Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 03 Agustus 2014 PDF Print E-mail

Pemilihan Abraham

Kejadian 12:1-4

Pdt. Andi Halim M. Th.

Di mana Tuhan memanggil Abraham? Dari Haran atau dari Ur-Kasdim? Dalam Kis.7:2-3 memang ia telah dipanggil keluar oleh Tuhan pada waktu dia berada di Ur Kasdim tetapi dalam Kej. 11:31 dicatat bahwa awalnya Abraham memang berada di Ur-Kasdim tetapi kemudian ia berangkat bersama orang tuanya, Terah, dan menetap di Haran. Setelah Terah mati pada usia 250 tahun barulah Tuhan sekali lagi memanggil Abraham keluar untuk berangkat dari Haran (12:1-4). Jadi dua-duanya benar, Tuhan memanggil Abraham baik dari Ur-Kasdim (Kej. 15:7) maupun dari Haran.

Abraham memang dipanggil Tuhan sebagai bapak bagi orang beriman. Pertanyaannya adalah mengapa? Padahal tidak ada sesuatu yang baik pada diri Abraham yang dapat menjadi alasan bagi Tuhan untuk memilihnya. Ur-Kasdim adalah daerah orang kafir, maka Abraham pun pasti orang kafir, dan orang tua Abraham adalah penyembah berhala. Inilah uniknya padahal bangsa Yahudi sering begitu bangga sebagai keturunan Abraham. Ternyata nenek moyang mereka adalah seorang kafir. Jadi sebetulnya tidak ada hal yang dapat dibanggakan berdasarkan status mereka. Jadi puilihan Allah atas Abraham ini hanya semata-mata karena kehendak dan kedaulatan Allah saja.

Pilihan Allah tidaklah didasarkan pada kondisi manusia karena semua manusia itu bobrok di mata Tuhan. Pilihan Tuhan hanyalah semata-mata karena kehendak dan rencana-Nya saja. Inilah yang disebut only by grace, sola gratia, semata-mata karena anugerah Tuhan saja. Kesadaran akan hal ini akan membuat hidup kita terus terkontrol dan tidak menjadi sombong setelah kita dipilih oleh Tuhan.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 27 Juli 2014 PDF Print E-mail

Mengenal Tuhan Semakin Dalam

Ef 1:15-17

Ev. Bakti Anugrah

A.W Tozer dalam “Knowledge of the Holy,” mengatakan bahwa apa yang pertama kali muncul dalam pikiran kita saat kita berpikir tentang Allah adalah hal yang paling penting tentang kita. Tozer juga mengatakan bahwa kita punya kecenderungan hukum di dalam jiwa kita untuk membuat gambaran mental tentang Tuhan. Dalam 10 perintah Allah, hukum pertama adalah tidak boleh ada Allah lain dalam hidup kita. Kita memang tidak menyembah patung tetapi kita membuat gambaran sendiri tentang Allah dan kita menyembah gambaran tersebut. Gambaran mental yang kita buat tentang Tuhan menggambarkan kita. Banyak dari kita menggambarkan Tuhan Yesus sebagai orang yang berambut gondrong dan berjenggot padahal tidak pernah disebutkan dalam Alkitab. Gambaran kita yang salah tentang Tuhan ini yang seringkali kita pikirkan saat berdoa,

Martin Lloyd Jones mengatakan kebutuhan kita paling tinggi adalah mengenal Allah. Kebutuhan kita yang tertinggi bukan kebutuhan-kebutuhan jasmani (makan, minum, hidup mapan, dll). Mengenal Allah adalah mengenal Allah dengan baik, sungguh-sungguh sesuai dengan firman. Tuhan Yesus pernah berfirman dalam Yoh 17:3 “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” Seringkali orang Kristen mengabaikan ayat ini. Jika kita orang percaya dan telah diselamatkan satu hal yang pasti adalah kita mengenal Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus. Keselamatan bukan berarti mati sekedar kita masuk surga tetapi relasi dengan Allah. Tuhan memperingatkan Adam supaya tidak memakan buah karena ia akan mati jika memakan buah tersebut. Tetapi pada saat Adam memakannya ia tidak mati (secara fisik) tetapi hubungannya dengan Tuhan sudah rusak (mati). Kematian adalah keterpisahan dari Sang Sumber Hidup. Kematian dinyatakan saat Adam bersembunyi saat dicari oleh Tuhan. Agama menutupi dosa dengan perbuatan baik tetapi tidak mau bertemu Tuhan. Keselamatan adalah saat relasi kita dengan Tuhan dikembalikan.

