam Efesus 2 ini adalah keterpisahan kita dari Allah, mati rohani. Ini kematian yang lebih mengerikan daripada kematian fisik. Dahulu sebelum kita percaya pada Kristus, sebelum kita bertobat, sebelum kita menerima Yesus sebagai Juruselamat, kita mati, terpisah dari Allah. Kita tidak dapat melihat kebenaran-kebenaran yang datang dari Allah. Kita hanya melihat hal-hal jasmani saja. Tuhan Yesus pernah mengatakan langit dan bumi akan lenyap tetapi firman Tuhan kekal selamanya. Semua hal di dunia ini akan habis tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tidak akan lenyap.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 19 Sep'10 PDF Print E-mail

 

Yosua 7

Ev. Bakti Anugrah,M.A.

Bagian ini sangat tidak menyenangkan bagi kita pembaca modern. Bagaimana mungkin dosa seseorang dapat mengakibatkan hukuman bagi seluruh keluarganya? Namun demikianlah diri kita sebagai orang berdosa di hadapan Tuhan. Meskipun hanya Adam yang berdosa, tetapi kita semua yang menjadi keturunan Adam disebut dan mendapat status sebagai orang berdosa. Lalu dalam kasus Akhan, Israel adalah umat Tuhan, diikat oleh perjanjian dengan Tuhan yang Mahakudus. Apalagi mereka berada dalam kondisi perang. Allah sudah berfirman, Yerikho dan Ai harus dibinasakan, tidak boleh ada satupun barang diambil. Tetapi Akhan yang sudah mendengar hal ini tetap melanggar dan hukumannya fatal, seluruh keluarganya habis. Ini adalah kisah dosa pertama yang dicatat setelah bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian. Kitab Yosua memasuki babak baru. Setelah mereka masuk ke tanah perjanjian, mereka menaklukkan kota Yerikho kemudian kota Ai, yang menjadi tempat di mana dosa pertama dicatat. Perlakuan Tuhan terhadap dosa pertama yang dicatat ini begitu keras.

Di Perjanjian Baru, hal yang serupa terjadi waktu gereja Tuhan pertama kali didirikan, Roh Kudus turun pada hari Pentakosta, rumah Tuhan dibangunkan, dan gereja mula-mula berdiri. Mereka berjalan aman sejangka waktu lamanya sampai muncul Ananias dan Safira. Mungkin kelihatannya dosa Ananias dan Safira tidak begitu besar, tetapi masalahnya mereka menipu Tuhan. Sebelum kisah Ananias, mereka iri pada Barnabas. Barnabas dipuji karena ia memberikan seluruh miliknya kepada para rasul untuk kepentingan bersama. Ananias dan Safira mau mendapat kehormatan yang sama sementara dia menipu Tuhan. Petrus mengatakan mereka mendustai Roh Kudus. Hukuman yang sama terjadi yaitu mereka mati dalam satu hari. Ada kemiripan ketika bangsa Israel masuk ke dalam tanah Perjanjian, mereka melanggar firman Tuhan. Begitu pula ketika gereja baru pertama kali berdiri, sepasang suami istri berdosa. Keduanya dihukum sangat berat. Ini menjadi penanda serta peringatan bagi umat Tuhan berikutnya.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 05 Sep'10 PDF Print E-mail

 

Banyak Anggota Satu Tubuh

1Kor.12:12-31

Ev.Bakti Anugrah, M.A.

Jemaat Korintus adalah jemaat yang tidak rohani, tidak dewasa, terpecah belah dan tidak memiliki kasih meskipun memiliki berbagai macam karunia. Mereka tidak memakai karunia yang beragam itu untuk membangun tubuh Kristus. Oleh Karena itu Paulus memberikan pengajaran dengan menuliskan perikop ini.

1. Tubuh Kristus itu satu tetapi anggotanya banyak. Pernahkah kita tidak puas dengan anggota tubuh kita, misalnya waktu kita bercermin kita menemukan ada anggota-anggota tubuh kita yang tidak disukai. Apa yang kita lakukan? Apakah kita akan serta merta memotong semua bagian tubuh kita yang kita rasa jelek? Tentunya tidak. Akan tetapi inilah yang terjadi di dalam gereja yang dikatakan oleh Paulus sebagai satu tubuh Kristus yang memiliki banyak anggota (ay.12). Mengapa kita semua menjadi satu tubuh? Karena kita sudah dibaptis oleh Roh Kudus, yang menyebabkan kita menerima Kristus dan minum air hidup yang kekal itu. Respon kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat memang secara pribadi, akan tetapi penebusan Kristus bukan untuk pribadi lepas pribadi saja tetapi untuk sekelompok orang percaya dari segala tempat dan segala abad. Ada semacam orang tertentu yang hanya tahu yang penting urusan pribadi saya dengan Tuhan beres. Dia tidak mau tahu kesulitan jemaat lain dan tidak mau tahu soal pelayanan gereja, berapa kekurangan uang dalam gereja dan apa pergumulannya. Yang penting saya dapat berkat dan selesai. Kita tidak usah heran kalau orang semacam ini akhirnya mudah sekali untuk pindah keanggotaan gereja. Baginya mungkin gereja seperti bioskop yang bisa dia pilih sesukanya. Yang penting dia dapat berkat. Alasannya gereja kan kumpulan orang percaya jadi tidak harus saya setia beribadah di satu tempat. Orang-orang semacam ini tidak mengerti prinsip bergereja.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 29 Ags'10 PDF Print E-mail

