Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 04 Apr'10 PDF Print E-mail

 

Kebaktian Paskah “Lebih dari Para Pemenang”

Roma 8:31-39

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Umumnya saat mendengar kata pemenang kita berpikir itu adalah orang yang hebat, yang berprestasi, dan yang luar biasa. Inilah konsep yang umum di dalam dunia. Bagaimana konsep menang dalam iman Kristen? Ayat yang kita baca adalah bahwa kita sebagai orang percaya melebihi para pemenang. Apakah kita bangga atau merasa biasa-biasa saja atas hal ini?  Apanya yang lebih dari orang yang menang?

Pada Jumat Agung yang kita membahas mengapa ada orang-orang Kristen yang gitu-gitu saja: pelayanan ala kadarnya, tidak serius dan sebagainya. Ini karena tidak sadar bahwa dirinya adalah orang berhutang, hutangnya begitu besar, sudah dilunaskan, maka tidak ada rasa terima kasih bahkan setelah hutangnya dihapuskan. Demikian juga sekarang ini kita mendapat berita bahwa kita lebih dari para pemenang.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 28 Mar'10 PDF Print E-mail

 

1 Petrus 2:1-10

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Kita sudah belajar bagaimana hidup sebagai orang yang bergereja. Kita menyadari bahwa kita dahulu bukan apa-apa, bukan umat Tuhan tetapi sekarang sudah menjadi umat-Nya. Kita dahulu tidak memperoleh belas kasihan, sekarang mendapat belas kasihan. Ini mengingatkan betapa berharganya apa yang Tuhan kerjakan bagi kita dan membuat kita tidak meremehkan anugerah Tuhan. Pengertian mengenai status kita juga sangat mempengaruhi hidup kita. Jika kita tidak sadar siapa kita, maka kita akan berlaku sembarangan. Jika kita menganggap sebagai orang buangan, maka kita akan melakukan hal-hal seperti orang buangan. Jika saya preman, saya mengerjakan hal-hal yang dilakukan preman, dan sebagainya. Jadi apa yang menjadi status dan kondisi kita, itulah yang kita kerjakan. Sekarang, status kita adalah umat kepunyaan Allah. Kita adalah milik Allah. Jika status kita milik Allah, ingat apa yang harus kita kerjakan sesuai status tersebut.

Firman Tuhan juga terus diberitakan supaya kita ingat. Firman Tuhan yang diberitakan dengan benar selalu menyakitkan karena berlawanan dengan kedagingan kita yang selalu ingin hidup bagi diri sendiri. Namun Firman Tuhan mengingatkan bahwa hidup kita adalah untuk memberitakan perbuatan-perbuatan besar yang Allah lakukan. Kesalahan yang sering terjadi adalah kita lupa status. Jika ingat status, kita tidak mungkin seenaknya melakukan apa yang Tuhan percayakan pada kita. Kita adalah orang-orang yang sudah dipanggil keluar untuk melakukan misi Kerajaan Allah. Tugas kita bukan untuk bermalas-malasan. Sampai berapa jauh kita meresponi apa yang Tuhan percayakan? Sampai berapa jauh kita serius mempelajari Firman dan menyempatkan waktu memikirkan hal-hal yang Tuhan percayakan?

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 21 Mar'10 PDF Print E-mail

 

1 Petrus 2:9,10

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Kita sudah belajar mengenai imamat yang rajani. Sebagai jemaat, kita bukan sekedar memikirkan berkat apa yang dapat saya terima. Sebagai orang Kristen kita sudah mendapat berkat, bahkan sudah berkelimpahan berkat karena Allah sudah memberikan segala-galanya bagi kita yaitu Putra-Nya yang tunggal. Sebagai seorang imam, kita seharusnya mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan. Apa yang saya persembahkan kepada-Nya? Kiranya ini menjadi spirit kita dalam beribadah.

Sekarang kita akan fokus pada hal berikutnya yaitu kamulah bangsa yang terpilih. Konteksnya adalah mengenai gereja. Gereja terdiri dari bangsa yang terpilih, umat kepunyaan Allah. Gereja itu umat (orang). Jika kita merenungkan kata terpilih berarti berkaitan dengan doktrin pilihan. Secara praktis, apa artinya terpilih? Misalnya: waktu kita beli buah, yang terpilih adalah buah-buah yang istimewa. Kita adalah orang terpilih. Pertama berarti kita adalah orang yang istimewa di hadapan Allah karena kita dipilih Tuhan. Untuk itu kita harus bersyukur. Kita dipilih bukan oleh manusia tetapi oleh Allah sendiri. Jika kita tidak bangga dan tidak bersyukur, itu keterlaluan.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 14 Mar'10 PDF Print E-mail

 

1 Petrus 2:9,10

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Kita sudah belajar mengenai gereja. Tujuannya adalah supaya kita sebagai jemaat belajar bergereja yang benar dan menghargai anugerah Allah dalam menjalani hidup ini. Dengan demikian, anugerah Allah tidak kita sia-siakan atau abaikan. Motivasi kita datang ke gereja janganlah untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri. Jika motivasi kita masih untuk mencari keuntungan diri, artinya kita belum mengerti artinya bergereja. Orang dengan motivasi untuk diri seperti ini tidak mau datang ke gereja yang tidak memberi keuntungan baginya. Ia akan terus pindah gereja sampai mendapat gereja yang memuaskannya. Ini adalah spirit anthroposentris (berpusat pada keuntungan diri dalam beribadah kepada Tuhan). Orang seperti ini tidak peduli apa yang terjadi dalam gereja selain hal-hal yang menyenangkan hatinya. Ia tidak akan bertumbuh sehat dalam jemaat karena datang gereja hanya mencari firman dan seperti mendengarkan ceramah, bukan betul-betul hidup bergereja. Perlu kita ingat lagi, bukan berarti khotbah itu tidak penting. Tetapi jika sudah mendapat firman yang benar masih berorientasi pada kepuasan diri, maka kita terjebak sebagai penonton dan hakim bagi para pembicara tetapi tidak pernah bekerja apa-apa. Ini menjadi pengoreksian bagi kita semua. Apakah kita hanya mencari kepuasan tetapi tidak mau belajar memberi apa-apa?

Arti gereja adalah orang yang dipanggil keluar, orang yang dipilih, dikuduskan, dibenarkan, disucikan, dilahirbarukan dan dilengkapi, dilatih, digembleng, supaya hidupnya jadi berkat bagi orang lain. Berarti gereja adalah tempat pembinaan, penggemblengan, tempat untuk mendidik jemaat menjadi prajurit-prajurit Kristus yang menerjemahkan firman dalam kehidupan sehari-hari. Inilah kehidupan bergereja. Jika tidak demikian, maka itu adalah gereja yang salah fungsinya. Gereja yang benar harus menegur dan mengingatkan tugas jemaat untuk menjadi saksi. Inilah fokus utama dari gereja. Hidup orang percaya adalah menjadi saksi, menjadi berkat dan bukan untuk diri sendiri. Kita perlu terus mengingat kebenaran-kebenaran seperti ini karena kita seringkali lupa dan tidak fokus pada apa yang Tuhan ingin kita kerjakan. Kita perlu terus diingatkan karena kedagingan manusia selalu ingin kepuasan dirinya dipenuhi. Pernahkah kita berpikir bagaimana hidup saya bisa menjadi berkat? Kita bisa mulai dari gereja ini.

Read more...
 
<< Start < Prev 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Next > End >>

Page 50 of 62
RocketTheme Joomla Templates