Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 18 November 2012 PDF Print E-mail

Yang Buta Melihat dan Yang Melihat Buta

Yoh 8:12; 9:1-5, 24-41

Ev. Bakti Anugrah

Sumber pengetahuan dapat digolongkan menjadi beberapa macam. Pertama, pengetahuan yang dalam filsafat disebut empirisisme, pengetahuan kita didapat berdasarkan dari pengalaman panca indera kita. Kedua, pengetahuan berdasarkan pemikiran atau yang disebut rasionalisme. Biasanya ini terdapat dalam bidang matematika dan sains. Ketiga, pengetahuan berdasarkan pewahyuan / revelation, kita tahu karena diberitahu dan percaya. Tuhan memberikan pengetahuan kepada kita melalui pewahyuan melalui Kitab Suci. Dalam Yoh.9 terdapat ketiga kelompok ini. Empirisisme diwakili oleh tetangga si buta yang tahu dari bahwa orang ini sudah buta dari kecil tetapi sekarang tiba-tiba bisa melihat.


Kelompok kedua, yang mendapatkan pengetahuan dari rasionya terpecah menjadi dua yaitu rasionalisme berdasarkan aturan dan rasionalisme berdasarkan fakta. Orang Farisi yang mendewakan aturan menganggap  Yesus bukan mesias karena melanggar aturan hari Sabat. Sedangkan kelompok yang lain berpendapat jika ia bukan berasal dari Tuhan bagaimana ia bisa melakukan mujizat semacam itu?

Kelompok ketiga, yang diwahyukan, diberitahu langsung oleh Yesus, yaitu orang buta yang disembuhkan. Dalam bagian terakhir Yoh.9:35-41, Yesus memberitahu langsung kepada orang buta, bahwa Ia adalah mesias yang ditunggu-tunggu. Pengetahuan yang didapat si buta ini bukan berasal dari otak (rasio) maupun panca indera (pengalaman) manusia yang bisa keliru, melainkan dari Tuhan sendiri. Tuhan yang merupakan sumber pengetahuan menyatakan diri kepada orang buta.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 11 November 2012 PDF Print E-mail

Depresi yang seharusnya dimiliki seorang Kristen

Mzm. 42:1–11

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Orang yang menjadi Kristen seharusnya bukan orang yang mencari kenyamanan hidup, ketenangan, ataupun kesenangan. Semuanya itu bersifat hedonisme dan egosentris. Keinginan tersebut merupakan keinginan duniawi yang berpusat pada diri sendiri. Banyak orang ke gereja untuk mencari kenikmatan dan kepuasan bagi dirinya sendiri. Gereja dianggap sebagai restoran. Gereja disesuaikan dengan selera diri.

Mengapa hal ini bisa terjadi dalam kekristenan? Karena ada kesalahan yang telah diajarkan dalam kekristenan pada umumnya. Telah terjadi pergeseran dari kebenaran. Orang mencari kesenangan, hiburan dan kedamaian. Definisi Kristen masa kini sudah bergeser menjadi tempat pelarian dari realita hidup, tempat hiburan, dan mencari ketenangan. Pendeta sudah beralih tugasnya menjadi pendeta penghibur jemaat yang hadir. Seperti inilah gambaran gereja zaman sekarang. Gereja Reformed dianggap gereja yang membosankan, dingin, kaku dan muram.

Bagaimana seharusnya kita hidup sebagai orang Kristen? Dalam khotbah minggu lalu sudah dikatakan bahwa menjadi orang Kristen justru seringkali akan menjadi stress dan depresi.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 04 November 2012 PDF Print E-mail

Depresi Rohani

Mzm. 43:1–5

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Martin Lloyd Jones adalah seorang hamba Tuhan yang mendirikan London Theological Seminary di London. Ia merupakan seorang yang sangat Reformed. Salah satu buku karangannya adalah “Buluh yang Terkulai: Penyebab dan Terapi Depresi Rohani.” Buku inilah yang akan kita bahas hari ini.

Beberapa orang mengatakan bahwa gereja Reformed hanya membahas hal-hal doktrinal dan kurang membahas hal-hal praktis. Pandangan seperti ini keliru karena spirit reformed adalah pembaharuan terus-menerus. Jika diperbarui terus-menerus berarti ada kehidupan, ada pergerakan dan tidak berhenti hanya pada pengetahuan saja tetapi juga menjadi sesuatu yang ada perubahan.

Banyak orang senang hal yang praktis karena langsung bisa dipraktekkan. Praktis itu bagus tetapi ada bahaya yaitu meninggalkan hal yang prinsip. Meninggalkan hal yang prinsip dan menekankan pada hal yang praktis disebut pragmatis. Manusia zaman sekarang bersifat pragmatis. Pragmatisme menjadi negatif karena meninggalkan hal-hal prinsip.Misalnya saja pembelaan terhadap kaum homoseks. Beberapa negara sudah melegalkan pernikahan homoseks di gereja. Bahkan ada pendeta yang dituntut karena menolak memberkati pernikahan homoseksual.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 28 Oktober 2012 PDF Print E-mail

Semangat Reformasi

Roma 2:28–29

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Hari Reformasi tanggal 31 Oktober 1517 merupakan hari yang sangat penting bagi gerakan gereja Protestan khususnya gereja Reformed. Hari Reformasi merupakan titik dimulainya gerakan kembali kepada Alkitab. Saat itu gereja sudah menyeleweng dan tidak ada yang berani mengritiknya. Zaman tersebut boleh dikatakan zaman kegelapan karena kekristenan tidak lagi mencerminkan kekristenan yang sesungguhnya. Orang-orang yang ingin mencari kebenaran banyak yang dibunuh. Gereja sangat berkuasa sehingga semua yang menentang gereja akan dihancurkan.

Semua orang takut dan taat kepada gereja. Tidak ada yang berani menentang gereja. Hal ini terjadi pada abad 16. Tetapi Tuhan dalam kuasa-Nya tidak membiarkan gereja terus disesatkan. Tuhan memakai umat-Nya, Martin Luther, untuk membenarkan gereja. Martin Luther membuat 95 dalil yang menentang gereja pada zaman itu dengan resiko yang tidak kecil. Martin Luther adalah seorang pemimpin gereja dan ia sudah tidak sabar melihat penyelewengan yang dilakukan gereja. Puncak penyelewengan tersebut adalah penjualan surat penghapusan dosa.

Kisah Reformasi yang dilakukan Martin Luther merupakan bagian dari sejarah. Kita harus menghargai sejarah karena sejarah adalah pimpinan Tuhan. Orang yang mengabaikan sejarah adalah orang yang mengabaikan pimpinan Tuhan. Sejarah merupakan harta karun yang begitu berharga.

Read more...
 
<< Start < Prev 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Next > End >>

Page 20 of 62
RocketTheme Joomla Templates