Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 07 Mar'10 PDF Print E-mail

 

Kisah para Rasul 17:11

Ev. Gito Triantoro Wicaksono

Allah tidak perlu belajar karena Ia telah menetapkan segala sesuatu  dan karena itu ia mengetahui segala sesuatu. Ia tidak seperti kita yang perlu proses untuk memiliki pengetahuan, dari tidak tahu, mulai tahu dan makin tahu. Jikalau kita tidak mau belajar maka berarti kita merasa diri kita seperti Tuhan. Sadar atau tidak ketidakmauan kita untuk belajar adalah hal yang sangat penting  karena artinya kita menempatkan diri sebagai Tuhan. Orang yang tidak mau belajar akan membuat masalah di mana pun ia berada. Mengapa tidak mau belajar? Karena tidak mau diajar. Merasa diri sudah cukup dan sudah baik sehingga tidak perlu apa-apa lagi dari luar dirinya. Mengapa perlu belajar? Karena sadar diri tidak sempurna.

Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengatakan, “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah“ (Mat.5:3). Kesadaran akan kemiskinan diri akan membuat kita tahu dan merasa memerlukan Tuhan. Kalau kita tidak merasa miskin, merasa OK dan merasa cukup maka kita tidak akan merasa membutuhkan Tuhan. Apalagi sifat dari pengetahuan itu bertambah terus dan berkembang terus. Setiap 10 tahun kita selalu melihat ada perkembangan baru baik dalam ilmu bumi, ilmu perbintangan dan sebagainya. Apalagi tentang Tuhan yang tidak ada batasnya. Kalau kita merasa cukup dan tidak mau belajar lagi tentang Tuhan maka ada dampaknya.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 28 Feb'10 PDF Print E-mail

 

Yohanes 9:4; Kisah Para Rasul 1:7

Ev. Antonius Un, M.Div.

Antara Masa dan Waktu

Konsep waktu dalam kekristenan (Reformed) adalah konsep waktu yang bersifat linear (berjalan terus). Konsep waktu yang ada pada orang Yunani (Timur) tidak benar, yaitu bersifat melingkar. Arloji seringkali menjebak kita seolah-olah waktu itu kembali. Padahal waktu tidak pernah kembali. Detik, menit, minggu, hari, bulan semua berulang, tetapi tahun tidak. Total waktu tidak pernah berulang. Maka konsep waktu membawa kita mengerti akan waktu sebagai masa kini yang berjalan meninggalkan masa lalu. Masa lalu dan masa depan itu diam, yang bergerak adalah masa kini. Itu sebabnya kerapkali orang mengatakan waktu berlalu begitu cepat. Musa pun mengatakan waktu berjalan terburu-buru.

Lalu bagaimana kita mengerti waktu? Semua orang hidup di dalam waktu tetapi jarang yang memikirkan tentang waktu. Ruang dan waktu sama-sama diberikan Tuhan sebagai wadah supaya manusia hidup. Tetapi kesadaran manusia lebih besar terhadap ruang daripada waktu. Contoh: jika kita hidup di rumah yang sempit, kesadaran kita besar sekali. Ini dosa kita manusia berdosa yang lebih memperhatikan apa yang kelihatan (ruang) daripada yang tidak kelihatan (waktu). Manusia bisa membeli ruang, tetapi waktu tidak bisa dibeli, tidak bisa diulang. Ruang bisa ditipu, tetapi waktu tidak. Manusia bisa pergi berekreasi karena bosan dengan ruang yang ada. Manusia ribut jika kehilangan ruang, tetapi sedikit orang yang ribut saat membuang waktu. Paulus mengatakan, “kami memperhatikan yang tidak kelihatan bukan yang kelihatan, sebab yang tidak kelihatan itu kekal.” Tuhan menciptakan ruang dan waktu tetapi manusia hanya memperhatikan yang kelihatan. Akibatnya, waktu manusia mati, ia hanya diberi ruang yang paling kecil.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 21 Feb'10 PDF Print E-mail

 

Matius 16:13 – 20

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Di dalam Tuhan Yesus mempersiapkan gereja Perjanjian Baru, Ia memilih murid-murid-Nya. Yesus memilih murid bukan kebetulan, bukan tanpa rencana atau karena Ia tidak punya kerjaan dan kebiasaan, tetapi karena ada misi yang mau Ia lakukan. Misi yang mau dilakukan-Nya bukan misi sementara waktu kemudian lenyap. Banyak pemimpin yang mempunyai misi dan memimpin suatu gerakan tetapi tidak bertahan lama, termasuk organisasi Kristen (paling lama 100 sampai 200 tahun bertahan kemudian berjalan sendiri-sendiri). Bagaimana dengan misi Tuhan Yesus?

Yesus punya rencana dalam gereja Perjanjian Baru. Gereja sudah dimulai sejak pertama kali manusia diciptakan. Itulah umat Allah. Gereja adalah umat Allah. Allah menjalankan misi-Nya dalam Gereja Perjanjian Lama sampai genap dengan dimulainya Perjanjian Baru. Tetapi di Perjanjian Baru, Yesus memiliki rencana untuk meneruskan misi umat Allah itu dengan perkembangannya. Yesus bukan menutup gereja Perjanjian Lama dan membuka gereja Perjanjian Baru, tetapi Ia meneruskannya yang kini terbuka bagi semua bangsa. Perjanjian Lama fokusnya adalah Israel, bangsa pilihan Allah. Perjanjian Baru fokusnya sudah tersebar kepada seluruh bangsa. Misinya tetap berfokus pada Yesus Kristus.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 14 Feb'10 PDF Print E-mail

 

1 Petrus 2:9-10

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Banyak orang yang salah mengerti gereja dengan menganggap gereja hanya sebagai gedung, organisasi dan tradisi turun-temurun. Tetapi gereja adalah umat-Nya (orangnya). Gereja dari kata eklesia berarti orang-orang yang dipilih Tuhan, dipanggil keluar dari kumpulan orang berdosa, untuk ditebus, dibenarkan, dikuduskan oleh darah Yesus, kemudian dilengkapi dan diutus menjadi saksi Kristus di dunia. Jadi jika kita bergereja, kita harus mengerti fungsi gereja dan apa yang harus kita lakukan di gereja.

Tujuan kita datang ke gereja bukan untuk cari pengkhotbah. Di satu sisi hal ini benar, karena jika pengkhotbahnya sesat, kita harus cari pengkhotbah yang benar. Tetapi jika cari pengkhotbah hanya untuk memuaskan intelek dan emosi diri sendiri, itu salah. Tujuan kita datang ke gereja juga bukan untuk mencari kekayaan, kemakmuran dan kesuksesan. Semua ini pun berorientasi pada kepentingan diri sendiri. Ini bukan gereja. Karena itu orang yang hanya mau memuaskan diri sendiri akan mudah berpindah-pindah gereja. Saya sekali lagi bukan melarang orang pindah gereja. Justru kita harus pindah gereja jika pendeta kita sesat dan mencari gereja yang memberitakan Kristus dengan benar.

Read more...
 
<< Start < Prev 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Next > End >>

Page 50 of 61
RocketTheme Joomla Templates