Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 10 Okt'10 PDF Print E-mail

 

Kejadian 19:1-11

Pdt. Gatot Setijobudi

Koran Jawa Pos pada tanggal 18-19 Juli lalu memuat cerita perjalanan seorang wartawati yang sedang belajar di Italia. Ia melakukan perjalanan ke sebuah situs yaitu kota yang selama 16 abad terpendam debu dan abu dari letusan sebuah gunung berapi. Pada abad ke-18 baru digali dan sekarang menjadi tempat wisata di Italia. Judulnya: “Belajar dari tata kota Pompey, layaknya kota abad ke-21 sudah ada spa dan gimnastik”. Mengunjungi situs Pompey Italia serasa masuk ke peradaban modern. Sama sekali tidak dapat dibayangkan kota seluas 66 hektar itu dibangun pada abad ke-6 SM. Di kota Pompey jalan-jalan sudah dibangun begitu bagus dan lebar. Bahkan masih relevan untuk keadaan kota abad ke-21 ini. Luar biasa. Kemudian juga ditemukan hotel-hotel, fasilitas spa, air mancur di beberapa penjuru kota, pipa-pipa bersih yang menyalurkan air, ada juga teater-teater yang disebut omnitheatre. Di teater ini biasa dilakukan pertandingan antar manusia, gladiator, yang terkadang sampai mati. Pengunjung-pengunjung hadir untuk melihat. Kota yang begitu megah ini ternyata tertimbun debu dan abu, bukan hanya bangunan fisik tetapi juga 20.000 penghuninya. Letusan gunung itu juga disertai angin badai yang menghancurkan kota ini.

Beberapa orang Kristen bertanya-tanya: Apakah yang menimpa kota Pompey ini merupakan hukuman dari Allah? Kejadian ini mengingatkan mereka pada kejadian yang ditulis di Alkitab yaitu penghancuran kota Sodom dan Gomora, kota yang subur di lembah Yordan. Allah menghancurkan dengan hujan belerang dan api dari langit. Dari bagian yang kita baca (ayat 24) Allah bertindak memusnahkan kota itu karena dosa-dosa Sodom dan Gomora. Lalu mengapa orang-orang menghubungkan kota Pompey dengan Sodom dan Gomora? Dalam penggaliannya, para ahli menemukan kota Pompey itu tertimbun secara utuh, seperti kota yang dibekukan dalam peti es. Tidak hanya bangunan-bangunannya tetapi juga jasad-jasad manusia yang meninggal di sana. Kebudayaan kota itu dapat dipelajari dan ditemukan bahwa dosa seks merajalela di kota Pompey. Dalam artikel lain juga ditemukan bahwa warga sudah mengenal bar dan prostitusi. Selain itu juga dilakukan praktek phalic worship, dari kata phalus yang artinya adalah organ intim pria. Hal ini mengingatkan orang Kristen akan kota Sodom dan Gomora yang diluluhlantahkan oleh Tuhan karena memang dosa seks menonjol di kota itu.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 03 Okt'10 PDF Print E-mail

 

Efesus 2:11-22

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Kita sudah belajar bagaimana keadaan kita yang dahulu dan yang sekarang. Dahulu kita mati, sekarang kita dihidupkan. Dahulu kita taat kepada iblis, sekarang kepada Allah. Dahulu kita terus berbuat kejahatan, dikuasai hawa nafsu kedagingan, dan menuju kebinasaan, sekarang kita dibangkitkan, memperoleh hidup baru dan menuju pada hidup yang kekal. Ini anugerah begitu besar bagi orang percaya. Kita seringkali meremehkan dan mengalihkan intisari iman Kristen ini dengan hal-hal yang tidak berguna. Jangan sampai kita terseret dengan pengajaran-pengajaran yang tidak beres.

Setelah memperoleh anugerah besar ini, bagaimana respon kita? Mengapa seringkali respon orang-orang yang diajari kebenaran justru bertolak belakang dengan kebenaran yang sejati? Mengapa orang-orang yang mendengar pengajaran yang salah justru begitu antusias dan bersemangat seolah-olah mendapat hal yang begitu berharga? Kita perlu introspeksi. Semangat dalam pelayanan tidak menjamin orang sudah dalam kebenaran. Tetapi orang yang sudah dalam kebenaran namun tidak memiliki semangat juga berarti ada yang salah.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 26 Sep'10 PDF Print E-mail

 

