Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 16 November 2014 PDF Print E-mail

Hidup sebelum dan sesudah mengenal Tuhan

Ef. 4:17-32

Ev. Bakti Anugrah

Sebelumnya kita sudah membahas bagaimana kehidupan kita seperti gunung es di laut, hanya sebagian kecil yang tampak di permukaan. Banyak hal yang tidak kita tunjukkan kepada orang lain. Dalam surat Efesus ini Tuhan melalui Paulus membentuk masyarakat baru sesuai dengan kehendakNya. Dalam surat Efesus ini Paulus menuliskan dasar-dasar doktrinal sampai dengan pasal 4:16, kemudian diteruskan dengan penjelasan yang praktis sampai dengan akhir surat. Tuhan ingin kita mengerti secara doktrin dan Tuhan ingin kita melakukan firman tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dalam ayat 17-24, menjelaskan hidup kita ada 2 macam yaitu sebelum mengenal Tuhan dan sesudah mengenal Tuhan. Rasul Paulus menegaskan kepada kita supaya kita jangan hidup seperti orang yang belum mengenal Allah. Ini adalah berita injil, hidup lama dapat diselesaikan dengan mempunyai hubungan (persekutuan) dengan Tuhan. Tuhan Yesus datang untuk mempersatukan Allah dan manusia yang terpisah, kemudian setelah kita bersekutu dengan Tuhan, kita harus juga melakukan tindakan praktisnya (ayat 25 dan seterusnya). Perbuatan baik bukanlah perbuatan baik jika kita tidak bersekutu dengan Tuhan.

Ada beberapa dosa yang disebutkan rasul Paulus dalam bagian ini yaitu :

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 02 November 2014 PDF Print E-mail

Relasi Tuan dan Hamba

Eksposisi 1 Ptr. 2:18-20

Ev. Calvin Renata, M.Div.

Mulai dari 1 Ptr. 2:11, Petrus berbicara mengenai hal yang praktis yaitu etika bagaimana manusia harus hidup dengan sesamanya. Pertama, Petrus berbicara mengenai relasi rakyat dan pemerintah (ay.13), kemudian tentang kemerdekaan hidup orang percaya (ay.16). Lalu dalam ayat 18-20 Petrus berbicara mengenai hubungan antara tuan dan hamba.

Petrus memberikan nasihat bagaimana seorang hamba harus hidup di hadapan tuannya, yaitu supaya mereka tunduk kepada tuannya. Pembaca surat Petrus sebagian besar adalah pekerja atau orang yang harus bekerja kepada orang lain, karena jika tidak maka Petrus tidak perlu menuliskan hal ini.

Petrus tidak menggunakan kata hamba dan tuan yang sering dipakai. Paulus menulis hamba sebagai dolos, dan tuan sebagai kurios. Dalam bagian ini Petrus menggunakan kata oiketai (oikos = rumah) yang secara literal diartikan sebagai hamba rumah. Sedangkan tuan memakai kata despotes. Despotes kemudian diadaptasi ke dalam bahasa inggris menjadi despot (tirani). Kata despotes mempunyai pengertian yang sangat negatif, yang cenderung diterjemahkan sebagai penguasa /tirani. Di dalam konteks inilah Petrus memberikan nasihat kepada pembacanya. Dari pengertian bahasa aslinya, relasi antara budak dan tuannya adalah tidak menyenangkan.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 19 Oktober 2014 PDF Print E-mail

Prinsip Kepemimpinan

Ul.1:9-18

Ev. Gito T.W.

Bulan Oktober kita merayakan hari Reformasi. Reformasi ini tidak hanya di dalam gereja, tetapi juga di dunia. Reformasi tidak terjadi di bidang tertentu saja. Seringkali kita hanya berfokus kepada gereja saja. Kini kita bisa membaca Alkitab dengan berbagai bahasa karena adanya reformasi gereja. Gereja dimulai dari Kristus sendiri dan berdiri di atas satu alas yaitu Kristus. Namun pada perkembangannya gereja sering melupakan hal tersebut. Kita harus melihat gereja bukan dari struktur atau organisasi. Gereja berasal dari kata ecclesia yang artinya dipanggil keluar.

Calvin membedakan gereja menjadi gereja visible (terlihat) dan invisible (tidak terlihat). Gereja yang terlihat adalah gedung atau organisasinya, seperti GRII, GKA, dan gereja-gereja lain. Tetapi tidak semua orang di dalam gereja yang terlihat adalah orang yang terpilih. Tanggung jawab kita adalah membawa orang-orang yang ada di dalam gereja untuk mengenal Tuhan yang benar.

Gereja pada zaman Calvin hanya ada mazmur yang dinyanyikan, tetapi sekarang kita bisa menyanyikan lagu himne yang bermacam-macam. Inilah hasil reformasi gereja. Reformasi telah memperbarui gereja dalam banyak hal yaitu musik, pengajaran, dll.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 05 Oktober 2014 PDF Print E-mail

Iman yang Sejati

Ibr 11:1-3; Rm 10:17

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Banyak gereja yang memberikan pengajaran tentang iman yang salah yang bercampur dengan konsep dunia yaitu berpikir positif, sukses melalui sugesti diri dan hipnotis, dan lain sebagainya. Iman seringkali diartikan bagaimana kita bisa berhasil seperti yang kita inginkan.

Iman yang benar seharusnya bagaimana? Banyak ayat yang membingungkan mengenai iman misalnya Mrk.11:23-24 mengatakan bahwa apapun yang kita minta dan doakan akan diberikan kepada kita. Kemudian Yoh.15:7 mengatakan bahwa jika kita tinggal di dalam Tuhan maka minta apa saja yang kita kehendaki akan diberikan.

Bagaimana kita harus menerjemahkan ayat-ayat ini? Kita tidak bisa membuang bagian ini karena isinya “seperti ajaran karismatik.” Ayat-ayat ini adalah bagian dari firman Tuhan, maka tidak bisa dibuang. Ada beberapa prinsip penting yang harus kita pegang dalam menerjemahkan ayat-ayat tersebut maupun ayat-ayat lain yang kelihatannya membingungkan. Selain itu kita juga harus punya dasar yang kuat. Orang dengan dasar yang kuat dan pikiran yang sehat tidak akan mengartikan ayat-ayat tersebut secara harafiah. Tidak mungkin semua yang kita inginkan akan dipenuhi oleh Tuhan.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 64
RocketTheme Joomla Templates