Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 21 Juli 2013 PDF Print E-mail

Gideon

Hak. 6-8

Pdt. Ivan Kristiono

(Hak. 6:1) Tuhan menghukum bangsa Israel dengan menyerahkan mereka kepada bangsa Midian selama 7 tahun karena Israel melakukan apa yang jahat di hadapan Tuhan. Bangsa Israel dihukum Tuhan berulang kali tetapi mereka tidak pernah menyesal. Itulah sebab munculnya major judges (hakim besar) dan minor judges (hakim-hakim kecil). Hakim-hakim besar banyak sekali diceritakan di antaranya Simson, Gideon, Debora, Yefta. Lalu untuk apakah hakim-hakim kecil dicatat seperti Tola, Yair, Samgar dimunculkan dalam Alkitab meskipun hanya 1 ayat? Supaya pembaca berpikir bahwa berapa banyaknya bangsa Israel ditolong oleh Tuhan namun mereka terus melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Seringkali ketika kita membaca kitab Hakim-Hakim terasa cape. Padahal itulah gambaran kita semua. Bagaimana dengan Tuhan ketika melihat hidup kita? Tuhan mungkin juga cape. Setelah bertobat kita masih berulang kali jatuh lagi.

Penderitaan ada 2 macam yaitu penderitaan sebagai ujian seperti yang Ayub alami dan penderitaan sebagai hukuman seperti yang terjadi dalam kitab Hakim-Hakim ini. Tubuh dan jiwa manusia saling berkait, itulah iman Kristen. Pada abad pertengahan tidak ada rumah sakit tetapi rumah kasih. Dokter dan pasien sama-sama berdoa setelah pasien diobati. Mengapa? Karena kita tidak dapat memisahkan tubuh dan jiwa kita. Jika jiwa kita ada masalah maka pasti akan berpengaruh juga pada tubuh kita. Demikian juga sebaliknya. Saat kita sakit bisa jadi karena memang Tuhan sedang menguji kita tetapi bisa juga karena gaya hidup kita seringkali seperti gaya hidup orang berdosa. Karena dosa maka kita dihukum Tuhan. Kita tidak boleh salah mengartikan antara ujian dan hukuman. Kita harus peka dan bergumul di hadapan Tuhan untuk dapat membedakan apakah penderitaan yang kita alami adalah karena ujian atau karena hukuman dari Tuhan.

Kebiasaan cepat di dunia tidak boleh dibawa dalam relasi dengan Tuhan. Teknologi bukan jawaban untuk relasi. Di Amerika 80% perceraian meningkat karena sudah bisa dilakukan melalui internet, email bahkan sms. Orang dapat langsung mengambil keputusan tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu. Teknologi dapat menimbulkan hal-hal negatif bahkan merusak jika kita gunakan tanpa filter yang benar. Membatasi teknologi memang tidak mudah khususnya bagi anak-anak kita. Mungkin para orang tua berusaha memasang filter di internet, tetapi ini hanya pencegahan dari luar. Hal yang lebih penting adalah mendidik anak-anak kita kembali pada yang suci, mengenal yang baik dan benar, sehingga ia dapat memiliki filter dalam dirinya.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 14 Juli 2013 PDF Print E-mail

Percaya karena Mendengar

Eksposisi 1 Ptr. 1:6-8 (6)

Ev. Calvin Renata

Allah menyelamatkan manusia menggunakan banyak hal yang dianggap hina dan tidak berguna oleh manusia: Yesus Kristus lahir di kandang binatang, Ia pun mati di bukit Kalvari. Kedua tempat ini merupakan tempat yang dianggap tidak berguna oleh manusia. Bukit Kalvari merupakan tempat di mana penjahat dihukum tetapi tempat itu juga merupakan tempat Yesus mati di kayu salib. Selain itu, Allah menggunakan orang kecil (marginal) sebagai murid-Nya, orang-orang yang kita anggap tidak layak.

