Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 27 April 2014 PDF Print E-mail

Paradox Bayi Rohani

Eksposisi 1 Pet 2:1-3

Ev. Calvin Renata

Pasal 2 ini dimulai dengan kata “karena itu” (therefore), jadi pasal 2 ini merupakan kelanjutan dari pasal 1. Pada teks asli Alkitab, tidak ada pasal maupun ayat. Jadi surat Petrus ini merupakan surat yang bersambung terus. Pasal ke-2 ini merupakan konsekuensi dari orang yang dilahirbarukan oleh Allah yang telah disebutkan dalam pasal 1.

Dalam pasal ke-2 ini Petrus menyebutkan 5 dosa. Kata “buanglah” dalam bahasa Yunani, apotenmai, artinya sama seperti orang yang menanggalkan baju. Kita harus menanggalkan baju yang lama, baru kita mengenakan baju yang baru. Kalimat ini ditulis dengan menggunakan kalimat imperatif (perintah), sehingga tidak ada pilihan apakah kita mau melakukannya atau tidak. Perintah ini harus dilakukan oleh orang yang mengaku sudah dilahirbarukan oleh Roh Kudus.

Dosa-dosa yang disebutkan oleh Petrus bukanlah dosa yang hanya dimiliki oleh orang yang tidak percaya. Kita yang juga merupakan orang percaya, juga pernah melakukannya. Kelima dosa itu adalah kejahatan (malice), tipu muslihat (deceit), kemunafikan (hypocrisy), kedengkian (envy), dan fitnah (slander). Kelima dosa yang Petrus katakan adalah dosa yang muncul dari dosa manusia. Petrus tidak mengatakan dosa yang bisa dilihat orang seperti pembunuhan. Petrus berbicara mengenai dosa yang sangat terselubung di dalam hati manusia.

Siapakah yang tahu orang yang munafik, dengki, dan penuh tipu muslihat? Tidak ada yang tahu. Dosa inilah yang paling berbahaya karena tidak bisa diketahui oleh manusia. Kelima dosa ini saling berkaitan karena jika kita melakukan salah satu dosa ini dosa-dosa lain akan mengikuti (akan kita lakukan). Dosa yang disebutkan oleh Petrus ini berefek domino (mengakibatkan dosa yang lain). Ini bisa dilihat dalam hidup orang Farisi dan Ahli Taurat. Orang Farisi dan Ahli Taurat penuh dengan iri hati, diikuti dengan fitnah, dan tipu muslihat, dll. Kelima dosa ini jangan dianggap sebagai dosa yang remeh karena tidak bisa dilihat orang. Di dalam Alkitab baik Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, misalnya di Mzm 24, Daud mengatakan kriteria orang yang bisa masuk surga adalah orang yang bersih tangannya, murni hatinya, dan tidak bersumpah palsu.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 20 April 2014 PDF Print E-mail

Fokus berita Paskah

Yes. 53:1, Yoh.12:38, Rm.10:16

Ev. Gito T.Wicaksono

Di dalam hidup kita seringkali kehilangan fokus. Seekor singa dalam sebuah sirkus seringkali disodorkan kursi oleh sang pawang langsung tidak berkutik. Ini bukanlah kekuatan gaib melainkan masalah fokus. Singa melihat ada 4 kaki kursi tidak tahu harus fokus kemana. Binatang segalak itu bisa ditundukkan ketika fokus /konsentrasinya dibelokkan. Pengalihan perhatian.

Kita pun demikian. Kita diciptakan untuk fokus pada 1 hal. Namun seringkali kita hidup tidak memiliki fokus. Gereja pun fokus utamanya seringkali bukan Kristus. Alkitab menyatakan bahwa fokus iman Kristen adalah salib. Mujizat terjadi, tetapi bukan fokus. Bahkan dalam Perjanjian Lama berita mengenai kedatangan Mesiaspun mengenai Mesiasnya yang akan menderita.