 

Efesus 1:15-23

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Ayat 15-16 menuliskan bahwa Paulus tidak berhenti bersyukur dan berdoa. Inilah ciri orang yang sudah percaya dalam Kristus. Namun karena distorsi dosa maka mengucap syukur dan berdoanya kita sudah tidak terarah sesuai maksud Tuhan sendiri. Kita biasanya bersyukur karena dapat pacar, lulus ujian, dan lain-lain, pokoknya segala sesuatu yang membuat kita berhasil, punya anak, rumah baru, sembuh dari penyakit, untung besar dan sebagainya. Apa salahnya bersyukur karena itu? Kalau itu terdistorsi dosa lalu harusnya bersyukur karena apa?

Coba kita lihat rasul Paulus, ia bersyukur karena melihat iman jemaat Efesus yang bertumbuh dalam Yesus. Ia tidak bersyukur karena dagangannya laris, makin kaya  dan lain-lain. Ini iman “tingkat tinggi.” Pernahkah kita bersyukur melihat pertumbuhan iman orang lain? Kenapa iman “tingkat tinggi”? Karena umumnya kita bersyukur atas kepentingan diri kita sendiri, bukan orang lain. Bagaimana kita bisa bersyukur kalau kita tidak pernah menuntun dan membimbing iman orang lain? Paulus bisa bersyukur karena ia pernah di Efesus dan melayani di sana maka saat ia melihat pertumbuhan iman jemaat di sana ia bersyukur. Ini bernilai rohani, bukan sekedar masalah materi dan fisik.

Bukan hanya itu saja ia juga bersyukur atas kasih jemaat Efesus terhadap semua orang kudus. Ternyata pertumbuhan mereka pun tidak egois. Orang kudus adalah mereka yang percaya dalam Yesus Kristus. Mereka bukan berpikir tentang diri dan kepentingan diri sendiri tetapi juga mengasihi sesama orang beriman. Paulus memiliki rasa syukur semacam ini karena ia juga adalah orang yang suka membagi berkat rohani kepada orang lain. Ia memiliki mata rohani yang melihat pertumbuhan iman yang sangat penting dalam pekerjaan pelayanan Tuhan.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 22 Ags'10 PDF Print E-mail

 

Ef.1:1-14

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Dalam ayat-ayat ini kita menemukan ada 3 kata ganti orang yang bergantian yaitu: kita, kami, dan kamu. Ini memang memiliki penekanan-penekanan yang berbeda. Kita tentunya berarti kamu dan kami. Lalu kalau dikatakan kami berarti Paulus dan orang-orang yang bersama dengan Paulus. Penafsir mengatakan bahwa itulah orang-orang Yahudi. Surat Efesus memang ditujukan kepada jemaat yang ada orang Yahudi tapi juga ada orang yang bukan Yahudinya. Kalau dikatakan kamu berarti jemaat di Efesus. Ini adalah cara Tuhan memberi anugerah kepada suatu bangsa yang bukan bangsa pilihan. Kata kita berarti termasuk kamu, yaitu orang bukan Yahudi, dan orang Yahudi, kami.

Gereja didirikan dengan satu tujuan dan Tuhan Yesus bukan mendirikan gereja tanpa tujuan dan tanpa sasaran. Kalau Saudara dan saya sekarang ikut gereja maka berarti kita ikut tujuan dari yang mendirikan gereja. Kita kalau menjadi pegawai perusahaan tentu tidak bisa semau sendiri menurut keinginan kita tetapi menurut aturan main dari perusahaan itu. Logis sekali. Jangan berpikir saya masuk gereja itu maunya saya sendiri dan tidak boleh ada orang yang mengatur saya karena ini hak saya. Jangan lupa, yang mendirikan gereja adalah Kristus, yang memanggil kita juga adalah Kristus. Kalau sampai kita bisa meresponi panggilan Tuhan itu adalah anugerah. Lalu kalau dalam meresponi ini kita sampai masuk ke gereja maka kita harus ikut aturan main dari gereja didirikan. Aturan ini jelas menurut Pendirinya dan Pendirinya adalah Kristus. Jikalau kita sudah mau menjadi anggota gereja maka kita harus ikut aturan main gereja dan terlibat di dalam gereja.

Read more...
 
<< Start < Prev 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Next > End >>

Page 36 of 49
RocketTheme Joomla Templates