Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 30 Jan'11 PDF Print E-mail


Konsep Gereja yang Bertumbuh

Kis. 2:41-47, 17:11

Pdt. Andi Halim, S.Th.

 

Pada umumnya orang menyadari bahwa pertumbuhan gereja yang sehat bukan masalah kuantitas tetapi kualitas. Namun meskipun yang ditekankan adalah kualitas, seringkali kesimpulan akhirnya tetaplah kenaikan kuantitas. Jarang ada penulis yang bersaksi bahwa karena menekankan kualitas, sampai hari ini jumlah jemaatnya tidak bertambah melainkan tetap.

Bagaimana dengan gereja-gereja yang pernah dilayani oleh para rasul? Kita tahu bahwa setelah Petrus berkotbah 3000 orang bertobat. Alkitab juga mencatat bahwa jumlah mereka ditambahkan sehari lepas sehari. Tetapi di mana sekarang gereja-gereja yang dulu dilayani oleh para rasul itu? Di mana gereja Yerusalem, Efesus, Korintus, Kolose, Filipi, Galatia? Jika konsep gereja yang bertumbuh itu diartikan dengan perluasan dan perkembangan, maka rasul-rasul itu bisa dikatakan tidak berhasil dalam mendirikan gereja – karena sekarang gereja-gereja yang dilayani para rasul dulu tinggallah puing-puing saja. Ini harus menjadi pemikiran kita mengenai apa artinya gereja yang bertumbuh. Karena itu, gereja yang bertumbuh tidak berarti harus selalu eksis di sepanjang zaman dan terus memperbanyak diri. Kelihatannya ini bukan cara Tuhan.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 23 Jan'11 PDF Print E-mail

Persembahan yang hidup

Kel.7:16a, Rm. 6:12-14, Rm. 12:1-2

Ev. Bakti Anugrah, M.A.

Peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Mesir adalah suatu tipologi / gambaran tentang apa yang akan terjadi dalam kehidupan orang percaya. Mesir menggambarkan kuasa kematian, dosa dan kegelapan. Lalu Tuhan melepaskan bangsa Israel, mereka mengalami kehidupan. Mereka tidak lagi hidup dalam kegelapan tetapi mereka dibawa kepada terang, tidak lagi hidup dalam perbudakan tetapi mereka menjadi umat Tuhan. Dalam kitab Keluaran, tujuan bangsa Israel dilepaskan dari perbudakan Mesir adalah supaya mereka beribadah kepada Tuhan. Kata ‘agar mereka beribadah kepada Tuhan’ paling tidak muncul 9 kali dalam kitab Keluaran. Kata ini dicatat berulang-ulang. Mereka beribadah di padang gurun sebelum masuk ke tanah Perjanjian. Ini menggambarkan bahwa hidup kita dalam dunia bersifat sementara dan mengikuti pimpinan Tuhan, kelak kita akan masuk ke tanah Perjanjian. Kita belum masuk ke surga kekal, kita masih ada dalam dunia dan mempunyai tujuan. Tujuan kita bukan hanya sekedar menunggu surga seperti orang yang membeli tiket nonton bioskop menunggu kapan boleh masuk. Kita bukan lepas untuk sekedar santai menunggu, tetapi kita dilepaskan untuk beribadah kepada Tuhan.

Ibadah berarti sujud menyembah, khususnya kepada mereka yang punya otoritas lebih tinggi (bahkan sampai kepalanya tunduk sampai ke tanah). Dulu orang Israel harus tunduk pada Firaun, setelah mereka dilepaskan mereka harus tunduk pada Tuhan yang sudah melepaskan mereka. Hidup kekristenan kita pun seperti itu. Kita sudah dilepaskan dari dosa maka hidup kita adalah untuk beribadah kepada-Nya dan pasti kita tidak akan terlalu menikmati ‘padang gurun’ lagi sampai akhirnya kita masuk ke ‘tanah Perjanjian’. Dalam kasus bangsa Israel, kadang-kadang tiang api berhenti di satu tempat cukup lama, kadang mereka harus bergerak cepat. Tetapi kapan pun tiang api tiang awan itu bergerak, kadang cepat kadang lambat, mereka harus ikut. Ini adalah perjalanan yang bersifat temporer, bukan untuk selama-lamanya. Demikian juga kita. Kita tidak hidup selama-lamanya di dunia ini, tetapi kita punya tujuan ke tanah Perjanjian dan apa yang kita kerjakan mempunyai nilai kekal.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 16 Jan'11 PDF Print E-mail


Rahasia Hidup menghadapi Tantangan

Kol.2:6,7; Mat.13:21

Pdt. Tumpal Hutahaean, M.A.

