Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 18 Maret 2012 PDF Print E-mail

Allah Perjanjian

Kej.12:1-3, 15:1-21

Ev. Bakti Anugrah, M.A.

Ada beberapa perjanjian yang sangat penting dalam Alkitab. Pertama, perjanjian Allah dengan Adam (perjanjian penciptaan), dengan Nuh (perjanjian pemeliharaan Allah setelah membinasakan manusia dengan air bah), dengan Abraham dan keturunannya, dengan Musa (pemberian 10 perintah Allah), dengan Daud (keturunan Daud akan memerintah untuk sampai selama-lamanya), dan yang terakhir penggenapan perjanjian oleh Yesus Kristus Tuhan kita (dalam perjamuan terakhir). Perjanjian adalah hal yang paling mendasar bagi iman kita. Hal ini dapat kita lihat dalam Alkitab. Alkitab dibagi hanya ke dalam dua perjanjian, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Perjanjian yang dimaksud Alkitab bukan seperti perjanjian jaman sekarang di mana kedua belah pihak saling menyepakatinya dan menandatangani surat yang disegel dengan meterai. Perjanjian dalam Alkitab memiliki dua aspek penting. Pertama, perjanjian itu dimulai oleh Allah sendiri secara berdaulat dan kedua, perjanjian itu dilakukan dengan darah dan itu berarti menyangkut masalah hidup dan mati. Dua hal ini mengikat seluruh Perjanjian dalam Alkitab. Pengertian perjanjian baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris (Testament) ini kurang tepat. Kata yang lebih tepat seharusnya adalah kovenan. Kata ini tidak ada dalam budaya kita namun inilah yang dilakukan Tuhan kepada Abraham. Kata Testament lebih mengacu kepada wasiat yang diberikan seseorang yang akan meninggal. Akan tetapi kasusnya bukan demikian karena Allah kita bukan Allah yang mati tetapi Allah yang hidup. Kita menjadi anak Allah karena itu kita adalah ahli warisnya Tuhan. Waktu kita menjadi anak Allah itu bukan karena Allah kita mati lalu kita mendapat warisan sebagai anak-Nya. Kita yang tidak layak ini diangkat menjadi anak; diadopsi; bukan karena Dia mati. Sehingga pengertian kata perjanjian yang tepat adalah kovenan dan bukan testament. Selain itu dalam mengikat perjanjian istilah yang dipergunakan adalah memotong kovenan (to cut a covenant) yang artinya perjanjian itu dilakukan di atas dua belah potongan binatang yang berdarah.

Iman yang dipercaya nenek moyang kita bisa turun sampai kita hari ini adalah karena Allah yang berjanji. Di taman Eden Allah berjanji kepada Adam, “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." (Kej.2:16,17). Jika Adam mau taat maka ia akan memperoleh hidup yang kekal tetapi Adam gagal dan jatuh ke dalam dosa. Tetapi Tuhan tidak selesai pada Adam, Ia memperbarui perjanjian-Nya. Setelah manusia bertambah jahat, Tuhan memusnahkan mereka semua dan menyisakan Nuh. Tuhan memberi perjanjian dengan Nuh bahwa tidak akan ada lagi air bah yang memusnahkan seluruh bumi seperti yang sudah dilakukan-Nya. Setiap kali setelah hujan Ia akan melihat tanda di langit yaitu pelangi dan mengingat janji-Nya. Perjanjian ketiga dibuat-Nya dengan Abraham.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 11 Mar'12 PDF Print E-mail

 Tuhanlah yang membuatnya berhasil

Neh. 2:19-20

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Ayat 20 ini menunjukkan satu penghayatan iman dari Nehemia kepada Allah. Nehemia mengenal Allah. Nehemia percaya dan berserah kepada Allah yang hidup. Pimpinan Tuhan atas Nehemia begitu jelas. Ketika Nehemia mengumpulkan orang-orang untuk memulai membangun pintu gerbang dan tembok Yerusalem yang sudah terbakar, ada hambatan yang harus terjadi. Mengapa Tuhan tidak membuat lancar saja apa yang dilakukan Nehemia dari awal sampai akhir? Seringkali kita juga ingin hidup kita tanpa hambatan dan kesulitan tetapi Tuhan mengijinkan kesulitan terjadi. Semua terjadi dalam kedaulatan dan rencana-Nya. Tuhan menetapkan Nehemia mengalami kesulitan, bukan kebetulan. Tuhan pun menetapkan segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita. Prinsip ini diteguhkan dalam Mzm.127:1,2, “Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah sia-sialah orang yang membangunnya” dan Mzm.124.

