Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 24 Okt'10 PDF Print E-mail

 

Efesus 2:11-18

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Sebelum perikop ini, Efesus 2:1-10 membahas mengenai kondisi kita sebagai pribadi, yang dahulu mati sekarang dihidupkan, dahulu hidup menurut nafsu kedagingan sekarang telah dibangkitkan memperoleh hidup baru bersama dengan Tuhan. Ini perubahan orang di dalam Tuhan secara pribadi. Dulu di luar Tuhan sekarang di dalam Tuhan. Orang-orang yang sudah di dalam Tuhan harus ada tanda-tanda pertobatan. Meskipun secara de facto kita masih orang berdosa tetapi secara de facto juga kita sedang diproses, hari demi hari ada pertumbuhan dan perubahan nyata dalam hidup rohani orang yang sudah bertobat. Tidak mungkin orang yang sudah bertobat tidak ada pertumbuhan. Tidak mungkin orang yang sudah di dalam Tuhan tidak ada perubahan apa-apa.

Misalnya: bagaimana pengenalan kita akan Tuhan? ini harus ada pertumbuhan. Juga komitmen kita dalam melayani dan kerinduan kita dalam belajar firman, harus ada pertumbuhan. Jika kita makin lama makin malas melayani, baca Alkitab dan ibadah, ini harus jadi pertanyaan apakah kita sungguh-sungguh mengalami pertobatan sejati. Jangan kita menyalahkan lingkungan. Orang yang tidak bertumbuh imannya bukan salah orang lain tetapi karena dirinya sendiri. Karena orang yang sudah di dalam Tuhan ada Roh Kudus di dalamnya dan Roh Kudus yang menyertai dia adalah Roh yang terus-menerus mendorong untuk bertumbuh dalam kebenaran firman. Rasul Paulus yang sudah bertobat ada pertumbuhan yang nyata, ada proses, ada perubahan nilai. Paulus mengatakan yang dahulu dianggapnya untung sekarang dianggapnya rugi, pengenalan akan Kristus lebih mulia. Mari kita bertumbuh karena kasih karunia Allah sudah dicurahkan bagi kita.

Hari ini kita akan membahas perbedaan yang dahulu dan sekarang dalam konteks relasi antara orang Yahudi dan non-Yahudi, antara bangsa pilihan dan bangsa bukan pilihan, antara orang kafir dan orang yang percaya pada Tuhan, antara bangsa yang tidak bersunat dengan bangsa yang bersunat.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 17 Okt'10 PDF Print E-mail

 

Kolose 1:9–10

Ev. Joseph Yisrael, M.Div.

Ada satu pernyataan yang berlaku bagi orang Kristen, “Tahu maka kamu selamat, tidak tahu maka kamu binasa.” Apa yang membuat kita selamat? Yesus Kristus. Yesus menjadi batu pengetahuan yang agung bagi kita. Bagian firman ini jauh lebih dalam lagi. Bagi kita yang mengetahui Yesus Kristus, Paulus mau kita untuk mengenali kehendak-Nya yang sempurna. Bahkan perjalanan hidup kita berada dalam garis pengetahuan Tuhan ini. Saat hidup kita makin mengenal Tuhan, kita juga makin dilayakkan, makin mampu mengerjakan pekerjaan Tuhan, makin berbuah, makin mempermuliakan Tuhan dan akhirnya semakin mengenal Tuhan.

Pertama, pengenalan akan Allah. Pengenalan akan Allah tidak sama dengan pengenalan yang kita miliki terhadap apapun di dunia ini. Pengetahuan di dunia dapat kita peroleh dan kita kejar. Tetapi semua ini hanya bertujuan untuk kepentingan diri sendiri. Sementara pengenalan akan Allah membuat perubahan yang luar biasa dan memiliki nilai yang kekal. Bukan berarti pengetahuan lain tidak perlu, tetapi pengenalan akan Allah adalah pengetahuan yang sangat agung. Kita harus terus dengan haus menambahkan pengenalan itu semakin hari semakin kaya. Semakin kenal Tuhan, semakin kita menghormati Dia, taat mengabdi dan bersyukur pada-Nya. Pengetahuan matematika adalah pengetahuan yang tidak mengubah hidup. Tetapi pengenalan akan Allah membuat hidup yang sudah rusak oleh dosa menjadi dipulihkan kembali. Inilah inti hidup kita, mengenal Allah.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 10 Okt'10 PDF Print E-mail