Efesus 2:1-10

Pdt. Andi Halim

Kita sudah membahas betapa luar biasanya anugerah yang Tuhan berikan pada orang percaya (gereja-Nya). Karunia sorgawi sudah dilimpahkan pada kita (Ef.1:3). Kita dijadikan anak-anak-Nya. Kita boleh menyebut Pencipta langit dan bumi sebagai Bapa. Ini merupakan karunia yang luar biasa. Lebih dari pada itu, kita adalah orang-orang yang sudah ditebus oleh darah yang begitu mahal yaitu darah Yesus. Allah memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk kita boleh diselamatkan (Yoh.3:16). Kita mendapat warisan Kerajaan Allah dan memperoleh hak hidup kekal bersama dengan Bapa di surga. Selama kita di dunia, rahasia kehendak-Nya dinyatakan pada kita. Kita sudah dijamin di dunia yang kekal dan diberi anugerah besar selama menjalani hidup di dunia ini. Rahasia kehendak-Nya digenapi ketika Anak-Nya yang tunggal datang ke dunia. Kita juga sudah dimeteraikan oleh Roh Kudus dan dipelihara oleh Tuhan. Semua ini merupakan karunia yang berlimpah-limpah yang diberikan Tuhan bagi kita. Sekarang dalam Efesus pasal 2 menunjukkan antara keadaan kita yang dahulu dan sekarang.

(Ayat 1) Dulu kamu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Iman Kristen mengajarkan bahwa kematian yang sejati bukanlah kematian fisik. Kematian fisik hanyalah perpisahan antara tubuh dengan roh. Tetapi kematian yang dimaksudkan dalam Efesus 2 ini adalah keterpisahan kita dari Allah, mati rohani. Ini kematian yang lebih mengerikan daripada kematian fisik. Dahulu sebelum kita percaya pada Kristus, sebelum kita bertobat, sebelum kita menerima Yesus sebagai Juruselamat, kita mati, terpisah dari Allah. Kita tidak dapat melihat kebenaran-kebenaran yang datang dari Allah. Kita hanya melihat hal-hal jasmani saja. Tuhan Yesus pernah mengatakan langit dan bumi akan lenyap tetapi firman Tuhan kekal selamanya. Semua hal di dunia ini akan habis tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tidak akan lenyap.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 19 Sep'10 PDF Print E-mail

 

Yosua 7

Ev. Bakti Anugrah,M.A.

Bagian ini sangat tidak menyenangkan bagi kita pembaca modern. Bagaimana mungkin dosa seseorang dapat mengakibatkan hukuman bagi seluruh keluarganya? Namun demikianlah diri kita sebagai orang berdosa di hadapan Tuhan. Meskipun hanya Adam yang berdosa, tetapi kita semua yang menjadi keturunan Adam disebut dan mendapat status sebagai orang berdosa. Lalu dalam kasus Akhan, Israel adalah umat Tuhan, diikat oleh perjanjian dengan Tuhan yang Mahakudus. Apalagi mereka berada dalam kondisi perang. Allah sudah berfirman, Yerikho dan Ai harus dibinasakan, tidak boleh ada satupun barang diambil. Tetapi Akhan yang sudah mendengar hal ini tetap melanggar dan hukumannya fatal, seluruh keluarganya habis. Ini adalah kisah dosa pertama yang dicatat setelah bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian. Kitab Yosua memasuki babak baru. Setelah mereka masuk ke tanah perjanjian, mereka menaklukkan kota Yerikho kemudian kota Ai, yang menjadi tempat di mana dosa pertama dicatat. Perlakuan Tuhan terhadap dosa pertama yang dicatat ini begitu keras.

Di Perjanjian Baru, hal yang serupa terjadi waktu gereja Tuhan pertama kali didirikan, Roh Kudus turun pada hari Pentakosta, rumah Tuhan dibangunkan, dan gereja mula-mula berdiri. Mereka berjalan aman sejangka waktu lamanya sampai muncul Ananias dan Safira. Mungkin kelihatannya dosa Ananias dan Safira tidak begitu besar, tetapi masalahnya mereka menipu Tuhan. Sebelum kisah Ananias, mereka iri pada Barnabas. Barnabas dipuji karena ia memberikan seluruh miliknya kepada para rasul untuk kepentingan bersama. Ananias dan Safira mau mendapat kehormatan yang sama sementara dia menipu Tuhan. Petrus mengatakan mereka mendustai Roh Kudus. Hukuman yang sama terjadi yaitu mereka mati dalam satu hari. Ada kemiripan ketika bangsa Israel masuk ke dalam tanah Perjanjian, mereka melanggar firman Tuhan. Begitu pula ketika gereja baru pertama kali berdiri, sepasang suami istri berdosa. Keduanya dihukum sangat berat. Ini menjadi penanda serta peringatan bagi umat Tuhan berikutnya.

Read more...
 
<< Start < Prev 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Next > End >>

Page 46 of 63
RocketTheme Joomla Templates