Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 05 Januari 2014 PDF Print E-mail

Masa Hidupku Ada di Dalam Tangan-Mu

Mzm. 31:16

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Kebiasaan kita setelah mengucapkan ‘selamat tahun baru’ biasanya adalah mendoakan lawan bicara kita supaya mereka sehat, panjang umur, sukses, keinginannya terpenuhi, dll. Padahal yang sedang terjadi dan akan terus digenapi oleh Tuhan adalah kerajaan Allah dan kehendak-Nya. Manusia dalam menjalani hidup selalu ingin menentukan keinginan dan tujuannya sendiri. Padahal dalam hidup kita yang sedang berjalan adalah kehendak dan keinginan Allah.

Ada 2 pandangan yang mempengaruhi worldview kita, yaitu post-modernism dan open-theism. Kedua pandangan ini mirip. Post modernism mengajarkan bahwa di dunia ini tidak ada yang bersifat mutlak, tidak ada yang absolut, semua hal bersifat relatif. Pandangan ini mengatakan bahwa kebenaran tidak ada yang mutlak, definisi kebenaran bergantung pada komunitas di mana kita hidup. Kebenaran Kristen hanya mutlak bagi Kristen dan tidak mutlak bagi agama lain.

Pemikiran post modernism misalnya: berkembang menjadi orang tua tidak boleh memutlakkan kebenarannya karena anak punya kebenarannya sendiri. Spirit post modernism ini sebenarnya merupakan spirit pemberontakan. Kebenaran bagi pandangan post modernism adalah tidak boleh memutlakkan sesuatu. Jadi kebenaran adalah kebebasan.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 22 Desember 2013 PDF Print E-mail

Janji Imanuel

Yes. 7:1-8

Ev. Gito T. Wicaksono

Anak kecil jika bertengkar itu wajar, tetapi ketika adik kakak bertengkar sampai besar kemudian saling melukai, bahkan saling berniat untuk membunuh lalu membawa teman untuk saling berhadapan dan terjadilah peperangan di dalam keluarga itu sendiri, hal ini menyedihkan dan mengerikan sekali. Kalau kita melihat sejak keluarga pertama, Adam dan Hawa, kita sudah melihat persaingan seperti itu: Kain membunuh Habel. Adik dibunuh oleh kakaknya yang iri hati. Kita melihat bahwa Esau dan Yakub juga demikian. Yakub menipu Esau, kakaknya, dan Esau pernah hasrat membunuh Yakub walaupun tidak jadi. Yakub sendiri demikian, punya 12 anak lalu mereka mengungsi ke Mesir.

Setelah keluar dari Mesir, masuk era Yosua dan era Hakim-Hakim (sekitar 350 tahun, hampir sama dengan Indonesia dijajah Belanda) dengan kepemimpinan yang kacau sekali. Hakim-Hakim sebetulnya secara singkat adalah pemimpin tetapi secara sporadis (tidak ada kesatuan). Dimulai oleh seorang yang bernama Samuel, mulai terjadilah satu kesatuan di dalam kerajaan tetapi kemudian raja pertama dari suku Benyamin yaitu Saul, tidak senang dengan Daud, bertengkar lagi dan Daud dikejar-kejar sampai akhirnya Saul bunuh diri lalu Daud menjadi raja. Awalnya Daud juga tidak disetujui oleh suku-suku yang lainnya terutama suku Benyamin, bermusuhan, namun akhirnya bersatu di bawah kepemimpinan Daud. Setelah Daud, muncul Salomo. Setelah Salomo, pecah lagi bahkan lebih dahsyat lagi antara kerajaan Yehuda dan kerajaan Israel. Dua suku, uniknya adalah dari suku Yehuda dan suku Benyamin. Tadinya suku Yehuda dan suku Benyamin bermusuhan, sekarang mereka bersatu berhadapan dengan suku-suku yang lainnya. Di antara 2 kerajaan ini saling bermusuhan. Bukan hanya itu, seringkali masing-masing membawa teman. Itulah yang kita lihat dalam Yes. 7:1.

