Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 18 Oktober 2015 PDF Print E-mail

Orang Samaria yang Murah Hati

Luk 10:25-37

Vic. Bakti Anugrah, M.Th

Inti dari perumpamaan ini adalah seorang Samaria yang memiliki kasih dan belaskasihan terhadap sesamanya yang menjadi korban perampokan, kita juga diharuskan untuk melakukan hal yang sama kepada sesama kita.

Perumpamaan mengambil latara belakang perjalanan Yerusalem menuju Yerikho. Yerusalem ke Yerikho jaraknya sekitar 27 km, dan Yerusalem lebih tinggi kira-kira 1200 m dari Yerikho. Tempat itu merupakan tempat yang sepi, tandus, kering dan disebut sebagai jalan darah karena banyak orang yang dirampok di jalan tersebut.

Nats ini diawali dengan pertanyaan seorang ahli Taurat yang, bukannya untuk mendapat jawaban tetapi untuk, menguji Tuhan Yesus. Meskipun begitu, pertanyaan ini penting dan harus dimiliki oleh semua orang di seluruh dunia. Banyak orang tidak menanyakan hal ini kepada Tuhan karena tidak merasa membutuhkan keselamatan. Seperti si ahli Taurat banyak dari antara kita yang berpura-pura rendah hati padahal ingin dipuji. Kita malu mengakui kebejatan kita.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 11 Oktober 2015 PDF Print E-mail

Kasih

Yoh 13:34-35

Pdt. Andi Halim, M.Th

Kasih adalah perintah Tuhan yang umum sekali. Bagaimanakah mengasihi yang sebenarnya dan seharusnya? Ada perbuatan kasih yang salah, yaitu yang mengabaikan kebenaran. Contohnya: membiarkan ajaran-ajaran sesat ada di gereja, mengizinkan adanya homoseksualitas, dan lain-lain. Ada beberapa macam kasih:

(1) Kasih yang bersifat alami. Kasih yang bersifat alami adalah kasih yang bisa dimiliki oleh siapa pun, bahkan bukan hanya dimiliki oleh manusia saja. Misalnya, kasih di antara manusia dengan hewan peliharaan; kasih manusia atas tanaman, atas lingkungan hidup, dan sebagainya. Ini adalah kasih yang umum. Orang kafir atau tidak percaya Tuhan, bahkan binatang yang buas pun juga memiliki kasih kepada anak-anaknya.

(2) Kasih yang sudah ternoda oleh dosa. Seperti: ikatan kasih di antara sesama kaum homoseksual atau lesbian; kasih yang mengabaikan doktrin atau ajaran Firman Tuhan yang benar. Namun sebaliknya juga salah apabila kita hanya mementingkan doktrin atau kebenaran ajaran Firman Tuhan saja tetapi mengabaikan kasih. Akan tetapi secara umum orang yang menekankan kasih akan jauh lebih diterima oleh banyak orang daripada mereka yang menekankan pengajaran Firman Tuhan yang benar.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 04 Oktober 2015 PDF Print E-mail

Anugerah dalam Penderitaan

Ef 2:8-9

Pdt. Andi Halim, M.Th

Manusia tidak mungkin lepas dari penderitaan. Jika saat ini kita sedang tidak menderita jangan merasa hidup akan berbahagia terus dan tidak akan mengalaminya. Semua pengikut Kristus pasti mengalami penderitaan. Kalaupun tidak ikut Kristus pun kita tetap akan menderita. Tetapi ketika kita mengikuti Kristus penderitaan karena kutuk dosa sudah dihilangkan tetapi penderitaan karena mengikut Kristus akan ditambahkan ke kita. Penderitaan karena mengikut Kristus adalah hak istimewa.

Anugerah adalah pemberian gratis, cuma-cuma, tidak perlu membayar. Gratis bukan karena tidak laku tetapi karena harganya tidak mampu kita bayar. Sang Pemberi anugerah adalah Pencipta kita. Orang yang mengerti betapa berharganya anugerah tidak menganggap enteng atau biasa saja dalam menerima anugerah. Orang yang menerima anugerah harusnya mengerti betapa pentingnya anugerah di dalam hidup. Hidupnya akan dipenuhi ucapan syukur karena sudah menerima anugerah. Itulah harusnya reaksi kita. Kita harus terus berjuang sampai mati untuk memperjuangkan panggilan Tuhan di dalam hidup kita.