Mengapa Tuhan mengijinkan Nehemia dan orang-orang pilihannya mengalami banyak kesulitan? Juga Daud, Musa, dan semua anak-anak Tuhan harus mengalami kesulitan? Janji-janji palsu yang diucapkan orang-orang yang bernubuat bahwa orang percaya tidak mungkin alami kesulitan, tidak ada dalam Alkitab. Memang ada kalimat-kalimat yang berbunyi, “Tuhan akan membuat kamu berhasil jika kamu setia memegang perintah-Nya”, tetapi kalimat ini tidak berarti orang percaya tidak mungkin mengalami hambatan dan kesulitan. Satu hal yang pasti Tuhan mengijinkan kesulitan hidup adalah karena Tuhan mau melatih iman dan kualitas rohani saudara dan saya. Tanpa kesulitan, rohani kita tidak akan teruji sama sekali. Sampai kitab Yakobus pun menulis berbahagialah orang yang mengalami berbagai-bagai pencobaan karena mereka sedang diuji.

Iman Nehemia pun sedang diuji oleh Tuhan, apakah ia mengandalkan Tuhan. Tentunya ujian yang diberikan sesuai dengan kemampuan Nehemia. Pencobaan yang kita alami tidak melampaui kekuatan kita (1Kor.10:13). Dalam melewati ujian-ujian hidup, kita tetap dituntun oleh Tuhan agar memiliki iman yang makin berkualitas. Nehemia dilatih untuk beriman dan percaya kepada Tuhan sepenuhnya. Ketika Nehemia ditempat pembuangan, ia dipercaya menjadi juru minuman raja. Ini kedudukan yang sangat berharga dan bukan dilakukan dengan tipuan-tipuan. Sebagai orang buangan seharusnya Nehemia dijadikan budak atau bahkan dibunuh tetapi justru Nehemia mendapat kedudukan yang luar biasa. Di situlah Nehemia mengalami tangan pimpinan Tuhan yang membimbingnya selangkah demi selangkah. Waktu menjadi juru minuman raja bukan berarti ia bebas masalah. Nehemia terus diuji, mirip seperti kisah Yusuf. Lalu mengapa kita tidak seperti Nehemia? Kedudukan kita mungkin tidak tinggi dan terus mengalami kegagalan? Manusia condong merasa tidak puas dengan apa yang terjadi dalam hidupnya. Ini hal yang tidak benar. Sebagai seorang yang beriman kepada Tuhan maka seharusnya kita percaya bahwa tidak ada masa di mana kita tidak diberkati oleh Tuhan karena bagi orang beriman setiap detik kita diberkati Allah. Apapun yang terjadi adalah berkat Allah. Sekalipun kita mengalami musibah itu pun bagian dari berkat Tuhan yang sedang memproses kita. Tuhan pun sedang memproses Nehemia. Nehemia tidak merasa Tuhan meninggalkannya. Nehemia tidak merasa bahwa penyertaan Tuhan sudah habis. Jadi, Tuhan juga mau melatih kualitas iman kita untuk percaya pada Tuhan dalam segala kondisi yang kita alami dengan tetap menjalani tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Kesulitan apapun yang kita alami tetap harus ada tanggungjawab terhadap apa yang Tuhan percayakan. Jika Tuhan mengijinkan kegagalan itu adalah bagian dari pendidikan Tuhan demi kebaikan kita. Hajaran Tuhan itu bukan untuk menghabisi anak-anak-Nya tetapi demi kasih-Nya pada kita.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 04 Mar'12 PDF Print E-mail

Menjalankan kehendak Allah dengan Visi & Kesehatian

Neh. 2:19-20

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Nehemia sudah alami kenyamanan hidup dengan segala fasilitasnya. Setiap kita yang nyaman dan hidupnya berkelimpahan bisa hilang kepekaan terhadap apa yang menjadi kehendak Tuhan, apa yang harus kita kerjakan yang telah Tuhan percayakan kepada kita. Kita bisa terlena dan tertidur, tidak tahu apa yang terjadi di sekitar kita. Apa yang penting bisa kita angap tidak penting, demikian juga sebaliknya.