Raja Yehuda (Ahas) mau diserang oleh saudaranya sendiri, Raja Israel, yaitu Pekah bin Remalya. Raja Israel membawa teman yaitu Raja Aram, hendak menyerang Yehuda. Bayangkan aslinya mereka adalah bersaudara tetapi mereka bertengkar sendiri dan bukan hanya bertengkar, demi sebuah kekuasaan, tidak pandang saudara dan membawa teman. Orang Aram adalah orang yang tidak mengenal Tuhan namun sayangnya Ahas juga adalah raja yang jahat dan tidak mau taat kepada Tuhan. Ketika Yehuda diserang sendirian, Ahas langsung memanggil Raja Asyur. Asyur adalah bangsa yang kuat. Jadi orang-orang Asyur maupun Aram yang pernah menjadi musuh Israel sendiri justru sekarang diajak berperang sebagai teman (sekutu). Sekutu Israel adalah Aram dan sekutu Yehuda adalah Asyur, bangsa yang begitu kejam. Ternyata kita lihat senjata makan tuan. Asyur memang membantu menghancurkan Israel dan Aram, tetapi nantinya juga menghancurkan Yehuda.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 15 Desember 2013 PDF Print E-mail

Predestinasi Kristus

1 Ptr. 1:20-21

Ev. Calvin Renata

Pada bulan lalu kita telah belajar tentang Kristus yang mati disalibkan untuk menebus kita dari hidup yang sia-sia bukan dengan emas atau perak tetapi dengan darah yang mahal, dipersembahkan kepada Allah sebagai ganti keadilan Allah. Beberapa pandangan tentang penebusan Kristus adalah bahwa kita ditebus supaya umat pilihan dibebaskan dari iblis dan sebagai persembahan untuk iblis. Ini adalah pandangan yang salah yang telah ditafsirkan oleh bapak-bapak gereja seperti Origen, Gregory of Nyssa. Namun pandangan Reformed mengatakan bahwa pengorbanan Kristus di atas kayu salib bukan supaya kita dipersembahkan kepada iblis, karena sesungguhnya kita adalah milik Allah, tetapi semata-mata untuk memenuhi keadilan Bapa atas dosa manusia.

Pada ayat 20-21 ini, Petrus ingin menyampaikan kepada pembacanya tentang siapakah Kristus yang mati di atas kayu salib itu. Ini adalah bagian yang unik yang tidak kita temukan di bagian manapun dari Alkitab, yaitu Ia (Kristus) telah dipilih sebelum dunia dijadikan. Ini adalah satu-satunya bagian dalam Perjanjian Baru yang mengatakan bahwa Kristus adalah juga objek dari predestinasi Allah.

Di dalam Alkitab kita mengenal 3 objek predestinasi, yang pertama adalah pemilihan manusia atau umat pilihan Allah, ini adalah bagian yang paling banyak dibicarakan di dalam Perjanjian Baru di mana Allah sudah menetapkan orang-orang untuk diberikan keselamatan atau anugerah khusus. Baik dalam surat-surat Paulus, surat Petrus juga mengatakan demikian dan Tuhan Yesus sendiri dalam beberapa kali khotbah-Nya mengatakan tentang pemilihan manusia.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 08 Desember 2013 PDF Print E-mail

Tujuan Hidup Orang Percaya

Yohanes 5:17

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Ketika kita datang ke dunia ini, kita datang tanpa tujuan apa-apa. Seakan kita dipaksa untuk hadir dalam dunia ini. Kita datang ke suatu dunia yang kita tidak tahu dunia apa, milik siapa, dan untuk apa kita hadir di sini. Ini semua adalah perenungan yang perlu dipikirkan oleh orang-orang percaya, karena hal ini adalah semata-mata pergumulan kita dengan Tuhan saat tinggal di dunia.

Argumen Teleological (segala sesuatu ada tujuannya) adalah argumen yang mau membuktikan keberadaan Tuhan. Para ahli Teleological Argument menjelaskan bahwa ada arti dari semua makhluk hidup, ada tujuan yang telah ditetapkan oleh Tuhan untuk semua makhluk hidup, tidak ada kebetulan. Tetapi di dalam pemahaman atheis, semua yang terjadi adalah kebetulan. Karena teori evolusi yang mereka pahami memiliki penjelasan tentang banyak sekali kebetulan. Bumi ini terjadi secara kebetulan, sel juga berkembang secara kebetulan, akhirnya secara kebetulan sel itu berkembang menjadi hewan-hewan kecil, berkembang lagi menjadi monyet dan akhirnya menjadi manusia sekarang. Jadi pemahaman mereka ssegala sesuatu terjadi hanya karena kebetulan saja.

Setelah semua kebetulan yang dipaparkan oleh kaum Atheis, mereka percaya bahwa hidup juga hanya sebuah kebetulan dan pasti tidak ada gunanya hidup selain untuk bertahan hidup. Tetapi setelah bertahan hidup, apakah tujuan mereka selajutnya? Tidak ada. Semua yang hidup akan mati, dan semua yang mati juga akan dianggap kebetulan. Suatu kenyataan yang sia-sia tertanam dalam pikiran mereka.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 7 of 62
RocketTheme Joomla Templates