Search

Ringkasan Khotbah


Ringkasan Khotbah - 12 Des'10 PDF Print E-mail

 

Berperang Menghadapi Iblis

Efesus 6:10-20

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Banyak orang yang belum mengerti bagaimana hidup bergereja yang benar, gereja dianggap seperti restoran, bioskop lalu menilai pembicara memuaskan atau tidak, cocok atau tidak dan sebagainya. Namun yang jelas gereja adalah tempat di mana anak-anak Tuhan dibina, digembleng, dilengkapi untuk menjadi prajurit-prajurit Kristus. Kalau sekedar memuaskan telinga apakah setelah itu kita menerapkan Firman yang didengar dari pembicara yang menyenangkan dalam hidup gereja dan hidup sehari-hari?

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 05 Des'10 PDF Print E-mail

 

Fondasi, Hakekat dan Panggilan Gereja

Efesus 4:11-16

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Gereja harus mempunyai fondasi yang teguh. Tuhan Yesus mendirikan gereja-Nya berdasarkan pada fondasi.

Fondasi pertama dapat kita lihat dalam Matius 16:16-18 “Di atas batu karang ini, Aku akan mendirikan jemaat-Ku.” Berarti jemaat Tuhan dibangun di atas landasan atau fondasi. Fondasi ini bukan Petrus (seperti yang dipercaya oleh pandangan Katolik) karena Petrus sudah mati dan tidak ada lagi. Petrus / Kefas dalam bahasa aslinya bersifat neuter (jadi bukan pribadi). Karena itu fondasi yang dimaksud di sini adalah pengakuan Petrus bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah yang hidup. Gereja Tuhan berdiri di atas satu doktrin yang teguh yang mengaku bahwa Yesus adalah Mesias. Dengan demikian gereja yang benar harus gereja yang berdiri di atas pengakuan, pengajaran yang benar.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 28 Nov'10 PDF Print E-mail

 

Dasar Kebersatuan Umat Kristen

Efesus 2:11-22

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Bicara soal kebersatuan, bukan hanya umat Kristen yang bisa bersatu. Bangsa Indonesia pun bersatu. Ada semboyan Bhineka Tunggal Ika, beraneka ragam tetapi satu kesatuan. Kebersatuan juga ada di dalam agama-agama lain. Bagaimana mengusahakan kesatuan untuk lebih dekat satu dengan yang lain? Misalnya dengan diadakan aktivitas-aktivitas untuk dikerjakan bersama seperti arisan, pertandingan, dll. Tetapi ini adalah kebersatuan menurut konsep-konsep dunia.

Bagaimana kebersatuan dalam kekristenan? Ada seorang jemaat Kristen mengatakan, “Saya jauh lebih akrab waktu bertemu teman-teman saya yang tidak Kristen dibandingkan waktu bertemu teman-teman di gereja.” Mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah karena orang gereja terlalu formal waktu didekati sementara orang di luar gereja lebih bersikap apa adanya dan terbuka? Ini jadi pemikiran kita. bagaimana seharusnya orang Kristen bersatu. Akan sangat parah jika kebersatuan orang Kristen lebih buruk dibandingkan orang non-Kristen.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 21 Nov'10 PDF Print E-mail

 

Penghiburan bagi dan Respon dari Umat Tuhan

Yes.40:1-5

Ev. Bakti Anugrah, M.A.

Kita sedang memasuki satu masa penantian akan kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus yang disebut sebagai masa Advent. Meskipun kita tidak terlalu jelas kapan tanggal natal itu (bahkan juga kemungkinan besar bukan bulan Desember), namun sebagai umat Tuhan yang sudah ditebus adalah satu hal yang baik bagi kita untuk menyambut Raja-Nya.

Kita yang hidup di jaman sekarang mungkin tidak terlalu mengerti pergumulan apa yang dialami oleh bangsa Israel sebagai umat Tuhan sampai mereka harus menerima penghiburan (ay.1). Akan tetapi apabila kita membaca pasal 39:5-7 dan pasal 6:9-13 kita akan memperoleh gambaran tentang kesukaran yang mereka terima sebagai umat Tuhan. Bangsa ini dibuang Tuhan karena mereka menyembah berhala dan hatinya keras sehingga tidak mau bertobat walaupun sudah menerima peringatan firman Tuhan dari nabi-nabinya, khususnya Yesaya dalam konteks ini. Dari begitu banyak orang yang dipanggil menjadi umat Tuhan hanya sedikit sekali yang dipilih (6:13). Dalam PB Tuhan Yesus mengatakan bahwa jalan yang lebar menuju kebinasaan sedangkan jalan yang sempit menuju kehidupan.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 14 Nov'10 PDF Print E-mail


Damai Sejahtera yang Mempersatukan oleh Darah yang Mahal

Ef.2:11-22

Pdt. Andi Halim, S.Th

Umumnya orang mengerti damai sejahtera sebagai ketenangan hati. Itu juga sering menjadi pertimbangan bagi orang Kristen untuk melakukan segala sesuatu: apakah hatinya tenang atau gelisah? Kalau tenang dilakukan, kalau gelisah tidak dilakukan. Apakah hal itu yang dikatakan oleh Alkitab? Mari kita pertimbangkan apakah damai sejahtera itu identik dengan ketenangan dan kemantapan hati.

Orang yang tenang hati tidak tentu adalah orang yang sedang melakukan kebenaran. Kenapa? Karena mungkin orang itu memang temperamennya cuek dan flegmatik. Katanya orang semacam ini kalau rumah tetangga sebelahnya kebakaran pun dia tenang-tenang saja. Apakah ketenangan semacam ini berarti dipimpin Roh Kudus atau ketidakpedulian dan kemalasan? Orang yang malas pasti tenang dan cuek, misalnya tidak mau belajar meskipun ada ujian. Maka mungkin ketenangan kita ini karena kemalasan dan ketidakpedulian dengan sesuatu yang harusnya kita pikirkan dan gumulkan.

Read more...
 
<< Start < Prev 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Next > End >>

Page 36 of 51
RocketTheme Joomla Templates