Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 21 April 2013 PDF Print E-mail

Kasih Kristus Sebagai Dasar Relasi dengan Sesama

Ef 5:22-33

Ev. Bakti Anugrah

Salah satu bukti bahwa kita dipenuhi oleh Roh Kudus adalah saling merendahkan diri seorang dengan yang lain dalam takut akan Kristus (Ef 5:21). Selanjutnya Rasul Paulus kemudian menjelaskan perendahan diri ini dalam 3 relasi yaitu suami–istri, orangtua–anak, dan tuan–hamba.

Relasi manusia memiliki dasarnya pada Allah Tritunggal. Dia Esa tetapi punya 3 pribadi yaitu Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Ketiga pribadi ini saling mengasihi, karena Allah adalah kasih (1Yoh.4:8). Allah kita adalah Allah yang cukup pada diri-Nya sendiri dan tidak memerlukan ciptaan untuk menyatakan kasih-Nya. Ia saling mengasihi pada diri-Nya sendiri. Kita sebagai ciptaan bisa berelasi karena dasarnya ada pada relasi antara Allah Tritunggal yaitu karena Allah adalah kasih sehingga kita saling mengasihi satu dengan yang lain.

Dalam Ef 5:22-33, Rasul Paulus menjelaskan mengenai hubungan antara suami dengan istri. Penjelasan Rasul Paulus dimulai dengan menjabarkan kewajiban istri (ay 22-24), kewajiban suami (ay 25-30), kunci relasi hubungan suami istri adalah hubungan Kristus dengan jemaat (ay 31-32), dan diakhiri dengan ringkasan (ay 33). Kewajiban suami dijabarkan lebih panjang dibandingkan kewajiban istri. Tuntutan kepada suami dalam bagian ini lebih besar dibandingkan tuntutan kepada istri.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 14 April 2013 PDF Print E-mail

Depresi karena Dosa

Mzm. 51:1-21, Rm. 5:20-21

Pdt. Andi Halim, M. Th.

Roma pasal 5 – 8 adalah tulisan Rasul Paulus mengenai pergumulan orang percaya terhadap dosa. Ada beberapa sikap manusia terhadap dosa. Pertama, menganggap bahwa dosa itu biasa saja, tidak ada masalah dengan dosa. Mereka menikmati dosa itu seperti saat meminum kopi, menganggap manusia berdosa itu sebagai sesuatu yang wajar.

Kedua, orang yang menganggap dirinya tidak berbuat dosa. Mereka adalah orang yang religius dan mengejar hidup saleh tanpa dosa. Kelompok ini terkenal sebagai orang yang sangat rohani dan suci hidupnya. Mereka percaya bahwa mereka sanggup untuk hidup saleh dan tidak berbuat dosa.

Ketiga, orang yang tidak peduli dengan masalah dosa. Hal yang terpenting dalam hidup mereka bukan dosa mereka tetapi hal-hal duniawi seperti kekayaan, kesuksesan, kesehatan, dll. Mereka tidak peduli apakah mereka berdosa atau tidak.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 07 April 2013 PDF Print E-mail

Penyakit dan Depresi Rohani (4)

1 Tim 5:23; 2 Tim 4:20; Gal 4:13; 1 Kor 11:29-32

Pdt. Andi Halim, M. Th.

Salah satu penyebab depresi adalah saat kita mengalami sakit pada tubuh kita. Kenapa penyakit bisa menjadi penyebab depresi rohani? Karena banyak orang Kristen yang punya persepsi yang keliru mengenai penyakit. Kekeliruan yang pertama adalah menghindari penyakit dengan ekstrim. Ada beberapa orang yang ekstrim dan benar-benar tidak mau terkena penyakit dan terlalu protektif (overprotektif) dalam melindungi diri sendiri. Bahkan, orang seperti ini menghindari bersalaman dengan orang lain.

Konsep kedua yang salah mengenai penyakit adalah terlalu takut dengan penyakit, padahal jika sudah waktunya kita tidak akan bisa menghindar. Memang ada penyakit sebagai suatu hukuman karena kita mempermainkan perjamuan kudus. Tetapi hal ini tidak bisa dijadikan sebagai standar umum, dimana penyakit dianggap sebagai hukuman Tuhan. Jika memang penyakit itu dari Tuhan, sejelek-jeleknya hukuman tersebut merupakan hukuman dari Tuhan, supaya kita tidak dihukum bersama dengan dunia. Hukuman itu juga bersifat didikan dari Tuhan.

Kekeliruan berikutnya adalah, Tuhan yang baik pasti tidak akan memberikan kita kesusahan termasuk salah satunya, penyakit. Kekeliruan lain adalah orang yang beriman pasti tidak bermasalah. Dengan konsep seperti ini kita selalu merasa bahwa setiap kesusahan / penyakit yang kita terima selalu merasa bahwa hal tersebut merupakan hukuman dari Tuhan.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 24 Maret 2013 PDF Print E-mail

Eksposisi Surat 1 Petrus : Pengharapan di dalam Tuhan Yesus Kristus

1 Pet 1:1–3

Ev. Calvin Renata

Pada ayat ke-3 Petrus mulai masuk kepada isi suratnya dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus…”, dalam bahasa Yunani kata terpujilah ini menggunakan kata yulogetos, dari kata tersebut muncul kata dalam bahasa Inggris eulogy, artinya adalah memberikan ucapan syukur baik kepada Tuhan atau orang lain.

Bangsa Yahudi adalah bangsa yang menekankan relasi mereka dengan Allah. Petrus bukanlah orang pertama yang mengucapkan hal ini. Ucapan syukur ini juga muncul dalam Perjanjian Lama. Misal, Kej.1:6 dan Kej.24:7. Jadi ini merupakan hal yang umum dilakukan oleh bangsa Yahudi, tetapi dalam ucapan syukur Petrus di ayat 3 ini unik karena Petrus menghubungkannya dengan diri Tuhan Yesus.

Dalam Perjanjian Lama ucapan syukur kepada Tuhan berhenti di Pribadi Pertama, tetapi ucapan syukur Petrus juga menyebut Pribadi Kedua yaitu Yesus. Mengapa? Petrus bermaksud memberitahukan penerima suratnya agar saat bersyukur kepada Tuhan mereka tahu siapa Dia itu. Petrus bermaksud memberikan identitas yang jelas kepada Allah yang mereka ucapkan syukur.

Read more...
 
<< Start < Prev 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Next > End >>

Page 20 of 66
RocketTheme Joomla Templates