Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 06 Januari 2013 PDF Print E-mail

Kekudusan

Im.19:2; Ibr.12:14; 1Pet.1:15-16

Pdt. Andi Halim, M. Th.

Tidak ada agama yang tidak mengajarkan hidup yang kudus kecuali agama primitif dan penyembah dewa-dewa, khususnya dewa percabulan. Tetapi di zaman ini sudah tidak ada lagi agama seperti itu. Semua agama termasuk agama Kristen mengajarkan kekudusan. Semua orang termasuk orang Kristen berjuang untuk hidup kudus. Manusia berharap untuk hidup kudus dengan menerapkan aturan-aturan yang harus dipatuhi. Misalnya: seorang pertapa yang menjauhi kehidupan duniawi.

Bagaimana kekudusan menurut orang Kristen?

Banyak orang membanggakan kehidupan kudusnya. Mereka membanggakan diri karena tidak melakukan hal yang jahat. Hidup kudus diidentikkan dengan nilai moral yang tinggi. Hal ini merupakan kesalahan besar orang Kristen zaman sekarang. Iman Kristen tidak boleh diidentikkan dengan moralisme.

Lalu bagaimana kekudusan menurut iman Kristen yang benar?

Pertama, kekudusan bukan hasil usaha manusia. Hal ini berbanding terbalik dengan ajaran dunia. Dunia mengajarkan kekudusan merupakan hasil usaha manusia. Alkitab mengatakan kekudusan tidak mungkin dicapai oleh ciptaan. Kekudusan hanya milik Sang Pencipta. Alkitab mengajarkan bahwa Allah adalah Allah yang Maha Kudus, satu-satunya pemilik kekudusan. Ciptaan tidak mungkin mempunyai kekudusan dari dalam dirinya sendiri atau hasil usahanya.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 23 Desember 2012 PDF Print E-mail

Damai Sejahtera dan Pedang

Luk. 2:14, 19:38, Yes 9:6, Mat. 10:34-39

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Saat kita merayakan Natal, konsep Natal seperti apakah yang kita bawa? Saat hari Natal, umumnya orang Kristen membuat hiasan yang sangat indah. Suasana Natal dibuat indah dan semarak. Tetapi jika kita merenungkan kembali dalam firman Tuhan, bagaimanakah suasana Natal pada zaman Tuhan Yesus?

Pertama, Tuhan Yesus dikatakan sebagai Raja damai. Tetapi saat Maria akan melahirkan tidak ada suasana damai sejahtera, tidak ada tempat yang layak baginya. Yesus lahir di tempat yang tidak indah, tidak nyaman dan tidak berbau wangi. Keadaan ini sangat kontras dengan perayaan Natal saat ini. Zaman sekarang orang bisa menghabiskan banyak uang demi perayaan Natal yang meriah dan menyenangkan. Padahal Natal yang sesungguhnya tidak seperti Natal yang kita rayakan saat ini. Natal tidak seharusnya dirayakan dengan kegemerlapan dan kemewahan.

Kenapa Allah yang Maha Kudus mau lahir di tempat yang sangat tidak layak di hadapan manusia? Apa yang manusia anggap layak dan bagus tidak dipilih oleh Allah sebagai tempat kelahiran Yesus. Manusia seringkali mengelompokkan hal-hal menjadi pantas dan tidak pantas berdasarkan tradisi. Tetapi nilai kepantasan yang dipegang oleh manusia didobrak oleh Tuhan dalam kelahiran Yesus. Suasana inilah yang disebut damai sejahtera.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 16 Desember 2012 PDF Print E-mail

Mengenal dan Mengasihi Allah

Ul. 4:27-40 

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Ada beberapa hal yang menjadi penekanan bagian ini:

Pertama, dalam kita mengikut Tuhan kita harus mengenal siapa Tuhan yang kita sembah. Masih banyak orang Kristen yang tidak mengenal siapa Tuhan yang ia sembah sekalipun sudah mengenal nama Yesus Kristus dan lama bergereja. Untuk itu kita harus terus mengevaluasi diri karena iman adalah iman yang hidup, progresif, dan bertumbuh. Kita mungkin percaya kepada Allah tetapi tidak pernah berelasi dengan Allah. Mungkin kita hanya memiliki pengetahuan tentang Allah. Pengetahuan dan relasi adalah sesuatu yang berbeda. Kalaupun berelasi, kita berelasi dengan Allah yang mana? Orang Israel pernah mengalami masa berelasi dengan allah buatan tangan manusia, berhala, allah yang bukan Allah. Mungkin kita tidak membuat patung tetapi kita sudah menyembah “patung” yang tidak kelihatan.

Contoh: ketika ada KKR mujizat banyak orang-orang Kristen yang bergairah untuk hadir. Namun ketika seminar mengenai Allah Tritunggal tidak banyak orang yang datang. Apa yang dicari manusia? Banyak juga orang yang datang ke gereja hanya untuk cocok memuaskan perasaan dan keinginannya. Gereja dijadikan seperti bioskop. Hal ini membuktikkan manusia bukan mencari kebenaran atau mencari Allah. Kita harus mengevaluasi diri apakah kita sungguh-sungguh berelasi dengan Allah Alkitab atau allah buatan tanganku dan sesuai imajinasiku sendiri?

2Kor.11:4. Ayat ini adalah suatu peringatan bagi kita bahwa waktu seseorang mengatakan menyembah Yesus itu bisa “Yesus” yang lain, yang tidak sesuai dengan Yesus dalam Alkitab. Ada “injil” yang lain, yang tidak sesuai dengan berita Alkitab. Rasul Paulus menegur jemaat di Korintus yang tidak dapat melihat adanya pengajaran sesat ini. Jangan-jangan kita pun demikian. Jangan menjadi orang Kristen yang puas ketika kita diberkati. Kita harus punya hati yang rindu menyatakan kebenaran di tengah-tengah dunia yang tidak benar, di tengah-tengah kekristenan yang tidak mengenal Allah yang benar.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 09 Desember 2012 PDF Print E-mail

Kerohanian Zakharia

Luk 1:5–7, 24–25

Ev. Andrew Kristanto

Dalam Kitab Suci, Tuhan membangkitkan orang-orang untuk membuka jalan bagi Yesus Kristus. Salah satunya adalah Yohanes Pembaptis. Tuhan juga menggunakan Yohanes Pembaptis untuk menegur Raja Herodes. Yohanes Pembaptis mempunyai karisma yang sangat besar, sehingga beberapa orang berpikir bahwa Yohanes Pembaptis adalah sang mesias.


Di dalam Injil, Tuhan tidak hanya menggunakan orang besar seperti Yohanes Pembaptis saja. Tuhan juga menggunakan Zakharia dan Elisabeth, yang namanya tidak akan tercantum dalam sejarah gereja, jika alkitab tidak menuliskannya.

Zakharia dan Elisabeth merupakan anggota dari rombongan iman yang melayani dalam bait Allah. Jumlah rombongan iman yang melayani dalam bait suci adalah kurang lebih 7200 orang. Zakharia bukan merupakan orang yang signifikan dalam rombongan iman. Zakharia bisa digantikan oleh banyak orang lain, tetapi Tuhan tetap memakainya.

Read more...
 
<< Start < Prev 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Next > End >>

Page 20 of 63
RocketTheme Joomla Templates