Ada 3 hal yang merupakan anugerah :
Pertama, hidup itu adalah anugerah. Seringkali kita mendengar kalimat ini tetapi masih banyak orang tidak mengerti. Mat.6:25 menjelaskan tentang arti hidup. Dalam nas tersebut Tuhan Yesus menjelaskan tentang kekuatiran akan kebutuhan hidup. Kekuatiran manusia tidak hanya dalam hal sandang dan pangan saja, tetapi di zaman sekarang ini bisa merambah ke kebutuhan lain seperti transportasi, hiburan, dll. Manusia tidak maha kuasa. Mereka bisa membuat sistem (misalnya ekonomi) tetapi kadang gagal menguasainya dan malah dikuasai oleh sistem tersebut. Ini dapat kita lihat misalnya krisis ekonomi yang kita alami secara global. Hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pakaian. Tetapi bukankah makanan dan pakaian penting dalam menjalani hidup? Kita harus sadar bahwa bukan makanan dan pakaian yang memberikan hidup dan tubuh. Yang memberi hidup dan tubuh adalah Tuhan. Syukurilah tubuh dan hidup yang telah diberikan oleh Tuhan, karena tubuh dan hidup jauh lebih berharga daripada makanan dan pakaian. Jika kita punya banyak makanan dan pakaian tetapi tidak punya tubuh dan hidup tidak ada gunanya semuanya itu. Tubuh yang rusak tidak bisa diganti, hidup yang hilang tidak bisa didapat lagi.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 27 September 2015 PDF Print E-mail

Yoh 1:41-51

Natanael

Vic. Gito T Wicaksono, M.Div

Andreas bertemu saudaranya, Simon, lalu ia berkata, “Kami telah menemukkan Mesias. Lalu, Ia membawa Simon kepada Yesus. Yesus mengganti nama Simon (nama salinya) menjadi Kefas (artinya Petrus). Ini adalah sebuah perubahan besar yang terjadi di dalam dirinya. Arti nama Simon adalah seorang yang mendengar. Kemudian, nama tersebut diubah sesuai dengan karakternya, yaitu Petrus. Kenapa Tuhan Yesus memberikan nama Petrus (artinya: batu karang) kepada Simon? Karena nama Petrus sesuai dengan karakternya. Ketika Yesus menanyai Petrus sebanyak 3 kali, Yesus tidak memakai nama Petrus, namun Simon. Yesus memanggil nama lamanya. Kenapa demikian? Karena Tuhan Yesus ingin mengecilkan hati Simon supaya ia sadar siapa dirinya (Yoh 21:15-19).

Pada keesokan harinya, Tuhan Yesus memutuskan ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata, “Ikutlah Aku!” Baik Filipus, Andreas, dan Petrus memiliki profesi yang sama sebagai nelayan. Mereka dipanggil Tuhan saat mereka sedang bekerja. Lalu Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata, “kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” Natanael menjawab, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Kata “disebut” yang dikatakan oleh Filipus artinya adalah “yang ditulis,” berarti ini menunjukkan bahwa Filipus belajar tentang Hukum Taurat/Perjanjian Lama, dan ia melihat bahwa inilah yang dituliskan oleh Kitab Taurat Musa. Kenapa dia mengatakan demikian? Karena tidak semua orang percaya bahwa Yesus adalah sosok yang dituliskan di zaman Musa dan dinubuatkan oleh para nabi, tetapi Filipus ketika berjumpa dengan Yesus, langsung menyimpulkan bahwa Dialah orang yang dinubuatkan itu. Ini menunjukkan iman Filipus yang sederhana bahwa Yesus adalah kegenapan dari Taurat. Namun, kalimat terakhir Filipus mengatakan, “yaitu, Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” Di dalam PL, Yesus dinubuatkan lahir di Betlehem. Maka, tidak heran jika Natanael berkata, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”

Dari pertanyaan Natanael, kita mengerti bahwa kemungkinan dia adalah orang yang belajar. Dalam pembelajarannya ia tahu bahwa Mesias yang disebutkan oleh Musa dan dinubuatkan oleh para nabi, lahir di Betlehem, bukan di Nazaret. Maka perkataan Filipus di satu sisi benar, tetapi di sisi lain ada kelemahannya. (1) Yesus betul anak Yusuf, tetapi Filipus lupa bahwa Ia adalah anak Allah. Maka ini bisa dikatakan penginjilan yang sangat sederhana, mempunyai efek, tetapi ada kelemahannya. Filipus tidak memberikan definisi tentang Kristus yang paling puncak, tetapi yang paling standar (Yesus, anak Yusuf dari Nazaret). Namun, ini pun dipakai oleh Tuhan untuk mengabarkan kepada Natanael, dan nantinya Natanael pun percaya. Di sini kita dapat belajar bahwa meskipun kita masih memiliki pemahaman yang sangat mendasar, bukan berarti kita tidak punya modal untuk memberitakan tentang siapakah Kristus kepada orang lain.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 4 of 77
RocketTheme Joomla Templates