Tapi hal ini bukan hanya terjadi pada mereka yang mapan saja. Itu juga bisa terjadi pada kita yang menghadapi masalah dan kesulitan yang besar. Karena begitu tegang menjalani tantangan hidup, kita bisa lupa bahwa hidup ini adalah hidup bagi Allah dan mengerjakan pekerjaan-Nya yang sudah disediakan bagi kita.

Memang menurut theologi Reformed kita percaya bahwa Tuhan yang menggerakkan orang yang dipilih-Nya dan rencana-Nya pasti tergenapi. Akan tetapi kita juga punya tanggung jawab dan harus memiliki kesadaran akan panggilan dan pekerjaan Tuhan. Jangan tertidur dan terbuai baik oleh kenyamanan maupun kesulitan dan tantangan hidup.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 26 Feb'12 PDF Print E-mail

Doa dan Tindakan Nehemia

Neh.2:11-20

Pdt. Andi Halim, S.Th.

Kita sudah belajar bagaimana Nehemia yang berada di dalam kenyamanan dan kenikmatannya bekerja sebagai juru minuman raja tetap memikirkan pekerjaan Tuhan. Banyak orang waktu dalam keadaan yang nyaman sudah berpuas diri dan tidak lagi memikirkan pekerjaan Tuhan. Nehemia tidak memikirkan kepentingannya sendiri. Nehemia mengerti apa arti dan tujuan hidup orang yang beriman kepada Tuhan. Tujuan hidup orang yang beriman bukanlah hidup bagi kepuasan diri sendiri tetapi sadar bahwa hidupnya diciptakan oleh Allah yang mempunyai maksud bagi ciptaan-Nya. Nehemia sudah hidup enak tetapi cari susah, sudah mapan tetapi cari perkara. Tentunya cari perkara atau masalah di sini maksudnya adalah tetap meresponi panggilan Tuhan dan berani susah di tengah keadaannya yang nyaman.

Hidup karena anugerah adalah ajaran Reformed. Seorang teolog mengatakan bahwa menerima anugerah bukan sekedar bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan melainkan ada yang namanya tanggung jawab; menerima anugerah harus disertai respons dan disiplin. Jangan karena kita menerima anugerah lalu kita hidup sembarangan dan menyia-nyiakan anugerah Tuhan. Nehemia dalam meresponi anugerah Tuhan tidak hanya diam dan menunggu tetapi ia berdoa, berpuasa, berkabung dan menanti apa yang Tuhan perintahkan untuk ia kerjakan. Bagaimana dengan kita? Sebagai orang yang menerima anugerah Allah ada pekerjaan yang harus kita lakukan, pertama-tama adalah berdoa! Jangan menyia-nyiakan anugerah Tuhan, kita harus tahu diri.

Mengapa Nehemia bisa berbuat demikian? Karena Nehemia punya relasi dengan Tuhan. Orang yang tidak pernah memikirkan panggilan dan pekerjaan Tuhan pasti karena ia tidak punya relasi yang baik dengan Tuhan. Sebaliknya orang yang punya relasi yang baik dengan Tuhan pasti memiliki kepedulian terhadap pekerjaan Tuhan. Orang yang punya relasi dengan Tuhan pasti peduli dan tidak nyaman jika hidup hanya untuk dirinya sendiri. Ia sadar hidupnya adalah untuk meresponi anugerah Allah. Orang yang tidak peduli dengan pekerjaan Allah adalah sama dengan orang yang menghina Allah.

Read more...
 
<< Start < Prev 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Next > End >>

Page 31 of 65
RocketTheme Joomla Templates