Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 07 Desember 2014 PDF Print E-mail

Ikatan Perjanjian Allah

Gal 3:15 – 29

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Apakah arti hidup Kristen? Orang Kristen itu harus berbuat apa? Mengapa menjadi Kristen? Bagaimana kehidupan orang Kristen itu? Apa itu Kekristenan? Dari mana kekristenan itu? Kebanyakan orang menjadi Kristen karena ikut orang tua, disembuhkan dari penyakit oleh pendeta, atau karena pasangannya Kristen. Kita juga sering mendengar bahwa orang yang menjadi Kristen itu adalah orang yang sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat hidupnya, sudah bertobat, sudah dilahirbarukan, dan sudah diperbaharui.

Jadi apa itu Kekristenan? Kekristenan itu dimulai dari adanya perjanjian, yaitu perjanjian antara Allah dengan manusia. Alkitab yang kita baca itu intinya adalah perjanjian, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dan tanpa sadar kita ini sudah hidup dalam perjanjian. Contohnya adalah dalam pernikahan (janji nikah), bisnis (MoU), pejabat (lebih dikenal dengan sumpah) pasti ada perjanjian. Dalam keluarga pun ada perjanjian antara orang tua dan anak meskipun tidak secara langsung diucapkan. Orang tua dalam hatinya pasti berjanji untuk memelihara dan menjaga anaknya sampai menjadi dewasa.

Namun perjanjian Allah dengan manusia berbeda dengan perjanjian manusia dengan manusia. Perjanjian manusia dengan manusia, negara dengan negara itu adalah bilateral, dilakukan di antara 2 pihak. Tetapi perjanjian antara Allah dengan manusia itu disebut unilateral (perjanjian sepihak) dan Allah tidak pernah menunggu persetujuan manusia. Jadi manusia suka atau tidak suka harus terima. Kalau kita menyadari bahwa kita adalah ciptaan dan Allah adalah Pencipta dan Penguasa kita maka Ia tidak perlu menunggu persetujuan dari manusia. Manusia harus taat. Contohnya di saat Tuhan tidak menunggu persetujuan dari Adam dan Hawa saat memberi perintah kepada mereka. Mereka harus langsung taat.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 23 November 2014 PDF Print E-mail

Hidup memperkenan hati Allah

Luk. 21:5-6

Pdt. Christian Budiman

Peristiwa dalam perikop ini terjadi ketika Yesus dan murid-murid-Nya baru keluar dari bait Allah. Para murid memberikan respon mengenai bait Allah yang baru mereka lihat. Mereka mengagumi bait Allah dan mengutarakannya kepada Yesus. Para murid berharap Yesus memberikan respon yang kurang lebih sama dengan mereka. Respon Tuhan Yesus justru tidak diduga oleh para murid. Yesus mengatakan mengenai kehancuran bait Allah.

Bait Allah bangsa Israel hanya 1, tetapi bait Allah tersebut sudah mengalami perubahan bentuk beberapa kali. Bait Allah seperti apakah yang dikagumi oleh para murid?

Bait Allah pertama kali didirikan oleh raja Salomo. Bait Allah adalah bangunan yang sangat indah dan dibangun pada saat Israel mengalami masa kejayaan. Tetapi meskipun bangsa Israel mempunyai bait Allah yang begitu indah, mereka tidak sungguh-sungguh menyembah Allah. Bangsa Israel malah menyembah berhala dan allah lain. Akhirnya bangsa Israel dibuang ke Babel, dan bait Allah yang pertama dihancurkan. Apa yang ada di dalam bait Allah dijarah dan dirampas dan diambil oleh bangsa Babilonia. Bangsa Israel dijadikan budak oleh bangsa Babilonia.

