Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 28 April 2013 PDF Print E-mail

Eksposisi Surat 1 Petrus: Warisan yang tidak dapat binasa

1Ptr. 1:3-4

Ev. Calvin Renata, M.Div.

Pada ayat ke-4 ini Petrus memberikan alasan kedua kenapa Bapa melahirbarukan kita. Selain supaya kita mempunyai pengharapan yang hidup dalam Kristus, kita dilahirbarukan supaya kita mendapat bagian yang sudah disediakan bagi kita di surga. Kata bagian dalam ayat ini berarti warisan yang tidak dapat binasa, tidak dapat cemar, dan tidak dapat layu.

Dalam semua kebudayaan manusia, manusia selalu mengajarkan tentang warisan, baik warisan fisik atau kebudayaan / tradisi. Alkitab juga membicarakan mengenai warisan di Perjanjian Lama, yaitu pada saat Tuhan berjanji kepada Abraham untuk memberikan tanah perjanjian bagi Abraham dan keturunannya.

Pada saat bangsa Israel sudah memasuki tanah perjanjian, di bawah kepemimpinan Yosua, mereka mulai membuang undi untuk membagi tanah perjanjian tersebut. Tanah perjanjian dibagi kepada semua suku Israel kecuali suku Lewi. Suku Lewi bertindak sebagai imam bagi semua suku.
Tuhan tidak hanya memberikan warisan fisik tetapi juga memberitahukan cara mengelola warisan tersebut. Dalam Perjanjian Lama salah satu fungsi hukum Taurat adalah sebagai hukum masyarakat. Hukum Taurat juga mengatur bagaimana mengelola tanah perjanjian yang sudah diberikan Tuhan. Tuhan begitu mendetail dalam mendidik bangsa Israel.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 21 April 2013 PDF Print E-mail

Kasih Kristus Sebagai Dasar Relasi dengan Sesama

Ef 5:22-33

Ev. Bakti Anugrah

Salah satu bukti bahwa kita dipenuhi oleh Roh Kudus adalah saling merendahkan diri seorang dengan yang lain dalam takut akan Kristus (Ef 5:21). Selanjutnya Rasul Paulus kemudian menjelaskan perendahan diri ini dalam 3 relasi yaitu suami–istri, orangtua–anak, dan tuan–hamba.

Relasi manusia memiliki dasarnya pada Allah Tritunggal. Dia Esa tetapi punya 3 pribadi yaitu Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Ketiga pribadi ini saling mengasihi, karena Allah adalah kasih (1Yoh.4:8). Allah kita adalah Allah yang cukup pada diri-Nya sendiri dan tidak memerlukan ciptaan untuk menyatakan kasih-Nya. Ia saling mengasihi pada diri-Nya sendiri. Kita sebagai ciptaan bisa berelasi karena dasarnya ada pada relasi antara Allah Tritunggal yaitu karena Allah adalah kasih sehingga kita saling mengasihi satu dengan yang lain.

Dalam Ef 5:22-33, Rasul Paulus menjelaskan mengenai hubungan antara suami dengan istri. Penjelasan Rasul Paulus dimulai dengan menjabarkan kewajiban istri (ay 22-24), kewajiban suami (ay 25-30), kunci relasi hubungan suami istri adalah hubungan Kristus dengan jemaat (ay 31-32), dan diakhiri dengan ringkasan (ay 33). Kewajiban suami dijabarkan lebih panjang dibandingkan kewajiban istri. Tuntutan kepada suami dalam bagian ini lebih besar dibandingkan tuntutan kepada istri.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 14 April 2013 PDF Print E-mail

Depresi karena Dosa

Mzm. 51:1-21, Rm. 5:20-21

Pdt. Andi Halim, M. Th.

Roma pasal 5 – 8 adalah tulisan Rasul Paulus mengenai pergumulan orang percaya terhadap dosa. Ada beberapa sikap manusia terhadap dosa. Pertama, menganggap bahwa dosa itu biasa saja, tidak ada masalah dengan dosa. Mereka menikmati dosa itu seperti saat meminum kopi, menganggap manusia berdosa itu sebagai sesuatu yang wajar.

Kedua, orang yang menganggap dirinya tidak berbuat dosa. Mereka adalah orang yang religius dan mengejar hidup saleh tanpa dosa. Kelompok ini terkenal sebagai orang yang sangat rohani dan suci hidupnya. Mereka percaya bahwa mereka sanggup untuk hidup saleh dan tidak berbuat dosa.

Ketiga, orang yang tidak peduli dengan masalah dosa. Hal yang terpenting dalam hidup mereka bukan dosa mereka tetapi hal-hal duniawi seperti kekayaan, kesuksesan, kesehatan, dll. Mereka tidak peduli apakah mereka berdosa atau tidak.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 07 April 2013 PDF Print E-mail

Penyakit dan Depresi Rohani (4)

1 Tim 5:23; 2 Tim 4:20; Gal 4:13; 1 Kor 11:29-32

Pdt. Andi Halim, M. Th.

Salah satu penyebab depresi adalah saat kita mengalami sakit pada tubuh kita. Kenapa penyakit bisa menjadi penyebab depresi rohani? Karena banyak orang Kristen yang punya persepsi yang keliru mengenai penyakit. Kekeliruan yang pertama adalah menghindari penyakit dengan ekstrim. Ada beberapa orang yang ekstrim dan benar-benar tidak mau terkena penyakit dan terlalu protektif (overprotektif) dalam melindungi diri sendiri. Bahkan, orang seperti ini menghindari bersalaman dengan orang lain.

Konsep kedua yang salah mengenai penyakit adalah terlalu takut dengan penyakit, padahal jika sudah waktunya kita tidak akan bisa menghindar. Memang ada penyakit sebagai suatu hukuman karena kita mempermainkan perjamuan kudus. Tetapi hal ini tidak bisa dijadikan sebagai standar umum, dimana penyakit dianggap sebagai hukuman Tuhan. Jika memang penyakit itu dari Tuhan, sejelek-jeleknya hukuman tersebut merupakan hukuman dari Tuhan, supaya kita tidak dihukum bersama dengan dunia. Hukuman itu juga bersifat didikan dari Tuhan.

Kekeliruan berikutnya adalah, Tuhan yang baik pasti tidak akan memberikan kita kesusahan termasuk salah satunya, penyakit. Kekeliruan lain adalah orang yang beriman pasti tidak bermasalah. Dengan konsep seperti ini kita selalu merasa bahwa setiap kesusahan / penyakit yang kita terima selalu merasa bahwa hal tersebut merupakan hukuman dari Tuhan.

Read more...
 
<< Start < Prev 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Next > End >>

Page 14 of 61
RocketTheme Joomla Templates