Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 29 Maret 2015 PDF Print E-mail

Relasi Suami Istri

Eksposisi 1 Petrus 3:1-7

Vic. Calvin Renata

Petrus berbicara mengenai 3 macam penundukan (submission) dalam kitab 1 Petrus yaitu (1) ketundukan rakyat terhadap negara, (2) ketundukan hamba kepada tuannya; (3) dan ketundukan seorang istri kepada suami. Dari ke-3 macam penundukan ini, Petrus paling panjang berbicara mengenai keluarga. Hal ini dikarenakan keluarga adalah komunitas yang paling intim di dalam relasi manusia. Jika di tingkatan keluarga hubungan tidak beres maka di tingkatan negara juga akan mengalami imbasnya.

Pembentukan ikatan keluarga di dalam pernikahan adalah inisiatif Tuhan sendiri. Tuhan mempertemukan Adam dan Hawa di dalam pernikahan. Petrus memakai wacana pernikahan untuk memberikan nasehat kepada kita bagaimana seharusnya relasi suami dan istri di hadapan Tuhan.

Petrus mengingatkan kepada pembaca suratnya, khususnya kepada wanita. Petrus mengatakan bahwa kecantikan seorang wanita jangan hanya berhenti di kecantikan lahiriah, karena kecantikan lahiriah suatu saat akan luntur dan hilang. Sebaliknya Petrus memberikan perbandingan bahwa kecantikan seorang perempuan sejati adalah kecantikan spiritual. Kecantikan rohani tidak bisa hilang, tidak bisa luntur, dan tidak bisa diambil siapapun. Petrus memberikan contoh Sara, istri Abraham. Betulkah Sara istri yang taat kepada suami 100%? Begitu banyak perempuan saleh dan takut akan Tuhan yang dicatat di Perjanjian Lama tetapi mengapa Petrus memakai Sara sebagai contoh bagi kita? Mengapa bukan Hawa? Hawa adalah istri pertama yang dicatat dalam Alkitab. Mengapa Petrus tidak memilih Hawa?

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 22 Maret 2015 PDF Print E-mail

Prioritas Hidup Umat Kristen

Hagai 1:1-14

Vic. Calvin Bangun

Kitab Hagai adalah kitab yang sangat singkat, terdiri dari 2 pasal saja. Kitab Hagai digolongkan sebagai kitab nabi kecil. Dalam Perjanjian Lama, kitab nabi-nabi terbagi menjadi 2 yaitu, kitab nabi besar dan kitab nabi kecil. Disebut sebagai nabi besar karena tulisannya yang banyak dan kitab tebal dan kitab nabi kecil karena tulisannya singkat. Kitab nabi kecil bukan berarti pengaruhnya kecil karena jika pengaruhnya kecil maka tidak akan ada di dalam Alkitab.

Kitab nabi kecil adalah kitab yang menceritakan tentang kehidupan umat Allah menjelang pembuangan dan setelah pembuangan. Kitab para nabi juga bisa dibagi menjadi 2 zaman yaitu sebelum pembuangan yang bersifat penghakiman dan setelah pembuangan. Bangsa Israel berada di pembuangan selama 70 tahun. Kemudian bangsa Israel dipulangkan pada tahun 539 karena Koresh memberikan perintah untuk memulangkan bangsa Israel. Dalam 2Taw.36:22-23 Tuhan menggerakkan hati raja Koresh untuk memulangkan bangsa Israel. Tetapi Koresh tidak menyadari bahwa ini adalah kehendak Tuhan.