 

Kejadian 19:1-11

Pdt. Gatot Setijobudi

Koran Jawa Pos pada tanggal 18-19 Juli lalu memuat cerita perjalanan seorang wartawati yang sedang belajar di Italia. Ia melakukan perjalanan ke sebuah situs yaitu kota yang selama 16 abad terpendam debu dan abu dari letusan sebuah gunung berapi. Pada abad ke-18 baru digali dan sekarang menjadi tempat wisata di Italia. Judulnya: “Belajar dari tata kota Pompey, layaknya kota abad ke-21 sudah ada spa dan gimnastik”. Mengunjungi situs Pompey Italia serasa masuk ke peradaban modern. Sama sekali tidak dapat dibayangkan kota seluas 66 hektar itu dibangun pada abad ke-6 SM. Di kota Pompey jalan-jalan sudah dibangun begitu bagus dan lebar. Bahkan masih relevan untuk keadaan kota abad ke-21 ini. Luar biasa. Kemudian juga ditemukan hotel-hotel, fasilitas spa, air mancur di beberapa penjuru kota, pipa-pipa bersih yang menyalurkan air, ada juga teater-teater yang disebut omnitheatre. Di teater ini biasa dilakukan pertandingan antar manusia, gladiator, yang terkadang sampai mati. Pengunjung-pengunjung hadir untuk melihat. Kota yang begitu megah ini ternyata tertimbun debu dan abu, bukan hanya bangunan fisik tetapi juga 20.000 penghuninya. Letusan gunung itu juga disertai angin badai yang menghancurkan kota ini.

Beberapa orang Kristen bertanya-tanya: Apakah yang menimpa kota Pompey ini merupakan hukuman dari Allah? Kejadian ini mengingatkan mereka pada kejadian yang ditulis di Alkitab yaitu penghancuran kota Sodom dan Gomora, kota yang subur di lembah Yordan. Allah menghancurkan dengan hujan belerang dan api dari langit. Dari bagian yang kita baca (ayat 24) Allah bertindak memusnahkan kota itu karena dosa-dosa Sodom dan Gomora. Lalu mengapa orang-orang menghubungkan kota Pompey dengan Sodom dan Gomora? Dalam penggaliannya, para ahli menemukan kota Pompey itu tertimbun secara utuh, seperti kota yang dibekukan dalam peti es. Tidak hanya bangunan-bangunannya tetapi juga jasad-jasad manusia yang meninggal di sana. Kebudayaan kota itu dapat dipelajari dan ditemukan bahwa dosa seks merajalela di kota Pompey. Dalam artikel lain juga ditemukan bahwa warga sudah mengenal bar dan prostitusi. Selain itu juga dilakukan praktek phalic worship, dari kata phalus yang artinya adalah organ intim pria. Hal ini mengingatkan orang Kristen akan kota Sodom dan Gomora yang diluluhlantahkan oleh Tuhan karena memang dosa seks menonjol di kota itu.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 03 Okt'10 PDF Print E-mail

 

Efesus 2:11-22

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Kita sudah belajar bagaimana keadaan kita yang dahulu dan yang sekarang. Dahulu kita mati, sekarang kita dihidupkan. Dahulu kita taat kepada iblis, sekarang kepada Allah. Dahulu kita terus berbuat kejahatan, dikuasai hawa nafsu kedagingan, dan menuju kebinasaan, sekarang kita dibangkitkan, memperoleh hidup baru dan menuju pada hidup yang kekal. Ini anugerah begitu besar bagi orang percaya. Kita seringkali meremehkan dan mengalihkan intisari iman Kristen ini dengan hal-hal yang tidak berguna. Jangan sampai kita terseret dengan pengajaran-pengajaran yang tidak beres.

Setelah memperoleh anugerah besar ini, bagaimana respon kita? Mengapa seringkali respon orang-orang yang diajari kebenaran justru bertolak belakang dengan kebenaran yang sejati? Mengapa orang-orang yang mendengar pengajaran yang salah justru begitu antusias dan bersemangat seolah-olah mendapat hal yang begitu berharga? Kita perlu introspeksi. Semangat dalam pelayanan tidak menjamin orang sudah dalam kebenaran. Tetapi orang yang sudah dalam kebenaran namun tidak memiliki semangat juga berarti ada yang salah.

Read more...
 
<< Start < Prev 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Next > End >>

Page 44 of 62
RocketTheme Joomla Templates