Rahasia kekuatan kita menghadapi gelombang hidup dan tantangan dan godaan jaman bukanlah uang, harta, titel, kekuasaan, atau kebesaran nama. Banyak orang yang memiliki semua ini tapi rumah tangganya hancur dan hidupnya rusak, depresi dan sebagainya. Rahasia kekuatan hidup kita adalah iman kita kepada Kristus. Memang iman tidak kelihatan tapi itu adalah fondasi hidup kita yang sesungguhnya dan paling sejati. Bangunan dan rumah yang megah  tidak menentukan kekuatannya tetapi dari fondasi yang tertanam yang tidak terlihat oleh mata sehingga pada waktu datang goncangan dan gempa yang kuat bangunan itu tetap kokoh.

Rumah yang kuat fondasinya harus batu karang bukan pasir sehingga waktu diterjang ombak yang kuat ia bertahan. Seberapa kuat kita akan tampak dari waktu kita menghadapai kesulitan, ejekan, dan hinaan. Apakah kita goyah, tersinggung dan lain-lain? Ini menunjukkan bahwa kita mentuhankan perasaan kita. Akibatnya kita mudah marah waktu dikritik kecil sekalipun. Pdt. Stephen Tong mengatakan bahwa hamba Tuhan yang baik sudah mematikan perasaannya dan keinginan-keinginan yang tidak suci, yang bersifat kedagingan. Karakter kita terbentuk melalui setiap kesulitan dan tantangan hidup  berdasarkan iman yang benar kepada Kristus. Pilot yang baik adalah yang mampu melewati badai dan tantangan cuaca sampai pesawat dapat mendarat dengan selamat di kota tujuan. Demikian juga nahkoda kapal yang baik.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 09 Jan'11 PDF Print E-mail

Ciri-ciri Gereja yang Bertumbuh

Kis. 2:41-47

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Tujuan hidup manusia sudah terdistorsi oleh dosa. Manusia yang harusnya memuliakan Allah akhirnya memuliakan diri sendiri. Manusia yang seharusnya berfungsi melaksanakan apa yang menjadi rencana Allah memikirkan rencananya sendiri. Maka tujuan hidup yang diubahkan seharusnya mengembalikan fungsi manusia kepada yang sebenarnya yaitu mengarahkan hidupnya bagi apa yang sudah direncanakan Allah. Allah yang menciptakan, Allah yang merancang. Allah yang punya rencana bukan kita. Maka seharusnya kita mengacu pada rencana Allah bukan memperalat Allah untuk memenuhi rencana kita. Seharusnya saya tunduk melakukan rencana Allah dalam kehidupan saya. Inilah perubahan tujuan hidup yang diubahkan.

Bagaimana gereja yang bertumbuh? Ada banyak teori mengenai gereja yang bertumbuh. Ada gereja yang memakai standar duniawi untuk mengukur pertumbuhan yaitu jemaatnya makin berkembang dan makin banyak. Memang kita baca dalam Alkitab bahwa ketika Petrus berkotbah, 3000 orang bertobat. Dalam Kisah Rasul yang kita baca juga tertulis bahwa Tuhan menambahkan jumlah jemaat mula-mula tiap-tiap harinya. Tetapi jika demikian apakah gereja kita tidak bertumbuh karena jumlah kita tidak bertambah banyak tiap tahunnya? Apakah berarti ada sesuatu yang salah dalam gereja kita? Ada juga orang yang beranggapan bahwa gereja yang bertumbuh bukan hanya banyak anggotanya tetapi juga jemaatnya bertambah kaya.

Read more...
 
<< Start < Prev 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Next > End >>

Page 37 of 58
RocketTheme Joomla Templates