Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 05 Oktober 2014 PDF Print E-mail

Iman yang Sejati

Ibr 11:1-3; Rm 10:17

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Banyak gereja yang memberikan pengajaran tentang iman yang salah yang bercampur dengan konsep dunia yaitu berpikir positif, sukses melalui sugesti diri dan hipnotis, dan lain sebagainya. Iman seringkali diartikan bagaimana kita bisa berhasil seperti yang kita inginkan.

Iman yang benar seharusnya bagaimana? Banyak ayat yang membingungkan mengenai iman misalnya Mrk.11:23-24 mengatakan bahwa apapun yang kita minta dan doakan akan diberikan kepada kita. Kemudian Yoh.15:7 mengatakan bahwa jika kita tinggal di dalam Tuhan maka minta apa saja yang kita kehendaki akan diberikan.

Bagaimana kita harus menerjemahkan ayat-ayat ini? Kita tidak bisa membuang bagian ini karena isinya “seperti ajaran karismatik.” Ayat-ayat ini adalah bagian dari firman Tuhan, maka tidak bisa dibuang. Ada beberapa prinsip penting yang harus kita pegang dalam menerjemahkan ayat-ayat tersebut maupun ayat-ayat lain yang kelihatannya membingungkan. Selain itu kita juga harus punya dasar yang kuat. Orang dengan dasar yang kuat dan pikiran yang sehat tidak akan mengartikan ayat-ayat tersebut secara harafiah. Tidak mungkin semua yang kita inginkan akan dipenuhi oleh Tuhan.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 28 September 2014 PDF Print E-mail

1 Sam 6 : 1-21

Ev. Gito T. Wicaksono

Kita perlu melihat sejarah, karena jika tidak kita akan lupa atau bahkan tidak tahu bagaimana karya Allah di dalam sejarah. Dalam kitab yang berkaitan dengan sejarah seperti kitab Samuel, Raja-raja, Tawarikh dsbnya, sebenarnya bukanlah sekadar kitab sejarah, tetapi bagaimana Tuhan menyatakan diriNya di dalam sejarah, bagaimana Tuhan menyertai dalam kehidupan umat-Nya.

Hal yang sangat penting dalam kehidupan bangsa Israel di zaman tersebut adalah Tabut Allah. Tabut ini adalah semacam kotak yang dihiasi dengan patung kerub, isinya adalah 2 loh batu yang ditulis oleh Tuhan dan diberikan kepada Musa dilengkapi dengan 4 gelang untuk mengangkat. Tabut Allah ini menjadi simbol kehadiran Tuhan di tengah bangsa Israel. Simbol kehadiran Tuhan, bukan Tuhan. Tetapi bangsa Israel seringkali salah dan memberhalakan tabut Allah ini. Selama 40 tahun perjalanan mereka, Tuhan memimpin bangsa Israel dengan menggunakan tiang awan dan tiang api. Saat berhenti, mereka membangun kemah untuk Tabut Allah, dan saat berjalan, kemah tersebut dirapikan, begitu seterusnya. Saat bangsa Israel mencapai tanah perjanjian kemah ini tidak lagi dipakai, dan dibangunlah bait Allah di era Salomo. Tabut Allah ini sangat penting bagi Israel.

Tabut ini selalu dibawa dalam berbagai kondisi, termasuk perang. Saat Daud berselingkuh dengan Betsyeba, dosa Daud yang paling fatal awalnya bukanlah perselingkuhan, tetapi Daud sudah mulai meremehkan Allah. Pada saat itu Israel sedang berperang, dan sebagai simbol kehadiran Tuhan, Tabut Allah dibawa ke medan perang, tetapi Daud tidak ikut ke medan perang. Maka sebelum berzinah, sebenarnya Daud sudah melanggar perintah pertama yaitu tidak menghormati Allah.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 21 September 2014 PDF Print E-mail

Eksposisi 1 Petrus 2:16-17

Ev. Calvin Renata

Dalam ayat ke-15, Petrus memberikan nasihat supaya kita tunduk kepada pemerintah, tetapi dalam ayat ke-16, Petrus mengatakan supaya kita hidup sebagai orang yang merdeka. Kedua ayat ini tidak berkontradiktif melainkan dilihat dari sudut pandang yang berbeda.

Di satu pihak Petrus menuntut kita supaya tunduk kepada pemerintah, karena tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Allah. Tetapi pada ayat ke-16 Petrus tidak berbicara mengenai kemerdekaan jasmani, tetapi dalam konteks rohani.

Merdeka di dalam definisi paling sederhana artinya tidak ada yang menguasai, menindas, menekan, dan mengendalikan hidup kita lagi. Petrus dalam bagian ini memberikan perintah supaya kita hidup sebagai orang yang merdeka. Ada 4 hal yang harus kita mengerti dalam membaca bagian ini :

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 14 September 2014 PDF Print E-mail

Iman Sejati

Ibr 11:8-19

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Kita sudah belajar mengenai Abraham beberapa kali dan dari situ kita bisa melihat bahwa Abraham adalah manusia biasa yang berdosa dan tidak bisa dicontoh. Abraham punya kelemahan dan kekurangan seperti kita. Karena itu yang bisa diandalkan bukan Abraham atau tokoh Alkitab yang lain, bukan juga iman yang luar biasa.

Apakah yang dimaksud dengan iman? Orang seringkali berpikir bahwa dengan iman manusia bisa melakukan hal yang besar, bahkan Tuhan pernah mengatakan iman sebesar biji sesawi bisa memindahkan gunung. Kalimat seperti ini membuat orang beranggapan bahwa iman sangat luar biasa. Ini merupakan konsep yang salah. Di dalam satu ayat memang Tuhan pernah berkata kepada seorang perempuan bahwa imannya besar (Mat.15:28). Kalimat ini bisa menyebabkan salah pengertian sehingga kita bisa menganggap bahwa iman ibu ini memang luar biasa dan hebat sehingga Tuhan Yesus pun mengakuinya. Kesan inilah yang kita dapatkan sehingga bisa-bisa kita menjadikan hal ini sebagai tujuan, yaitu mempunyai iman yang besar supaya kita bisa mengalami kejadian yang hebat juga.

Ibu yang disebut Yesus sebagai orang yang beriman besar ini berasal dari bangsa Kanaan yang merupakan bangsa kafir. Kedatangan perempuan ini ditolak oleh Yesus dan murid-murid-Nya. Menyebut Yesus sebagai Anak Daud bukanlah hak perempuan Kanaan ini karena ia bangsa kafir yang tidak menerima janji Allah. Kata-kata Tuhan Yesus kepada perempuan ini bertujuan untuk menyadarkan dan menginsafkan. Tuhan Yesus mengusir perempuan ini, tetapi perempuan itu tetap mendekat dan menyembah Yesus. Sikap perempuan ini mengalami perubahan dari yang awalnya berteriak memanggil kemudian datang menyembah. Perempuan yang awalnya emosional dan sembarangan menyebut Yesus sebagai anak Daud datang dan menyembah Yesus dan mengakui bahwa Dialah yang empunya kuasa. Perempuan ini meminta supaya Tuhan menolong Dia. Perempuan yang semula memaksa Tuhan Yesus sekarang sudah menyerah dan memohon belas kasihan dari Tuhan Yesus.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 63
RocketTheme Joomla Templates