Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 14 Nov'10 PDF Print E-mail


Damai Sejahtera yang Mempersatukan oleh Darah yang Mahal

Ef.2:11-22

Pdt. Andi Halim, S.Th

Umumnya orang mengerti damai sejahtera sebagai ketenangan hati. Itu juga sering menjadi pertimbangan bagi orang Kristen untuk melakukan segala sesuatu: apakah hatinya tenang atau gelisah? Kalau tenang dilakukan, kalau gelisah tidak dilakukan. Apakah hal itu yang dikatakan oleh Alkitab? Mari kita pertimbangkan apakah damai sejahtera itu identik dengan ketenangan dan kemantapan hati.

Orang yang tenang hati tidak tentu adalah orang yang sedang melakukan kebenaran. Kenapa? Karena mungkin orang itu memang temperamennya cuek dan flegmatik. Katanya orang semacam ini kalau rumah tetangga sebelahnya kebakaran pun dia tenang-tenang saja. Apakah ketenangan semacam ini berarti dipimpin Roh Kudus atau ketidakpedulian dan kemalasan? Orang yang malas pasti tenang dan cuek, misalnya tidak mau belajar meskipun ada ujian. Maka mungkin ketenangan kita ini karena kemalasan dan ketidakpedulian dengan sesuatu yang harusnya kita pikirkan dan gumulkan.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 07 Nov'10 PDF Print E-mail

Pimpinan dan Janji Tuhan dan Bagaimana Menjalaninya

Kej.21:8-21

Ev. Jimmy Pardede, M.A.

Orang-orang modern sering dianggap sempit, otoriter yang memaksakan pengajaran yang mau tidak mau harus diterima oleh mereka yang belajar dari mereka, sedangkan orang posmodern lebih suka memakai kisah atau narasi yang lebih limpah sehingga orang dapat belajar dari berbagai sisi, bukan satu atau dua sisi saja seperti pada orang modern. Cara ini lebih bebas memberikan orang untuk belajar bahkan mereka bisa belajar lebih banyak hal daripada yang dipikirkan oleh si pencerita. Akan tetapi ternyata Alkitab justru sudah memberikan narasi/ kisah mulai dari kitab-kitab yang pertama.

Kitab Kejadian misalnya. Kitab ini sepertinya kurang penjelasan apakah segala sesuatu yang dilakukan oleh para tokoh yang dikisahkan itu benar atau tidak. Abraham mengambil Hagar dan tidur dengannya, apakah itu benar atau tidak? Seolah kesimpulan harus kita ambil sendiri. Inilah cara narasi yang dibangga-banggakan orang posmodern itu, ternyata ia bukanlah hal yang baru tetapi sudah lama ada di dalam Alkitab. Maka ada berbagai cara untuk menyampaikan kebenaran di dalam Alkitab: melalui kisah seperti Kejadian, melalui poin-poin yang jelas seperti surat Roma, melalui puisi seperti kitab Mazmur, melalui surat yang intim seperti kitab Korintus, melalui bahasa simbolik seperti Wahyu. Maka Alkitab limpahnya bukan main dan kita tidak bisa mengurung kebenaran Kitab Suci hanya melalui satu cara saja. Allah adalah Allah yang limpah.

Lalu bagaimana cara saya tahu itu benar atau salah? Baca baik-baik dan renungkan kitab ini untuk mengetahui kenapa penulis meletakkan kitab ini di dalam bagian ini dan diceritakan di bagian ini. Maka studi yang dalam diperlukan untuk membahas apa yang kelihatannya sederhana. Alkitab itu menurut seorang theolog adalah seperti tanah yang berisi harta terpendam yang apabila makin digali makin dalam kita akan menemukan kelimpahannya. Maka pertanyaannya adalah apakah kita mau menggalinya atau hanya pungut yang di permukaan saja. Tidak mengerti bahasa asli dan hanya membaca biasa saja memang kita sudah memperoleh berkat, tetapi semakin menggali ke dalam kita akan semakin mengerti dan limpah, ini yang seringkali dilewatkan kebanyakan orang Kristen.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 24 Okt'10 PDF Print E-mail

 

