Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 21 September 2014 PDF Print E-mail

Eksposisi 1 Petrus 2:16-17

Ev. Calvin Renata

Dalam ayat ke-15, Petrus memberikan nasihat supaya kita tunduk kepada pemerintah, tetapi dalam ayat ke-16, Petrus mengatakan supaya kita hidup sebagai orang yang merdeka. Kedua ayat ini tidak berkontradiktif melainkan dilihat dari sudut pandang yang berbeda.

Di satu pihak Petrus menuntut kita supaya tunduk kepada pemerintah, karena tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Allah. Tetapi pada ayat ke-16 Petrus tidak berbicara mengenai kemerdekaan jasmani, tetapi dalam konteks rohani.

Merdeka di dalam definisi paling sederhana artinya tidak ada yang menguasai, menindas, menekan, dan mengendalikan hidup kita lagi. Petrus dalam bagian ini memberikan perintah supaya kita hidup sebagai orang yang merdeka. Ada 4 hal yang harus kita mengerti dalam membaca bagian ini :

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 14 September 2014 PDF Print E-mail

Iman Sejati

Ibr 11:8-19

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Kita sudah belajar mengenai Abraham beberapa kali dan dari situ kita bisa melihat bahwa Abraham adalah manusia biasa yang berdosa dan tidak bisa dicontoh. Abraham punya kelemahan dan kekurangan seperti kita. Karena itu yang bisa diandalkan bukan Abraham atau tokoh Alkitab yang lain, bukan juga iman yang luar biasa.

Apakah yang dimaksud dengan iman? Orang seringkali berpikir bahwa dengan iman manusia bisa melakukan hal yang besar, bahkan Tuhan pernah mengatakan iman sebesar biji sesawi bisa memindahkan gunung. Kalimat seperti ini membuat orang beranggapan bahwa iman sangat luar biasa. Ini merupakan konsep yang salah. Di dalam satu ayat memang Tuhan pernah berkata kepada seorang perempuan bahwa imannya besar (Mat.15:28). Kalimat ini bisa menyebabkan salah pengertian sehingga kita bisa menganggap bahwa iman ibu ini memang luar biasa dan hebat sehingga Tuhan Yesus pun mengakuinya. Kesan inilah yang kita dapatkan sehingga bisa-bisa kita menjadikan hal ini sebagai tujuan, yaitu mempunyai iman yang besar supaya kita bisa mengalami kejadian yang hebat juga.

Ibu yang disebut Yesus sebagai orang yang beriman besar ini berasal dari bangsa Kanaan yang merupakan bangsa kafir. Kedatangan perempuan ini ditolak oleh Yesus dan murid-murid-Nya. Menyebut Yesus sebagai Anak Daud bukanlah hak perempuan Kanaan ini karena ia bangsa kafir yang tidak menerima janji Allah. Kata-kata Tuhan Yesus kepada perempuan ini bertujuan untuk menyadarkan dan menginsafkan. Tuhan Yesus mengusir perempuan ini, tetapi perempuan itu tetap mendekat dan menyembah Yesus. Sikap perempuan ini mengalami perubahan dari yang awalnya berteriak memanggil kemudian datang menyembah. Perempuan yang awalnya emosional dan sembarangan menyebut Yesus sebagai anak Daud datang dan menyembah Yesus dan mengakui bahwa Dialah yang empunya kuasa. Perempuan ini meminta supaya Tuhan menolong Dia. Perempuan yang semula memaksa Tuhan Yesus sekarang sudah menyerah dan memohon belas kasihan dari Tuhan Yesus.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 07 September 2014 PDF Print E-mail

Kekuasaan Allah

Kej 15:1-6

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Kita sudah belajar mengenai 2 hal di dalam seri khotbah mengenai “Dapatkah Aku Dipakai Allah?” 2 hal yang menjadi penekanan adalah panggilan dan kesetiaan Allah. Kenapa 2 hal ini yang menjadi penekanan? Karena manusia tidak ada yang bisa diandalkan. Hidup orang percaya tidak berlandaskan pada kekuatan manusia. Kekuatan manusia bukan kekuatan yang stabil dan bisa diandalkan. Manusia adalah makhluk yang rapuh, lemah, dan sering bermasalah. Hal ini dibuktikan oleh Abraham sendiri yang meragukan janji Tuhan. Janji Tuhan begitu jelas dinyatakan dalam Kej 15:1-6, tetapi Abraham masih goyah.

Abraham adalah Bapa Orang Beriman, seharusnya ia memberikan contoh yang baik, tetapi ia goyah dan menikah dengan Hagar, budaknya. Perbuatan Abraham ini menunjukkan ketidakpercayaan Abraham terhadap janji Allah. Tindakan ini tercela dan tidak terpuji karena Tuhan sudah berjanji, tetapi Abraham malah meragukan-Nya. Abraham mengandalkan logikanya sendiri. Kita bisa dipakai bukan karena kehebatan manusia, tetapi karena panggilan dan kesetiaan Allah.

Hal yang ketiga adalah kekuasaan Allah. Sebelum Kej.15, ada satu peristiwa dimana Lot yang memilih tinggal di Sodom dan Gomora dan diserang oleh 4 raja dari daerah lain. Ke-4 raja ini ingin menguasai Sodom dan Gomora dan akhirnya mereka menangkap Lot. Lot yang sedang ditawan ini kemudian dibebaskan oleh Abraham yang merupakan pamannya. Abraham berperang melawan raja-raja yang menawan Lot. Setelah Abraham membebaskan Lot pasti ada kekhawatiran bahwa keempat raja ini akan membalas perbuatannya. Abraham pada saat itu belum diserang karena mereka masih jauh dari wilayah Sodom dan Gomora. Inilah latar belakang dari Kej 15.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 24 Agustus 2014 PDF Print E-mail

Relasi Orang Percaya dan Pemerintah

1 Ptr. 2:13-17

Ev. Calvin Renata

Pada ayat ke 12, Petrus memberikan nasihat kepada jemaat supaya mereka memiliki cara hidup yang baik di tengah bangsa bukan Yahudi. Petrus memberikan nasihat ini kepada jemaat karena mereka hidup sebagai bangsa minoritas di bawah pimpinan orang yang tidak percaya. Hidup yang baik itu yang bagaimana? Supaya mereka bisa menjadi teladan bagi orang lain.

Pada ayat 13 dst., Petrus memberikan berbagai macam nasihat bagaimana orang Kristen hidup dalam kepatuhan: patuh kepada negara, hamba patuh kepada tuan, dan istri patuh kepada suami. Ini adalah pedoman bagaimana orang Kristen hidup dalam masyarakat. Alkitab tidak hanya mengatur hubungan antara umat dengan Allah, Alkitab mengajarkan banyak hal lain yang bisa kita pelajari.

Tidak hanya Petrus yang menasihatkan hal ini, Paulus juga menasihatkan hal yang sama yaitu dalam 1Tim.2:2, Titus 3:1, dan Roma 13. Bagaimanakah pandangan kekristenan mengenai relasi orang percaya dengan pemerintahan?

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 4 of 66
RocketTheme Joomla Templates