Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 08 April 2012 PDF Print E-mail

Maut telah Ditelan Dalam Kemenangan

1Kor.15:54-57

Pdt. Stephen Tong (relay)

Jika Kristus tidak bangkit maka kita adalah orang-orang yang paling kasihan lebih dari orang-orang yang tidak beragama. Kekristenan bukanlah organisasi, upacara, budaya, atau liturgi. Kekristenan adalah Yesus Kristus. Kekristenan adalah iman manusia terhadap Kristus. Pada waktu liberalisme menjadikan sifat moral Kristus menggantikan sifat ilahi; tingkah lakunya menggantikan imannya terhadap Kristus; waktu menjadikan jasa diri kita menggantikan kemenangan Kristus di atas kayu salib; waktu itu Kekristenan gagal dan mulai merosot. Lalu apa itu Kekristenan? Kekristenan adalah Kristus. Semua anugerah berada pada Kristus. Iman manusia diperkenan Allah Bapa adalah karena Kristus. Demikianlah pusat dari iman kita adalah Kristus yang tersalib. Inti dari pemberitaan Injil kita adalah Kristus yang bangkit dari kematian. Injil tanpa Kristus bukanlah Injil. Salib tanpa kebangkitan adalah salib yang gagal. Kristus yang adalah firman yang menjadi manusia, kehidupan-Nya yang tanpa dosa, pengorbanan-Nya di atas kayu salib yang menggantikan kita, Ia bangkit dari kematian menggenapkan Taurat, naik ke surga dan satu saat nanti akan datang kembali menghakimi seluruh umat manusia. Semua ini adalah fakta sejarah yang membuat kekristenan melampaui semua agama. Ini adalah perbedaan iman Kristen dan mitos Yunani. Mitos Yunani tidak pernah ada dalam sejarah tetapi Kristus yang lahir, mati, bangkit, dan naik ke surga serta akan datang kembali adalah intervensi Allah Pencipta langit dan bumi di tengah-tengah umat manusia. Setelah Allah menciptakan kita, Ia tidak meninggalkan kita. Ia tinggal di tengah-tengah umat manusia dan membawa anugerah kebenaran secara limpah.

Yesus Kristus mengatakan, waktu kalian melihat Aku kalian bukan melihat Aku tetapi kalian melihat Bapa. Waktu kalian percaya kepada-Ku, kalian percaya kepada Bapa yang mengutus Aku. Allah kita adalah Allah yang mewahyukan diri-Nya. Tetapi tidak ada seorang pun yang mencari Dia, tidak ada seorang pun yang berbuat baik dan tidak seorang pun yang mengerti Aku. Maka apakah yang manusia cari dalam agama? Dalam agama manusia cari kaya, selamat, bisnis lancar, dan lain-lain. Itu sebabnya Allah mengatakan bahwa kita tidak mencari Dia. Agustinus mengatakan jika disimpulkan dalam hidupnya hanya ada 2 perkara yang ingin dicari tahunya yaitu ia ingin mencari tahu: Siapa Allah dan siapa aku? Orang yang mengenal Tuhan barulah akan mengenal dirinya; jika orang sungguh-sungguh meneliti dirinya sendiri, ia akan menemukan relasinya dengan Allah. Alkitab mengatakan hanya dalam Yesus Kristus kita dapat mengenal Allah. Hanya dalam Kristus pula kita dapat kembali kepada Allah. Hanya dalam Kristus kita menerima hidup yang kekal (Kis.4:12). Hanya satu Allah. Antara Allah dan manusia hanya ada satu mediator. Roh Kudus yang mewahyukan Alkitab membawa kita mengenal Dia. Hari ini banyak orang Kristen menjadikan keluarga dan harta bendanya menggantikan Kristus. Bahkan kita tidak menginginkan segala hal yang Allah janjikan pada kita dalam Kristus. Agustinus mengatakan Ia ingin mengenal Allah. Melalui Kristus kita mengenal Allah dan mengerti akan nilai terhadap diri sendiri. Sungguhkah kita mengenal Siapa Dia? Kita berasal dari mana? Mengapa kita hidup dalam dunia ini? Setelah mati kita ke mana? Semua jawaban hanya ada dalam Kristus.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 01 April 2012 PDF Print E-mail

