Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 06 Mar'11 PDF Print E-mail

Kelahiran baru dan misi Kerajaan Allah

Yohanes 3:1-21

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Nikodemus adalah seorang Farisi dan pemimpin agama Yahudi. Farisi adalah satu organisasi keagamaan yang berkaitan dengan politik pada zaman itu. Sehingga orang Farisi adalah orang penting di masyarakat. Sebagai pemimpin agama Yahudi, Nikodemus berarti juga anggota Sanhedrin. Jadi Nikodemus pasti orang penting, berpendidikan dan berkedudukan. Ia sangat dihormati oleh masyarakat Yahudi. Di zaman sekarang misalnya Ketua PGI. Nikodemus memiliki kedudukan dan ilmu yang sangat tinggi.

Tetapi orang yang berkedudukan tinggi seperti ini ternyata mempunyai kegelisahan waktu melihat sosok Yesus Kristus. Apa kegelisahannya? Padahal Yesus itu ‘orang kampung’, ‘tidak berpendidikan’, ‘tidak terpelajar’ dan tidak punya organisasi politik. Tetapi Nikodemus begitu gelisah sampai ia mau datang kepada Yesus di malam hari. Tentunya jika ia datang di pagi hari bisa heboh. Yesus Kristus sedang dituduh membawa ajaran-ajaran yang aneh yang lain dari yang diajarkan para ahli Taurat. Sehingga akan beresiko besar jika Nikodemus bertemu Yesus di siang hari. Jika Nikodemus memiliki kedudukan tinggi, harusnya ia memiliki kuasa untuk meminta Yesus datang ke rumahnya dan bukan sebaliknya. Tetapi Nikodemus bersedia datang malam-malam. Berarti di mata Nikodemus Yesus adalah seorang yang ia segani dan hormati. Nikodemus masih belum tahu siapa Yesus.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 20 Feb'11 PDF Print E-mail

 

Sabat

Kej.2:1-3, Kel.20:8-11, Mat.11:25-30, 1Yoh.2:15-17

Ev. Bakti Anugrah, M.A.

Ada satu pepatah dalam Bahasa Indonesia yang terkenal: Berakit-rakit dahulu berenang-renang ketepian dan bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Pepatah ini secara tidak sadar sudah integral dalam hidup kita. Pertanyaannya apakah pepatah ini tepat atau tidak? Prinsip pepatah ini adalah setelah kita bekerja keras, saya berhak menikmati apa yang menjadi hasil kerja keras saya. Jika saya sudah selesai melakukan apa yang harus saya lakukan, ijinkanlah saya menikmati hidup saya sekarang. Dunia bisnis mengatakan ‘no pain, no gain’ – jika tidak ada sesuatu yang menyakitkan maka kamu tidak akan memperoleh apa-apa. Dapat juga dikatakan ‘work hard, play hard’. Setelah kerja keras, kini saya juga berhak main sepuas-puasnya. Ada perusahaan-perusahaan yang setelah bekerja keras, maka kita akan diminta untuk menghibur (entertain) tamu-tamu atau klien kita. Biasanya termasuk makan, jalan-jalan, karaoke, bahkan minum-minum atau main perempuan. Salahkah kita menikmati hasil kerja keras kita?

Kitab Pengkotbah mengatakan jika kita bisa makan, minum dan bersenang-senang inipun berasal dari Tuhan. Berarti boleh menikmati hidup (asal bukan yang berdosa). Alkitab juga mengatakan orang yang tidak bekerja tidak boleh makan. Artinya, mereka yang sudah bekerja keras boleh menikmatinya. Tetapi ada sesuatu yang ekstrim adalah kita lupa itu berasal dari mana dan kita menjadikannya tujuan hidup kita, yaitu kalau saya sudah bekerja keras saya wajib bersenang-senang. Jika belum terpuaskan maka kita akan menunggu kapan melampiaskan nafsu itu. Inilah diri kita setelah kejatuhan. Kita ingin menikmati hidup sepuas-puasnya.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 13 Feb'11 PDF Print E-mail

Mati

Kolose 3:3-11

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Banyak orang Kristen yang masih salah memandang kematian. Ada yang menganggap tidak boleh ada kata mati yang terucap, misalnya dalam tradisi Tionghoa, karena dianggap bisa sial. Ada juga orang yang takut soal kematian: misalnya waktu tutup peti mati seluruh keluarga membelakangi peti mati karena takut sial. Kalau demikian, orang yang paling sial adalah tukang tutup peti matinya bukan?

Ada 5 poin yang mau saya sampaikan dalam Alkitab mengenai kematian:

Pertama, mati jasmani, ini bukan hal asing dalam hidup manusia. Kenyataannya setiap hari pasti ada orang mati. Coba lihat di Adi Jasa, pernahkah satu hari kosong sama sekali? Bahkan di seluruh dunia mungkin setiap detik ada orang mati. Jadi mati adalah sesuatu yang umum dan tidak asing. Tidak ada yang aneh tentang kematian. Kalau kita jarang mendengar kematian mungkin karena anggota keluarga kita tidak ada yang mati, tetapi ini terus terjadi di masyarakat. Ini menjadi penghiburan bahwa jika kita mati nanti kita tidak sendirian karena ada orang lain yang juga mati di tempat lain. Apalagi dalam Kristus, kita tidak perlu takut karena Tuhan Yesus sendiri yang akan menyambut kita.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 30 Jan'11 PDF Print E-mail


Konsep Gereja yang Bertumbuh

Kis. 2:41-47, 17:11

Pdt. Andi Halim, S.Th.

 

Pada umumnya orang menyadari bahwa pertumbuhan gereja yang sehat bukan masalah kuantitas tetapi kualitas. Namun meskipun yang ditekankan adalah kualitas, seringkali kesimpulan akhirnya tetaplah kenaikan kuantitas. Jarang ada penulis yang bersaksi bahwa karena menekankan kualitas, sampai hari ini jumlah jemaatnya tidak bertambah melainkan tetap.

Bagaimana dengan gereja-gereja yang pernah dilayani oleh para rasul? Kita tahu bahwa setelah Petrus berkotbah 3000 orang bertobat. Alkitab juga mencatat bahwa jumlah mereka ditambahkan sehari lepas sehari. Tetapi di mana sekarang gereja-gereja yang dulu dilayani oleh para rasul itu? Di mana gereja Yerusalem, Efesus, Korintus, Kolose, Filipi, Galatia? Jika konsep gereja yang bertumbuh itu diartikan dengan perluasan dan perkembangan, maka rasul-rasul itu bisa dikatakan tidak berhasil dalam mendirikan gereja – karena sekarang gereja-gereja yang dilayani para rasul dulu tinggallah puing-puing saja. Ini harus menjadi pemikiran kita mengenai apa artinya gereja yang bertumbuh. Karena itu, gereja yang bertumbuh tidak berarti harus selalu eksis di sepanjang zaman dan terus memperbanyak diri. Kelihatannya ini bukan cara Tuhan.

Read more...
 
<< Start < Prev 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Next > End >>

Page 43 of 65
RocketTheme Joomla Templates