Rasul Paulus yang telah 25 tahun percaya pun mengatakan bahwa dia pun belum mencapai pengenalan akan Kristus sebagaimana yang ia pikirkan dan masih terus mengejar pengenalan tersebut (Fil 3:8-13). Jikalau rasul Paulus yang telah menulis separuh dari Perjanjian Baru mengatakan belum mengenal Tuhan, siapakah kita sehingga kita bisa mengatakan bahwa kita mengenal Tuhan? Nabi Hosea dalam Hos. 6:3 menulis hal yang sama seperti rasul Paulus supaya kita mengejar terus pengenalan akan Tuhan dan tidak pernah puas akan pengenalan kita terhadap Tuhan.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 20 Juli 2014 PDF Print E-mail

Kristus Sebagai Imam, Nabi dan Raja

Luk 22:31-32

Ev. Titus Ndoen

Topik Kristus sebagai Imam, Nabi, dan Raja kurang diperhatikan oleh orang Kristen. Padahal topik ini merupakan topik yang sangat mendasar dan mempengaruhi bagaimana kita menjalani hidup kita setiap hari. Kita sebagai orang Kristen dipanggil untuk menyatakan Kristus sebagai Nabi, Imam, dan Raja dan kita berfungsi sebagai nabi, imam, dan raja dalam setiap apa yang kita lakukan.

Katekismus Heidelberg pertanyaan ke 32 menanyakan mengapa kita disebut sebagai orang Kristen? Jawabannya karena kita adalah anggota dari tubuh Kristus melalui iman dan berbagian di dalam pengurapan-Nya supaya kita sebagai nabi, mengakui nama-Nya; sebagai imam, mempersembahkan hidup saya sebagai suatu korban yang hidup kepada Tuhan; dan sebagai raja, berjuang dengan hati nurani yang bersih dan bebas melawan dosa dan kejahatan.

Menjadi orang Kristen itu sinonim dengan menjadi nabi, imam, dan raja. Supaya kita berfungsi sebagai nabi, imam, dan raja kita harus melihat kepada Kristus. Kita memang tidak sama seperti Kristus karena ia adalah Nabi, Imam, dan Raja yang sesungguhnya sedangkan kita hanya berfungsi sebagai nabi, imam, dan raja.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 13 Juli 2014 PDF Print E-mail

Menjauhi Keinginan Daging

1 Ptr. 2:11-12

Ev. Calvin Renata

Dalam 1 Ptr. 2:1-10 Petrus memberikan kepada kita doktrin Kristologi yang unik yaitu Kristus sebagai batu penjuru, yaitu dampak dari kematian Kristus yang membawa kita sebagai anak Tuhan. Mulai dari 1 Pet 2:11 – 3:7 Petrus berbicara dengan tema khusus yaitu etika orang Kristen hidup di dalam masyarakat dan keluarga. 

Apa yang Petrus katakan dalam bagian ini sama dengan yang pernah dibahas Paulus di dalam suratnya yang lain. Ini menunjukkan bahwa orang Kristen diselamatkan Tuhan bukan untuk mengasingkan diri atau memisahkan diri dari dunia tetapi untuk menjadi garam dan terang bagi dunia.

Ayat 11-12 yang kita bahas hari ini adalah pendahuluan dari etika kewajiban orang Kristen. Pada ayat 11 Petrus menasihati supaya kita menjauhkan diri dari keinginan daging. Di dalam terjemahan bahasa Inggris terdapat penekanan pada kata menasihati yaitu mendesak. Beberapa terjemahan bahasa Inggris menggunakan kata ‘urge,’ artinya adalah sesuatu yang mendesak, ada unsur urgensi bagi para perantau supaya mendengarkan apa yang Petrus katakan, yaitu supaya menjauhkan diri dari keinginan daging.

Read more...
 
<< Start < Prev 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Next > End >>

Page 12 of 72
RocketTheme Joomla Templates