Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 14 Ags'11 PDF Print E-mail

Kekuatiran

Mat.6:25-34

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Hari ini kita akan melihat apa kaitan ayat ini dengan bagian sebelumnya. Mengapa orang seringkali kuatir? Dari ayat sebelumnya Tuhan Yesus sudah menegaskan sumber kekuatiran setiap orang (6:19-24 – hal mengumpulkan harta). Kekuatiran berkaitan dengan harta. Kita bisa memahami hal ini karena setiap manusia di dunia sudah diajar untuk mencintai harta. Orang tua mendidik anaknya untuk sekolah supaya pintar, pintar supaya dapat pekerjaan baik, pekerjaan baik supaya dapat harta dan uang banyak. Orientasi semua orang tertuju pada harta. Tentunya hal ini menimbulkan kekuatiran-kekuatiran karena ia akan menganggap tumpuan hidupnya adalah harta. Jika harta lenyap maka pegangan hidupnya lenyap dan ia akan goncang. Bagaimana dengan kita? Apakah fokus hidup kita adalah harta? Jika demikian benarlah yang dikatakan Yesus, di mana hartamu berada di situ juga hatimu berada. Inilah gambaran bahwa apa yang menjadi pegangan kita itu tidak kekal.

Jadi bagaimana supaya kita tidak dikuasai oleh kekuatiran? Kuatir ada yang sehat ada yang tidak sehat. Kuatir yang sehat adalah kuatir yang bertanggung jawab. Misalnya: Kita menyeberang jalan. Kuatir tertabrak mobil. Ini kekuatiran yang sehat karena membuat kita jadi waspada. Begitu juga kekuatiran akan kesehatan sehingga kita memelihara tubuh dengan baik. Ini benar dalam konteks bertanggungjawab. Contoh lain: kuatir hutang tidak bisa bayar sehingga kita kerja bertanggungjawab supaya dapat melunasi hutang.

Kuatir yang salah atau dikuasai kekuatiran adalah saat arah hidup kita terpengaruh oleh kekuatiran kita itu. Inilah yang ditegur oleh Tuhan Yesus: “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” Apakah dengan dikuasai kekuatiran kita akan membuat hidup kita lebih baik? Tentu tidak. Secara psikologis kekuatiran akan membuat hidup lebih kacau dan tidak benar. Misalnya: Orang yang bertinju jika kuatir sebelumnya maka ia sudah kalah sebelum bertanding dan permainannya akan kacau.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 7 Ags'11 PDF Print E-mail

Hatiku milik-Mu

Yoh.12:1-8, Mrk.14:1-3, 9-11

Pdt. Antonius Un, M.Div

Markus sengaja menuliskan kisah ini dengan teknik sandwich untuk menginterupsi cerita yang sedang berkembang. Ketika berbicara mengenai pengkhianatan terhadap Yesus oleh Yudas dan Imam Kepala, Markus memasukkan cerita Maria mengurapi Tuhan Yesus. Sandwich tujuannya memberikan kontras antara cerita yang sedang berkembang dengan interupsinya. Cerita yang tiba-tiba masuk itulah yang menjadi penekanan. Itulah sebabnya kisah Maria di sini menjadi penekanan yang lebih perlu diceritakan daripada kisah pengkhianatan Yudas.

Markus ingin membandingkan hati Maria dengan hati Yudas. Apakah hati manusia? Hati adalah tempat yang menjadi pusat kehidupan manusia. Ams.4:23 – Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar seluruh kehidupan. Hati mengontrol kehidupan manusia sehingga baik perkataan maupun tindakan keluar dari hati. Hati menjadi sangat berbahaya jika menjadi licik (Yer.17). Hati memiliki kekuatan yang sangat besar. Cinta kasih dan iman ada di dalam hati. Iman bukan emosi tetapi bagian dalam hati manusia yang lebih besar dan lebih kaya dari pikiran, emosi atau kemauan. Itulah hati manusia. Jika hati licik dan bengkok maka hidupnya pun akan bengkok. Hati dapat menipu diri sendiri. Misalnya: orang Kristen harus berdoa tetapi ia malas berdoa. Ia akan memberi alasan pada dirinya sendiri kemudian menerima dirinya sendiri. Itu namanya rasionalisasi internal yang akan menjadi kerumitan dalam dirinya.

Hari ini kita akan merenungkan mengenai hati. Setiap hari kita harus berdoa supaya Tuhan memberi kita hati yang bersih. Hati yang bersih, jujur, tulus, murni, clear supaya hidup kita sebagai orang Kristen beres.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 24 Jul'11 PDF Print E-mail

