Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 25 Agustus 2013 PDF Print E-mail

Pelajaran dari Sejarah

Mazmur 78

Ev. Gito T. Wicaksono.

Setiap manusia mempunyai masa lalu/ sejarah. Sejarah adalah catatan masa lalu tetapi bukan masa lalu karena tidak semua bagian dari masa lalu tercatat. Saat kita belajar sejarah kita belajar dengan iman karena kebenaran dari sejarah tergantung dari pencatatnya. Kadang-kadang sejarah dicatat dengan kebohongan/ manipulasi, misalnya: peristiwa Supersemar.

Siapakah penulis sejarah? Dan Brown, dalam novelnya “Da Vinci's Code” mengatakan bahwa penulis sejarah adalah para penguasa. Dalam setiap kebudayaan besar, sejarah mencatat prestasi-prestasi besar yang dicapai oleh tokoh kebudayaan tersebut. Tetapi Alkitab tidak menulis prestasi besar. Alkitab menuliskan kehidupan Yesus dengan begitu sederhana dan simpel.

Dari sejarah kita belajar alur kehidupan manusia. Jika kita mengecek sejarah kita, kita akan tahu bahwa sejarah merupakan anugerah demi anugerah dari Tuhan yang membimbing seluruh kehidupan kita. Begitu pula dengan sejarah bangsa Israel. Mzm. 78 banyak berbicara mengenai sejarah yang terjadi dalam bangsa Israel pada saat itu. Mazmur ini ditulis oleh Asaf, musisi Daud.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 18 Agustus 2013 PDF Print E-mail

Eksposisi Kitab 1 Petrus (seri ke-8)

1 Ptr. 1:9-12

Ev. Calvin Renata.

Dalam ayat 8 Petrus berbicara tentang ‘Epistemologi iman’. Petrus mengatakan bahwa, ‘kamu tidak pernah melihat Yesus tetapi bisa percaya dan mengasihi-Nya’. Secara hukum manusia hal ini sangat aneh tetapi inilah yang disebut dengan epistemologi iman. Paulus berkata dalam Rm. 10, ‘Faith comes from hearing not by seeing.’ Iman Kristen muncul dan terjadi dalam hati manusia bukan karena melihat tetapi karena mendengar, mendengar firman Allah.

Ayat 9, Petrus berbicara tentang rahasia keselamatan yang Tuhan kerjakan dalam setiap hati manusia. Tujuan akhir dari iman adalah keselamatan. Hal ini mempunyai tafsiran yang berbeda-beda. Dalam NIV: ‘You’re receiving the goal of your faith’ (kamu sedang menerima, mendapati tujuan keselamatan). Dalam bahasa Yunani ‘You’re receiving’ (kamu sedang menerima) diartikan dalam bentuk present, middle, participle. Artinya Perjanjian Baru memahami keselamatan yang dikerjakan oleh Tuhan dalam 3 perspektif, yaitu :

1. Keselamatan sebagai sesuatu yang sudah Tuhan kerjakan dalam hidup kita (salvation as completed action).
2. Keselamatan sebagai continuing process, yaitu proses yang sedang berjalan, sedang dialami. Setelah diterima tidak berhenti begitu saja tetapi masih terus dialami dan dijalani.
3. Keselamatan itu nanti akan disempurnakan ketika Yesus datang kedua kalinya.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 11 Agustus 2013 PDF Print E-mail

Orientasi hidup pengikut Kristus

Mat. 10:37-39, 16:24-26

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Orang Kristen jika tidak sungguh-sungguh mau menjadi pengikut Kristus maka hanya akan berpikir bagaimana ia mendapatkan berkat dari agamanya itu. Apakah kita beragama hanya karena kita suka ataukah karena kita sungguh ingin mengikut Kristus?

Tuhan Yesus mengatakan setiap orang yang ingin menjadi murid-Nya harus memikul salib, menyangkal diri dan mengikuti Dia. Orang yang mengikut Kristus adalah orang yang tidak berorientasi pada diri sendiri. Orientasi pada diri sendiri adalah pengikut agama kafir atau penyembah berhala. Pertobatan sejati adalah perubahan dari orientasi pada diri sendiri menjadi orientasi kepada Allah yang benar.

Apakah Kristus dalam pengajaran Armenian sama dengan Kristus yang kembali pada Alkitab? Tidak. Kristus yang dinyatakan Alkitab adalah Kristus yang tidak mengajar kita untuk berorientasi pada diri sendiri melainkan pada kebenaran. Manusia tidak pernah mampu untuk mencari kebenaran. Kita semua bergantung pada kasih karunia dan augerah Allah semata-mata.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 04 Agustus 2013 PDF Print E-mail

Komitmen Bergereja

2 Tim. 4:1-8

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Pada zaman ini sulit mencari orang yang setia. Hal ini dikarenakan kondisi zaman yang berbeda. Pekerjaan saat ini tidak menuntut pekerjanya untuk setia sampai mati di perusahaan tersebut. Banyak orang berpindah-pindah kerja dan tidak pernah menetap di suatu pekerjaan. Hal yang lebih buruk adalah ada orang yang selalu berpindah-pindah gereja, tidak pernah menetap di satu gereja.

Tidak dalam semua hal kita perlu berkomitmen, misalnya dalam hal pemilihan restoran atau bioskop tetapi lain halnya dengan gereja. Mengapa berbeda? Karakteristik gereja digambarkan sebagai gambaran keluarga. Tidak mungkin kita bisa berpindah keluarga saat kita tidak suka berada dalam keluarga kita. Berpindah gereja diperbolehkan tentunya jika motivasi kita benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hal-hal apakah yang penting dalam komitmen bergereja?

Pertama, gereja adalah keluarga. Rasul Paulus juga mengatakan bahwa Gereja adalah tubuh Kristus dengan banyak anggota. Dalam ilustrasi tersebut Rasul Paulus menggambarkan bahwa setiap anggota tubuh Kristus harus saling melengkapi dan tidak bisa berdiri sendiri. Tetapi kondisi gereja kita saat ini masih jauh dari gambaran ideal yaitu gereja yang saling melengkapi. Saling melengkapi bukan di dalam masalah pekerjaan atau masa depan tetapi saling melengkapi di dalam bertumbuh dan kembali kepada kebenaran. Jika anggota gereja tidak mau sungguh-sungguh kembali kepada kebenaran dan gereja hanya digunakan untuk bersenang-senang dan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang mengakrabkan anggotanya maka gereja tersebut sudah bukan gereja lagi. Bukannya kegiatan seperti itu salah tetapi kita harus mengingat fungsi gereja yaitu saling melengkapi di dalam kebenaran dan kasih Tuhan.

Read more...
 
<< Start < Prev 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Next > End >>

Page 12 of 62
RocketTheme Joomla Templates