Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 24 Maret 2013 PDF Print E-mail

Eksposisi Surat 1 Petrus : Pengharapan di dalam Tuhan Yesus Kristus

1 Pet 1:1–3

Ev. Calvin Renata

Pada ayat ke-3 Petrus mulai masuk kepada isi suratnya dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus…”, dalam bahasa Yunani kata terpujilah ini menggunakan kata yulogetos, dari kata tersebut muncul kata dalam bahasa Inggris eulogy, artinya adalah memberikan ucapan syukur baik kepada Tuhan atau orang lain.

Bangsa Yahudi adalah bangsa yang menekankan relasi mereka dengan Allah. Petrus bukanlah orang pertama yang mengucapkan hal ini. Ucapan syukur ini juga muncul dalam Perjanjian Lama. Misal, Kej.1:6 dan Kej.24:7. Jadi ini merupakan hal yang umum dilakukan oleh bangsa Yahudi, tetapi dalam ucapan syukur Petrus di ayat 3 ini unik karena Petrus menghubungkannya dengan diri Tuhan Yesus.

Dalam Perjanjian Lama ucapan syukur kepada Tuhan berhenti di Pribadi Pertama, tetapi ucapan syukur Petrus juga menyebut Pribadi Kedua yaitu Yesus. Mengapa? Petrus bermaksud memberitahukan penerima suratnya agar saat bersyukur kepada Tuhan mereka tahu siapa Dia itu. Petrus bermaksud memberikan identitas yang jelas kepada Allah yang mereka ucapkan syukur.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 17 Maret 2013 PDF Print E-mail

Dipenuhi oleh Roh Kudus

Ef. 5:15-21

Ev. Bakti Anugrah, M.A.

Dalam pasal pertama kitab Efesus rasul Paulus menyatakan bahwa kita sudah dipilih sebelum dunia dijadikan. Roh Kudus dimeteraikan di hati orang percaya (Ef. 1:13,14). Setiap orang percaya sudah diselamatkan dan sedang akan diselamatkan. Setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus sudah memperoleh surga dan sedang akan memperoleh surga pada waktu kedatangan Tuhan Yesus kali kedua. Kita adalah milik Dia yang memberi meterai bagi kita. Kita adalah milik Allah. Kita diberikan Roh Kudus sebagai jaminan bahwa kita adalah milik Tuhan. Oleh Roh itu kita dapat memanggil dan menyebut Dia sebagai Tuhan dan Bapa kita. Pada waktu kita menjadi milik Kristus kita diadopsi menjadi anak Tuhan.

Rasul Paulus juga memberi peringatan supaya kita jangan mendukakan Roh Kudus yang telah memeteraikan kita menjelang hari penyelamatan. Dia tidak akan meninggalkan kita tetapi waktu kita jatuh ke dalam dosa kita dapat mendukakan Dia. Roh itu bukan energi, tetapi Pribadi. Dia bisa berduka karena dosa kita. Allah Perjanjian itu setia pada umat-Nya. Namun kita berulang kali tidak setia pada-Nya. Waktu kita tidak kudus, Roh Kudus berduka. Tetapi Ia tidak akan meninggalkan kita.

Rasul Paulus menegaskan supaya hidup kita berpadanan dengan panggilan kita. Kemudian dalam Ef. 5:15 Paulus mengingatkan kita supaya memperhatikan bagaimana hidup kita. Konteks jemaat Efesus adalah jemaat yang hidup di bawah pemerintahan bangsa Romawi. Bangsa Romawi menyembah dewa-dewa kafir dan menyembah Kaisar. Maka waktu orang Kristen tidak mau menyembah dewa kafir dan menyembah kaisar, mereka pasti akan langsung kelihatan. Kita dinasihatkan untuk hidup tidak seperti orang bebal tetapi seperti orang arif. Orang bebal dalam Alkitab dikaitkan dengan orang yang tidak takut akan Tuhan. Tetapi orang arif adalah orang yang mengenal Tuhan. Orang yang mengenal Tuhan berarti punya relasi dengan Tuhan, ia takut akan Tuhan dan punya perasaan mau hidup bagi Tuhan sehingga ia pasti memperhatikan langkah hidupnya. Ia tidak akan melampiaskan hawa nafsunya.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 03 Maret 2013 PDF Print E-mail