Efesus 2:11-18

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Sebelum perikop ini, Efesus 2:1-10 membahas mengenai kondisi kita sebagai pribadi, yang dahulu mati sekarang dihidupkan, dahulu hidup menurut nafsu kedagingan sekarang telah dibangkitkan memperoleh hidup baru bersama dengan Tuhan. Ini perubahan orang di dalam Tuhan secara pribadi. Dulu di luar Tuhan sekarang di dalam Tuhan. Orang-orang yang sudah di dalam Tuhan harus ada tanda-tanda pertobatan. Meskipun secara de facto kita masih orang berdosa tetapi secara de facto juga kita sedang diproses, hari demi hari ada pertumbuhan dan perubahan nyata dalam hidup rohani orang yang sudah bertobat. Tidak mungkin orang yang sudah bertobat tidak ada pertumbuhan. Tidak mungkin orang yang sudah di dalam Tuhan tidak ada perubahan apa-apa.

Misalnya: bagaimana pengenalan kita akan Tuhan? ini harus ada pertumbuhan. Juga komitmen kita dalam melayani dan kerinduan kita dalam belajar firman, harus ada pertumbuhan. Jika kita makin lama makin malas melayani, baca Alkitab dan ibadah, ini harus jadi pertanyaan apakah kita sungguh-sungguh mengalami pertobatan sejati. Jangan kita menyalahkan lingkungan. Orang yang tidak bertumbuh imannya bukan salah orang lain tetapi karena dirinya sendiri. Karena orang yang sudah di dalam Tuhan ada Roh Kudus di dalamnya dan Roh Kudus yang menyertai dia adalah Roh yang terus-menerus mendorong untuk bertumbuh dalam kebenaran firman. Rasul Paulus yang sudah bertobat ada pertumbuhan yang nyata, ada proses, ada perubahan nilai. Paulus mengatakan yang dahulu dianggapnya untung sekarang dianggapnya rugi, pengenalan akan Kristus lebih mulia. Mari kita bertumbuh karena kasih karunia Allah sudah dicurahkan bagi kita.

Hari ini kita akan membahas perbedaan yang dahulu dan sekarang dalam konteks relasi antara orang Yahudi dan non-Yahudi, antara bangsa pilihan dan bangsa bukan pilihan, antara orang kafir dan orang yang percaya pada Tuhan, antara bangsa yang tidak bersunat dengan bangsa yang bersunat.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 17 Okt'10 PDF Print E-mail

 

Kolose 1:9–10

Ev. Joseph Yisrael, M.Div.

Ada satu pernyataan yang berlaku bagi orang Kristen, “Tahu maka kamu selamat, tidak tahu maka kamu binasa.” Apa yang membuat kita selamat? Yesus Kristus. Yesus menjadi batu pengetahuan yang agung bagi kita. Bagian firman ini jauh lebih dalam lagi. Bagi kita yang mengetahui Yesus Kristus, Paulus mau kita untuk mengenali kehendak-Nya yang sempurna. Bahkan perjalanan hidup kita berada dalam garis pengetahuan Tuhan ini. Saat hidup kita makin mengenal Tuhan, kita juga makin dilayakkan, makin mampu mengerjakan pekerjaan Tuhan, makin berbuah, makin mempermuliakan Tuhan dan akhirnya semakin mengenal Tuhan.

Pertama, pengenalan akan Allah. Pengenalan akan Allah tidak sama dengan pengenalan yang kita miliki terhadap apapun di dunia ini. Pengetahuan di dunia dapat kita peroleh dan kita kejar. Tetapi semua ini hanya bertujuan untuk kepentingan diri sendiri. Sementara pengenalan akan Allah membuat perubahan yang luar biasa dan memiliki nilai yang kekal. Bukan berarti pengetahuan lain tidak perlu, tetapi pengenalan akan Allah adalah pengetahuan yang sangat agung. Kita harus terus dengan haus menambahkan pengenalan itu semakin hari semakin kaya. Semakin kenal Tuhan, semakin kita menghormati Dia, taat mengabdi dan bersyukur pada-Nya. Pengetahuan matematika adalah pengetahuan yang tidak mengubah hidup. Tetapi pengenalan akan Allah membuat hidup yang sudah rusak oleh dosa menjadi dipulihkan kembali. Inilah inti hidup kita, mengenal Allah.

Read more...
 
<< Start < Prev 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Next > End >>

Page 44 of 62
RocketTheme Joomla Templates