Jangan Tertawan dengan Filsafat yang Palsu

Kolose 2:8

Pdt. Hendry Ongkowidjojo

Jemaat Kolose dibandingkan dengan jemaat-jemaat Paulus yang lain merupakan jemaat yang relatif kecil. Kota Kolose adalah kota kecil yang tidak begitu penting dibandingkan Efesus, Korintus apalagi Roma. Bahkan pendirinya pun tidak begitu penting. Kota Kolose didirikan oleh Epafras yang adalah murid Paulus sendiri. Namun yang menarik waktu kita membaca kitab ini adalah bahwa Kolose merupakan satu jemaat yang relatif lebih baik dibandingkan dengan jemaat-jemaat yang didirikan oleh Paulus sendiri. Akan tetapi di tengah jemaat-jemaat yang baik seperti ini bukan berarti selama-lamanya tetap baik. Mulai datang pengajaran yang salah, palsu, yang tidak kembali pada Kristus. Ketika Epafras menghadapi pengajar-pengajar palsu ini, ia mulai merasa kesulitan. Namun Epafras adalah seorang yang rendah hati. Ketika ia menghadapi kesulitan seperti ini ia datang mencari Paulus yang waktu itu ada di penjara Roma. Paulus begitu besar hati. Meskipun jemaat Epafras – yang adalah muridnya sendiri – lebih berkembang dan lebih baik daripada jemaatnya sendiri, namun Paulus tetap bersukacita. Bagi Paulus yang penting adalah bagaimana jemaat Tuhan bisa bertumbuh. Demikian pula ketika jemaat Tuhan mengalami masalah Paulus menghadapinya dengan keseriusan yang sama seperti Paulus menangani masalah jemaatnya sendiri.

Paulus memberi peringatan kepada jemaat Kolose dan kepada kita semua pada hari ini: Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. Waktu kita membaca ayat ini apakah kita merasa bahwa peringatan ini juga kita perlukan? Atau kita merasa aman dari ayat ini karena kita tidak suka filsafat? Paulus begitu serius waktu mengatakan bagian ini. Sekali seseorang menjadi tawanan, lepasnya begitu sulit. Demikian pula begitu hati kita sudah tertawan. Seorang yang hatinya sudah tertawan dengan seorang gadis atau lelaki, meskipun orang itu tidak baik seringkali ia tidak mau lepas.

Mengapa Paulus mengatakan harus hati-hati? Karena tidak gampang lepas. Filsafat di sini bukan ilmu filsafat, teori filsafat, pelajaran-pelajaran dari para filsuf. Karena itu waktu membaca hal ini kita tidak dapat berpikir bahwa kita aman. Terjemahan lain yang lebih mendekati dari kata filsafat di sini adalah falsafah. Tidak ada orang yang tidak memiliki falsafah hidup. Falsafah hidup sangat mempengaruhi setiap hal kecil yang kita lakukan. Falsafah hidup mempengaruhi cara kita makan, berjalan, bahkan bagaimana kita kumpul dengan orang lain.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 17 Jul'11 PDF Print E-mail

Kebun Anggur Nabot

1 Raja-raja 21

Ev. Bakti Anugrah, M.A.

Pasal 21 ini dapat kita bagi ke dalam beberapa bagian: Ayat 1-4 menyatakan tawaran Raja Ahab yang ditolak oleh Nabot. Ayat 5-10 adalah tipu muslihat Izebel untuk memperoleh kebun anggur Nabot. Ayat 11-16 adalah pelaksanaan tipu muslihat tersebut. Ayat 17-24 adalah penghakiman Tuhan atas Ahab. Ayat 25-26 menyatakan riwayat singkat dari Ahab. Ayat 27-29 menyatakan respon Ahab atas seluruh firman Tuhan yang diberikan kepadanya.

Kisah kebun anggur Nabot ini terjadi setelah pasal 18 dan 19 dimana Elia sudah mengalahkan 500 nabi Baal. Dalam pasal 20 adalah nubuatan yang akan menimpa Ahab. Setelah itu terjadilah kasus Nabot. Jika peristiwa ini dicatat secara kronologis berarti ada masalah-masalah yang krusial yang sangat parah. Pertemuan Elia dan Ahab bukanlah pertemuan yang pertama. Elia sudah pernah memperingatkan Ahab tentang masa kekeringan selama tiga tahun kemudian Elia berdoa hujan turun, dan benar hujan pun turun. Kemudian terjadilah kasus Ahab yang merebut kebun anggur Nabot.

Kisah ini terjadi di wilayah Israel. Israel waktu itu sudah terpecah menjadi dua wilayah: Kerajaan Israel (Utara) dan Kerajaan Yehuda (Selatan). Perpecahan ini terjadi setelah masa Salomo yang memiliki istri begitu banyak. Israel utara dimulai oleh Yerobeam, Israel Selatan oleh Rehabeam. Kedua Kerajaan ini banyak berseteru. Banyak yang dicatat mengenai raja di Israel utara adalah raja-raja yang jahat, termasuk Ahab. Ahab memerintah 21 tahun lamanya dan ia melakukan hal yang begitu jahat melebihi raja-raja sebelumnya. Ahab pun mengambil Izebel, anak raja Sidon, dan pergi beribadah kepada Baal. Inilah dosa Ahab yang paling besar. Ia kawin campur dengan bangsa kafir dan beribadah kepada Baal. Kesalahan Salomo diulangi lagi oleh Ahab. Kesalahan ini ternyata punya efek besar dalam rumah tangga Ahab.

Read more...
 
<< Start < Prev 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Next > End >>

Page 31 of 58
RocketTheme Joomla Templates