Dalam 1 Ptr. 1:6-8 Petrus tidak menyangkali keberadaan penderitaan di dunia. Justru Petrus mengajarkan supaya kita tetap bersukacita dalam berbagai macam penderitaan. Dalam ayat ke-8 Petrus mengulang kata melihat 2 kali dan dihubungkan dengan kata “mengasihi” dan “percaya”. Dalam ayat ini Petrus sedang membahas tentang epistemologi iman. Epistemologi berasal dari bahasa Yunani yaitu episteme yang berarti pengetahuan tentang iman. Topik ini merupakan topik yang penting baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

Epistemologi merupakan salah satu cabang dalam filsafat yang membicarakan tentang pengetahuan. Pengetahuan yang dimaksud bukanlah pengetahuan mengenai alam ataupun ilmu yang lain tetapi pengetahuan yang umum. Setiap hari kita berepistemologi dalam kehidupan kita tetapi kita tidak mengerti dengan baik. Epistemologi berbicara tentang bagaimana kita bisa tahu dan bagaimana mengetahui apa yang kita tahu merupakan pengetahuan yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 07 Juli 2013 PDF Print E-mail

Pengharapan dalam Penderitaan

1Ptr. 1:3-12

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Orang Kristen bukan orang yang bebas dari masalah hidup. Banyak gereja yang tidak setia pada Tuhan dalam menyampaikan Firman-Nya. Banyak yang mengatakan bahwa mengikut Kristus tidak ada penderitaan dan masalah, hanya ada kebahagiaan. Itu semua adalah berita bohong. Namun fenomenanya gereja seperti itu banyak dicari sementara gereja yang menawarkan salib Kristus jarang diikuti. Mereka berpikir hidup ini sudah susah, tidak perlu ditambah susah lagi dengan memikul salib Kristus. Banyak orang yang mencari gereja yang cocok dengan dirinya. Kita harus sadar diri kita itu siapa: penuh hawa nafsu, kedagingan, ego, kemuliaan diri. Tentu saja salah kalau kita hanya mencari gereja yang cocok dengan diri.

Gereja yang setia memberitakan kebenaran tidak cocok dengan kedagingan manusia. Manusia selalu berorientasi pada diri sendiri. Tuhan harus menuruti kemauan diri. Orientasi utama manusia adalah urusan pribadi maka jika berdoa pada Tuhan pun adalah untuk kepentingan pribadinya saja. Padahal kitalah yang seharusnya menuruti kemauan Tuhan dan bukan sebaliknya.

Kita menjalani hidup bukan karena misi kerajaan masing-masing pribadi melainkan karena menjalankan misi Kerajaan Allah. Inilah perbedaan orang percaya dan tidak percaya. Ada orang-orang yang begitu tegar tengkuk seperti bangsa Israel waktu diberikan nabi sejati tetapi tetap keras kepala. Namun ada pula orang-orang yang taat seperti murid-murid Tuhan Yesus dan rasul-rasul yang menjadi teladan hingga mati sebagai martir. Orang-orang yang belum dicelikkan mata rohaninya akan selalu mengejar kepetingan diri. Namun kita harus sadar kalau hidup ini datang dari misi Allah. Jadi bukan manusia yang menentukan tujuan hidupnya melainkan Allah.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 23 Juni 2013 PDF Print E-mail

Iman yang Dimurnikan

1Ptr. 1:6-7

Ev. Calvin Renata

Pada ayat 4 Petrus membahas suatu warisan yang dilukiskan dengan 3 kalimat negatif yaitu: yang tidak dapat binasa, tidak dapat cemar, dan tidak dapat layu. Warisan inilah yang disediakan oleh Tuhan bagi kita. Di ayat 5 Petrus melanjutkan penjelasannya bahwa penerima warisanlah yang dijaga karena bukan warisan itu yang bisa hilang tetapi penerima warisanlah yang bisa hilang. Tuhan memelihara iman kita sehingga pada waktunya nanti kita bisa menerima warisan yang Tuhan sediakan bagi kita.

Dalam ayat 6 dikatakan, ‘Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.’ Menunjuk kepada apakah frase ‘hal itu’? Banyak penafsir yang menafsirkan ‘Bergembiralah akan hal itu’ sebagai :
1. Suatu pengharapan. Petrus menyuruh kita bergembira. ‘Hal itu’ menunjuk ke suatu pengharapan bukan kepada warisan yang disebut di ayat 4;
2. Waktu yaitu akhir zaman (ayat 5)
Tafsiran ini terlalu sempit.

Ayat 6 merupakan kesimpulan sementara yang Petrus jabarkan dan merupakan ringkasan tentang penjelasan Petrus dari ayat 3-5. Jadi bukan sekedar menunjuk pada pengharapan atau warisan tetapi tentang prinsip-prinsip kebenaran yang dijabarkan sepanjang ayat 3 sampai 5. Dalam bahasa aslinya kalimat ini tidak di tulis dalam bentuk perintah (imperatif), tetapi dalam bentuk kalimat biasa (indikatif).

Read more...
 
<< Start < Prev 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Next > End >>

Page 15 of 64
RocketTheme Joomla Templates