Begitu juga dengan orang-orang Yahudi menjadi kehilangan fokus. Mesias yang mereka harapkan adalah Mesias yang akan melepaskan mereka dari penjajahan. Manusia sejak kecil menginginkan model. Anak-anak menjadikan orang tuanya sebagai model. Bangsa Israel menjadikan Raja Daud sebagai model Mesias yang mereka harapkan. Oleh karena itu begitu Yesus mengatakan Dialah Roti Hidup, bahwa Dia harus dikorbankan, orang Yahudi berpikir Dia dipikir gila. Orang Yahudi menghendaki Mesias yang bisa melepaskan mereka dari penjajahan Romawi. Mayoritas orang Yahudi kecewa terhadap Yesus. Yesus menggenapkan Mesias yang dinyatakan dalam Perjanjian Lama yaitu Mesias yang menderita (Yes.53). Ahli Taurat dan orang Farisi jelas tahu bagian firman dari Yesaya 53 ini. Namun mengapa fokus mereka bisa sampai bergeser /menyimpang dari yang dinyatakan Yesaya ini? Karena mereka punya harapan sendiri. Itu sebabnya Kristus ditolak.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 13 April 2014 PDF Print E-mail

Tertukarnya Berkat dan Kutuk

Mzm. 22:1-8; Im. 16:5-10; Bil. 21:5-9

Ev. Bakti Anugrah

Paul Washer penulis buku “Gospel Power and Message” mengatakan seringkali dalam pemberitaan Injil tentang Yesus Kristus Tuhan kita, ada kesalahan besar di dalam pemberitaan kita, yaitu kita kurang menekankan tentang kematian Yesus Kristus. Banyak gereja malah memberitakan tentang kepentingan manusia tetapi kematian Tuhan Yesus jarang disinggung.

Jika kita mengatakan Kristus mati, apakah bedanya? Karena semua orang juga mati. Jika kita mengatakan Yesus mati secara terhormat, apakah bedanya dengan para martir? Apakah perbedaan mendasar antara kematian Yesus dengan kematian orang lain?

Perbedaannya adalah di dalam hal, Yesus Tuhan kita mati menanggung pelanggaran dari umat-Nya dan penderitaan-Nya adalah penderitaan hukuman ilahi yang seharusnya kita tanggung. Yesus tidak sekedar mati, Ia menanggung murka Allah dan pelanggaran-pelanggaran kita.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 06 April 2014 PDF Print E-mail

Panggilan, Pilihan, Penetapan dan Kedaulatan

Ul. 7:7-8

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Di dalam panggilan untuk melayani ada beberapa prinsip:

1. Menyadari dunia ini milik Siapa. Dalam sebuah lagu yang berjudul This is my Father’s World (Inilah Dunia-Hu) dikatakan bahwa dunia ini adalah milik Bapa. Kita seringkali lupa dunia ini milik siapa. Kita tidak dapat hidup semau sendiri karena dunia ini bukan milik kita. Kita berada di rumah Bapa tetapi kita tidak mau ingat apa kehendak Bapa. Kita sendiri pun milik Bapa. Kita bukan milik diri kita sendiri. Segala-galanya adalah dari Bapa, termasuk hidup kita. Oleh karena itu sudah seharusnyalah hidup kita mengingat apa yang dikehendaki Bapa.

Seperti Tuhan Yesus sendiri waktu datang ke dunia, Ia tahu dengan jelas tujuan-Nya datang ke dalam dunia adalah untuk menggenapi kehendak Bapa-Nya. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah di dalam rencana dan kedaulatan-Nya yang sempurna. Kita diberi hak istimewa untuk berbagian dalam pekerjaan Kerajaan Allah.

Apa prioritas kita? Benarkah kita mengutamakan kehendak Tuhan seperti yang kita doakan dalam Doa Bapa kami? Jangan waktu mengucapkan doa Bapa kami kita hanya lip-service.

Kita sudah ditebus dengan harga yang mahal. Ikut Kristus bukan untuk kepentingan diri tetapi untuk kepentingan Kerajaan Allah. Ajaran yang mengutamakan kepentingan diri adalah ajaran sesat. Ibadah yang benar adalah hidup bagi kemuliaan Tuhan. Kita hidup di dunia Bapa dan kita hidup untuk menuruti kehendak Bapa.

Lalu apa kehendak Tuhan bagi kita? Ada orang yang bingung harus melayani apa dan mau mengerjakan pelayanan apa. Salah satu prinsipnya adalah mulai setia dari perkara kecil yang Tuhan percayakan pada kita demi kemuliaan-Nya. Tuhan menghendaki kita melayani mulai dari hal-hal kecil. Sudahkah kita melakukannya? Minimal kita bersaksi mengajak teman kita untuk mengenal jalan keselamatan. Mari beritakan kebenaran. Ini hal konkrit yang dapat kita lakukan. Jangan bingung mau melayani apa, kita bisa mulai dengan menceritakan apa yang dikerjakan oleh Allah dalam hidup kita. Kita tidak menawarkan masa depan cerah tetapi kita menawarkan kebenaran.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 7 of 65
RocketTheme Joomla Templates