Pada masa pemerintahan Kores, 70 tahun setelah bangsa Israel diperbudak, oleh karena kuasa dan anugerah Tuhan, sebagian bangsa Israel dilepaskan. Mereka dipimpin oleh Ezra, dan kemudian Ezra memimpin perbaikan dari bait Allah. Setelah bait Allah diperbaiki kemudian ditahbiskan. Setelah bait Allah ditahbiskan, mereka justru meratap dengan sangat karena mereka pernah menyaksikan kebesaran dan keindahan bait Allah yang mereka punyai dulu, yang didirikan oleh Salomo. Melihat bait Allah yang diperbaiki tidak semegah saat zaman Salomo, mereka menyadari zaman kejayaan dari bangsa Israel telah lewat.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 16 November 2014 PDF Print E-mail

Hidup sebelum dan sesudah mengenal Tuhan

Ef. 4:17-32

Ev. Bakti Anugrah

Sebelumnya kita sudah membahas bagaimana kehidupan kita seperti gunung es di laut, hanya sebagian kecil yang tampak di permukaan. Banyak hal yang tidak kita tunjukkan kepada orang lain. Dalam surat Efesus ini Tuhan melalui Paulus membentuk masyarakat baru sesuai dengan kehendakNya. Dalam surat Efesus ini Paulus menuliskan dasar-dasar doktrinal sampai dengan pasal 4:16, kemudian diteruskan dengan penjelasan yang praktis sampai dengan akhir surat. Tuhan ingin kita mengerti secara doktrin dan Tuhan ingin kita melakukan firman tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dalam ayat 17-24, menjelaskan hidup kita ada 2 macam yaitu sebelum mengenal Tuhan dan sesudah mengenal Tuhan. Rasul Paulus menegaskan kepada kita supaya kita jangan hidup seperti orang yang belum mengenal Allah. Ini adalah berita injil, hidup lama dapat diselesaikan dengan mempunyai hubungan (persekutuan) dengan Tuhan. Tuhan Yesus datang untuk mempersatukan Allah dan manusia yang terpisah, kemudian setelah kita bersekutu dengan Tuhan, kita harus juga melakukan tindakan praktisnya (ayat 25 dan seterusnya). Perbuatan baik bukanlah perbuatan baik jika kita tidak bersekutu dengan Tuhan.

Ada beberapa dosa yang disebutkan rasul Paulus dalam bagian ini yaitu :

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 02 November 2014 PDF Print E-mail

Relasi Tuan dan Hamba

Eksposisi 1 Ptr. 2:18-20

Ev. Calvin Renata, M.Div.

Mulai dari 1 Ptr. 2:11, Petrus berbicara mengenai hal yang praktis yaitu etika bagaimana manusia harus hidup dengan sesamanya. Pertama, Petrus berbicara mengenai relasi rakyat dan pemerintah (ay.13), kemudian tentang kemerdekaan hidup orang percaya (ay.16). Lalu dalam ayat 18-20 Petrus berbicara mengenai hubungan antara tuan dan hamba.

Petrus memberikan nasihat bagaimana seorang hamba harus hidup di hadapan tuannya, yaitu supaya mereka tunduk kepada tuannya. Pembaca surat Petrus sebagian besar adalah pekerja atau orang yang harus bekerja kepada orang lain, karena jika tidak maka Petrus tidak perlu menuliskan hal ini.

Petrus tidak menggunakan kata hamba dan tuan yang sering dipakai. Paulus menulis hamba sebagai dolos, dan tuan sebagai kurios. Dalam bagian ini Petrus menggunakan kata oiketai (oikos = rumah) yang secara literal diartikan sebagai hamba rumah. Sedangkan tuan memakai kata despotes. Despotes kemudian diadaptasi ke dalam bahasa inggris menjadi despot (tirani). Kata despotes mempunyai pengertian yang sangat negatif, yang cenderung diterjemahkan sebagai penguasa /tirani. Di dalam konteks inilah Petrus memberikan nasihat kepada pembacanya. Dari pengertian bahasa aslinya, relasi antara budak dan tuannya adalah tidak menyenangkan.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 65
RocketTheme Joomla Templates