Depresi Rohani & Duri dalam Daging

2 Kor. 12:7–10

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Rasul Paulus dalam pelayanannya juga mengalami depresi rohani. Ia bukannya melayani tanpa penderitaan, tanpa masalah ataupun tanpa musuh. Rasul Paulus menghadapi setiap masalah yang mendatanginya dengan luar biasa.

Jika seseorang melayani Tuhan hanya dengan melakukan apa yang disenanginya, orang ini bukan melayani Tuhan melainkan dirinya sendiri. Orang yang mau melayani Tuhan adalah orang yang siap mengalami penderitaan, tantangan dan kekecewaan yang berat. Pelayanan tidak selalu mulus dan berjalan baik.

Rasul Paulus melayani dalam keadaan yang sulit dan penuh tantangan, sehingga ia bisa melayani dengan sungguh-sungguh. Rasul Paulus dalam pelayanannya diberikan karunia, tanda-tanda, kebenaran luar biasa oleh Tuhan. Tetapi manusia yang menerima kasih karunia Allah yang begitu besar juga tetap manusia biasa yang berdosa, begitu pula dengan Rasul Paulus. Manusia biasa dan berdosa ini juga lemah dan mempunyai banyak kekurangan.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 24 Februari 2013 PDF Print E-mail

Eksposisi Surat 1 Petrus: Penerima Surat

1Pet.1:1–2

Ev. Calvin Renata

Tidak seperti surat rasul Paulus yang ditujukan kepada satu jemaat, Petrus langsung menuliskan suratnya untuk ke-5 jemaatnya. Suratnya ini bersifat spesifik kepada masing-masing jemaat karena mereka mempunyai masalah yang berbeda. 5 kota itu yaitu Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil, dan Bitinia sudah tidak kita kenal lagi karena sudah tidak ada lagi. Menurut para ahli Alkitab, kelima kota ini berada di Asia kecil, atau di zaman sekarang di daerah Turki. Dulunya ini daerah Kristen tetapi kemudian Islam masuk dan menaklukkan daerah tersebut.

Alkitab tidak menjelaskan siapakah penerima surat Petrus di ke-5 kota ini dan bagaimana mereka bisa percaya meskipun mereka di luar Israel. Seorang sejarawan gereja, Eusebius, di abad mula-mula, mengatakan bahwa Petruslah yang menginjili jemaat di ke-5 kota tersebut, tetapi hal ini tidak pernah dinyatakan dalam Alkitab. Kemungkinan lain adalah saat hari Pentakosta, orang dari berbagai daerah datang untuk mendengarkan para rasul, termasuk jemaat dari ke-5 kota tersebut. Kemudian setelah mereka menjadi orang percaya, mereka kembali ke kota masing-masing dan mendirikan jemaat.

Penerima surat Petrus ini adalah orang gentile Christians, yaitu orang non Yahudi yang bertobat menjadi orang Kristen. Gentile berarti suatu etnik di luar bangsa Yahudi. Mengapa kita yakin bahwa Petrus menuliskan suratnya untuk orang gentile Christians? Karena dalam seluruh suratnya Petrus tidak pernah menyebutkan hukum Taurat. Orang non-Yahudi tidak memahami hukum Taurat dan mereka tidak perlu dikoreksi mengenai hukum Taurat. Hal ini berbeda dengan surat Paulus yang selalu mengkoreksi dan mengingatkan bangsa Yahudi mengenai hukum Taurat.

Read more...
 
<< Start < Prev 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Next > End >>

Page 12 of 58
RocketTheme Joomla Templates