Allah memulangkan bangsa Israel supaya bangsa Israel membangun kembali bait Allah yang telah hancur. Bait Allah sangat penting bagi Allah, karena Bait Allah merupakan simbol kehadiran Allah di antara umat-Nya. Musa mendirikan kemah suci setelah Tuhan berkata akan tinggal di antara umat-Nya. Allah mengijinkan Salomo mendirikan bait-Nya dan Allah tinggal di dalamnya. Konsep Allah pada zaman tersebut adalah Allah tidak maha hadir dan bersifat teritorial.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 08 Maret 2015 PDF Print E-mail

Melayani dengan Dasar Kasih Kristus

Filipi 1:12-26

Pdt. Andi Halim, M.Th

Banyak orang mengatakan bahwa ia melayani dengan kasih, tetapi apakah perkataan tersebut jujur? Benarkah dia melayani dengan kasih atau ada motivasi lain dalam pelayanan. Kasih perlu diuji. Kasih kita kepada Tuhan adalah kasih yang bagaimana? Kita melayani karena kita mengasihi atau untuk kepuasan diri sendiri? Ada orang yang aktif dan giat bergereja, tetapi setelah diselidiki, pelayanan yang dilakukan adalah untuk kepuasan dan kenikmatan dirinya.

Rasul Paulus memberikan contoh orang yang melayani dengan tujuan yang bukan kasih, tetapi karena dengki dan perselisihan (Fil. 1:15). Orang-orang ini melayani untuk kepentingan diri dan tidak ikhlas dengan tujuan untuk memperberat hukuman rasul Paulus di penjara. Tidak semua orang melayani dengan sungguh-sungguh. Bagaimana dengan kita? Apakah kita melayani Tuhan karena kepuasan /keegoisan kita atau karena cinta kasih kepada Tuhan?

Bagaimana melayani dengan kasih menurut firman Tuhan? Jika dikatakan bahwa kita harus melayani dengan kasih, mungkin kita berusaha menciptakan gambaran bahwa kita mengasihi Tuhan, tetapi sebenarnya ini salah. Kita semua adalah orang berdosa dan tidak layak dalam melayani Tuhan. Jangan merasa diri kita sudah pantas dan layak dan mempunyai kasih yang layak melayani Tuhan.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 15 Februari 2015 PDF Print E-mail

Dua Macam Pembangun

Luk.6:46–49

Vic. Bakti Anugrah

Perikop ini memiliki kesamaan juga perbedaan dengan Mat.7:24–27. Mat.7:24–27 merupakan penutup dari khotbah di bukit, sedangkan Luk.6:46–49 merupakan penutup dari khotbah di dataran. Kedua perikop sama-sama membicarakan tentang dua macam dasar, namun Matius lebih menekankan tentang dua macam bangunan yang diuji dengan badai, sedangkan Lukas lebih menekankan pada dua macam pembangun yang mempersiapkan pondasinya. Tetapi keduanya menekankan bahwa pengajaran Kristus memiliki otoritas mutlak dan harus diterima penuh. Ini berarti penting sekali untuk mengikuti ajaran Kristus dan tidak boleh menganggapnya enteng.

Pembaca juga ditantang untuk merespon pada ajaran Tuhan. Kita harus memperhatikan setiap Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh, mendalam, dan tidak meremehkannya. Jadi perikop ini menekankan bahwa Firman Tuhan harus didengarkan dan juga harus dilakukan. Tema tentang mendengar dan melakukan Firman Tuhan dalam Injil Lukas ini sangat ditekankan.
Dalam perikop sebelumnya (6:45) Lukas memandang kebaikan sebagai suatu ketaatan akan Firman Tuhan, tetapi yang mengabaikan Firman Tuhan itu dianggap sebagai orang yang bodoh dan jahat.

Perikop ini memberi perumpamaan mengenai dua pembangun, yaitu pembangun yang sungguh-sungguh dan pembangun yang sembarangan. Pembangun yang sembarangan menunjukkan orang yang jahat, yaitu yang meremehkan Firman Tuhan, sedangkan pembangun yang sungguh-sungguh menunjukkan orang yang taat akan Firman Tuhan. Banjir dalam perikop ini berarti ketika air sungai yang meluap dan menimbulkan aliran air yang sangat deras.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 4 of 71
RocketTheme Joomla Templates