Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 10 Juni 2012 PDF Print E-mail

Allah atas Bangsa-Bangsa

Daniel 2

Ev. Bakti Anugrah, M.A.

1. Mimpi raja (2:1-13)

Bagaimana perasaan kita jikalau kita mempunyai bos yang tidak mau tahu apapun kesulitan kita yang penting tujuannya tercapai? Kalau perlu bahkan kita diminta menghalalkan segala macam cara. Bos ini tidak mau mendengar alasan apapun yang penting hasil tercapai. Amarahnya meledak apabila keinginannya tidak terkabul. Raja Nebukadnezar adalah jenis bos semacam ini. Dia terganggu dengan mimpi yang nampaknya tidak dapat dia ingat lagi lalu dia menyalahkan para orang berilmu, ahli jampi, dan ahli sihirnya. Pada saat itu melupakan suatu mimpi dianggap sebagai suatu pertanda buruk. Ada kemungkinan Nebukadnezar malu mengakui hal itu sehingga ia menimpakan hal itu kepada orang-orang berilmu bawahannya. Pepatah kita mengatakan, “buruk muka cermin dibelah,” ia menyalahkan orang lain atas kelemahannya sendiri.

Para ahli itu menjawab raja bahwa hal itu tidak mungkin mereka lakukan oleh karena kuasa untuk mengerti mimpi dan menafsirkannya tanpa mengetahui mimpi itu sama sekali hanyalah milik para dewa yang tidak berdiam di antara manusia. Mereka hanya bisa menebak-nebak saja, tetapi mereka bukan dewa dan tidak mampu datang kepada dewa yang kediamannya tidak terjangkau manusia itu. Raja menjadi amat geram karenanya lalu memutuskan untuk memusnahkan semua orang bijaksana dengan Babel termasuk Daniel dan kawan-kawannya.

2. Reaksi Daniel dan kawan-kawannya (2:14-25)

Daniel demi mendengar hal itu sangat bijaksana, ia tidak panik tetapi bertanya kepada pemimpin pengawal yang ditugaskan membunuh itu, Ariokh, alasan akan hal itu. Setelah mengetahui duduk perkaranya Daniel segera menghadap raja sendiri dan meminta waktu kepadanya. Yang mengherankan di sini adalah pada waktu orang-orang berilmu lain mengulur-ulur waktu maka raja menjadi marah (ay.7-9) maka di sini kelihatannya justru Daniel tidak mengalami hal yang sama waktu ia mengajukan permintaan yang serupa. Sepertinya Daniel memang mendapat karunia kasih sayang dari para pejabat istana termasuk raja sendiri oleh karena Tuhan (bdk. Dan.1:9) di samping memang karena ia memiliki ketrampilan yang luar biasa (1:20) yang menjadikannya begitu menonjol sehingga ia disukai.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 03 Juni 2012 PDF Print E-mail

Prioritas Nehemia

Neh.6:1-9

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Sanbalat, Tobia dan Geshem sudah berulang kali muncul dalam kitab Nehemia. Mereka terkenal selalu meneror apa yang dilakukan oleh Nehemia dalam pembangunan tembok Yerusalem dan pemasangan pintu gerbang. Mereka selalu ingin menggagalkan pembangunan itu. Mungkin mereka tersinggung karena merasa tidak dihargai. Meski demikian, pembangunan itu terus berlangsung sampai jadi. Setelah jadi, mereka kembali mendatangi Nehemia tetapi sekarang ada perubahan. (Neh.6:2). Mereka mengirimkan undangan. Kelihatannya mereka sudah mau mengakui bahwa Nehemia ternyata berhasil.

Seandainya kita punya musuh yang terus meneror dan ingin menghancurkan pekerjaan kita tetapi kita selalu terus berhasil dan kemudian musuh mengirimkan undangan supaya kita bertemu dengannya, apa yang akan kita lakukan? Apa yang dilakukan Nehemia sebagai seorang yang berhasil mengalahkan musuhnya? Apakah Nehemia berpikir lebih baik berdamai dengan musuhnya? Bukankah perdamaian juga adalah kehendak Tuhan? Ternyata reaksi Nehemia tidak seperti itu. Mengapa? Apakah Nehemia tidak suka perdamaian dan seorang yang suka mencari musuh? Bukan, melainkan Nehemia berusaha mencari tahu dulu apa motivasi dibalik undangan musuh-musuhnya itu.

Sebagai seorang Kristen kita harus peka, tidak selamanya perdamaian dengan musuh merupakan kehendak Tuhan. Lihat Amsal 26:24-25, “Si pembenci berpura-pura dengan bibirnya tetapi dalam hati dikandungnya tipu daya. Kalau ia ramah janganlah percaya kepadanya karena tujuh kekejian ada dalam hatinya.” Jika seseorang mau berdamai dengan kita dengan tulus, kenapa tidak? Tetapi kalau ia ternyata berhati licik, hati-hati jangan kita terjebak dalam perdamaiannya. Ini adalah pencobaan dalam bentuk yang baru. Sebelumnya Nehemia diserang dengan serangan-serangan hebat, tetapi Nehemia bertahan dan berhasil membangun tembok. Orang yang mengalami pencobaan, sedang dilatih dan digembleng oleh Tuhan. Nehemia pun dilatih untuk makin lama makin kuat. Setelah Nehemia mengalami kemenangan, sekarang Nehemia mengalami pencobaan kedua dengan cara dijunjung dan dimuliakan. Kebanyakan orang terjebak dan jatuh dalam pencobaan model kedua ini. Sedangkan orang yang diserang biasanya justru semakin bertahan dan bertumbuh.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 27 Mei 2012 PDF Print E-mail

Pentakosta

Kis.2:1-15, 37-40

Ev. Bakti Anugrah, M.A.

Apa perbedaan antara orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus dan mereka yang belum percaya? Sebetulnya tidak ada bedanya sama sekali sekaligus ada bedanya. Tidak ada bedanya karena Alkitab mengatakan bahwa tidak seorang pun benar, kita semua telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Artinya baik kita yang mengaku percaya kepada Kristus maupun mereka yang tidak percaya adalah sama-sama orang berdosa.

Seorang tokoh pluralisme di Inggris, John Hick, tadinya adalah seorang Kristen. Kemudian ia masuk menjadi anggota Palang Merah dan bergabung dengan organisasi Quacker. John Hick melihat banyak orang-orang dari agama-agama lain yang juga baik. Demikian pula dari masing-masing agama tersebut ada pula orang-orang yang jahat. Jadi semua dari setiap agama ada orang-orang baiknya, ada pula orang-orang jahatnya. Lalu apa bedanya? Itulah sebabnya John Hick menyimpulkan bahwa semua agama sama, yang jadi masalah bukanlah agamanya melainkan orangnya. Menurut John Hick janganlah kita berfokus pada Kristus tetapi berfokuslah pada Tuhan. Ini kalimat berbahaya sekali.

Lalu dimana perbedaan antara orang yang percaya kepada Kristus dengan mereka yang tidak percaya? Kita yang percaya kepada Kristus sudah menerima karunia Roh Kudus. Roh Kudus sudah diberikan dalam diri kita. Roh Kuduslah yang melahirbarukan kita, membuat kita percaya kepada Yesus Kristus dan merubah hidup kita. Di sinilah perbedaannya. Tuhan yang sejati ada di dalam diri kita, bukan karena kita cukup baik tetapi karena Roh Kudus diberikan pada kita. Roh Kudus merubah kita semakin serupa dengan Kristus.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 13 Mei 2012 PDF Print E-mail

Respon Nehemia menghadapi kesulitan rakyat

Neh. 5 & 4:5,9,20,23

Pdt. Andi Halim, M.Th

Nehemia dalam kenyamanan hidupnya mau ber“susah-susah” mencari perkara. Ini berbeda dengan sikap kebanyakan kita. Kita cenderung memilih hal yang menyenangkan daripada yang susah. Termasuk dalam memilih gereja. Nehemia dalam kenyamanannya hidup di Persia justru memilih untuk pergi ke Yerusalem. Pada umumnya kita akan pindah pekerjaan jika ada tawaran kerja yang lebih meyakinkan, gaji lebih besar, dsb. Sementara di Yerusalem, Nehemia tidak mendapatkan tawaran yang menyenangkan, justru ia harus menghadapi musuh-musuh yang membencinya.

Satu prinsip yang dapat kita pelajari disini yaitu kehendak Tuhan tidak selalu lebih enak. Pdt. Stephen Tong juga pernah mengatakan bagaimana Roh Kudus memimpin kita secara “negatif” atau “mengerikan”. Tuhan Yesus dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun untuk dicobai oleh iblis. Demikian pula Stefanus. Ia adalah seorang yang dipenuhi Roh Kudus tetapi waktu ia memberitakan Injil yang datang padanya adalah lemparan batu-batu. Nehemia yakin bahwa ia sedang mengerjakan pekerjaan Tuhan karena itu tantangan dan kesulitan yang ia hadapi tidak menghalanginya untuk melayani Tuhan. Bagian ini menjadi kekuatan bagi kita, anak-anak-Nya, yang mengerjakan pekerjaan Tuhan tetapi menghadapi tentangan dan perlawanan dari orang-orang yang ingin merusak pekerjaan Tuhan.

Pertama kita dapat belajar 1 hal yang ditangkap oleh Nehemia yaitu bahwa orang-orang yang membencinya bukan sedang membenci Nehemia tetapi mereka sedang menyakiti hati Tuhan. Jadi kita bisa menyimpulkan bahwa waktu kita sedang mengerjakan pekerjaan Tuhan dan ada orang yang marah-marah dan membenci, mereka bukan sedang membenci kita tetapi sedang menyakiti hati Tuhan. Ini kunci yang menyebabkan Nehemia tidak mudah putus asa. Nehemia sadar bahwa yang sedang dimusuhi bukanlah dirinya tetapi Allah. Orang yang memusuhi orang yang melakukan pekerjaan Allah sama dengan memusuhi Allah yang memiliki pekerjaan itu. Ini menjadi kekuatan dan penghiburan bagi kita. Kita hanya hamba-hamba Tuhan yang melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Nehemia sakit hati karena Tuhan dipermalukan dan disakiti. Makian yang datang padanya bukannya mematahkan semangat Nehemia melainkan membuat Nehemia semakin bersemangat karena ia tidak rela Nama Tuhan dirusak.

Read more...
 
<< Start < Prev 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Next > End >>

Page 35 of 71
RocketTheme Joomla Templates