 Nehemia: Pemimpin Berstrategi, Berenergi, Motivator, Rasionil & Religius

Neh.2:20, 4:1-23

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Siapakah Nehemia? Nehemia adalah seorang pemimpin yang berstrategi, berenergi, motivator, rasionil dan religius. Seringkali orang berpikir dan berkesan bahwa Gerakan Reformed ini berjalan tanpa strategi apa-apa. Namun ini tafsiran. Memang Gerakan Reformed berbeda dengan gereja-gereja pada umumnya yang begitu terencana tetapi sebetulnya Gerakan Reformed ini ada strategi. Masalahnya antara strategi dan mengikuti pimpinan Tuhan itu perlu kepekaan. Ini yang dipikirkan oleh pendiri gerakan kita, Pdt. Stephen Tong. Ini namanya pemimpin yang religius. Sama seperti Nehemia. Pemimpin religius adalah pemimpin yang menggabungkan antara strategi menurut pikiran manusia dengan pimpinan Tuhan. Dalam menggandengkan kedua hal ini bukanlah sesuatu yang mudah. Begitu juga permulaan Gereja ini. Dimulai dari mengajar STRIS. Mengapa mengajar? Karena saya senang mengajar dan senang belajar teologi. Tetapi mengenai pengajaran ini mau berkembang bagaimana, rencana ke depan bagaimana, menghadapi zaman yang seperti apa, itu belum terpikir. Ini bukan suatu hal yang mudah. Banyak ‘penonton’ gerakan ini yang terus mengritik karena mereka tidak sungguh-sungguh mengerti dan terlibat di dalam gerakan ini. Oleh karena itu, sebagai pengikut gerakan ini mari kita bersama-sama merenungkan bagaimana sebetulnya yang Tuhan mau untuk kita kerjakan melalui Gerakan Reformed yang sampai saat ini sudah diberkati Tuhan dan berkembang luar biasa.

Kita kembali kepada Nehemia yang memikirkan strategi, berenergi (mau kerja keras), motivator (penggerak), rasionil (berpikir baik-baik), dan seorang yang religius (ia berdoa). Nehemia bukan hanya orang yang rasionil tetapi juga seorang yang berdoa. Bukan hanya berdoa tetapi juga bekerja keras. Biasanya kita hanya mau mengerjakan salah satu dari aspek-aspek ini saja tetapi marilah kita belajar semua sikap ini dari Nehemia. Mungkin apa yang kita kerjakan sukses di mata manusia, tetapi apakah sukses di mata Allah? Nehemia meski bekerja keras tetapi tidak mengandalkan diri sendiri. Nehemia selalu mencari perkenanan Tuhan dalam bertindak.

Sanbalat, Tobia dan teman-teman lain memusuhi beberapa orang yang mengerjakan pekerjaan untuk kemuliaan Tuhan. Ini aneh tetapi sebenarnya terjadi juga dalam gerakan kita saat ini. Ada orang-orang yang tambah lama tambah benci kepada Gerakan Reformed maupun kepada orang-orang yang mengerjakan pekerjaan Tuhan. Musuh kita banyak. Begitu pula waktu Pdt. Stephen Tong mendirikan gerakan ini, banyak sekali mendapat pertentangan seolah-olah ia melakukan suatu dosa yang besar. Banyak orang yang tidak memahami apa yang dilakukan Pdt. Stephen Tong. Mengapa jika mesjid bertambah banyak orang Kristen tidak protes tetapi kalau tambah gereja justru protes? Seharusnya kita senang jika gereja bertambah asalkan orang yang mendirikannya memiliki motivasi yang murni, pengajaran yang bertanggung jawab dan berjuang untuk mempertumbuhkan kerohanian jemaat. Di tengah-tengah pengajaran gereja yang tidak bertanggung jawab, kita seharusnya dukung pendirian gereja yang memiliki motivasi murni seperti ini. Tuhan memberikan visi, misi, spirit dan strategi kepada Pdt. Stephen Tong.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 25 Maret 2012 PDF Print E-mail

Karakter Jemaat, Kekuatan Gereja

Rm.12:2

Pdt. Karyanto

Terjemahan lain dari ayat ini adalah: Jangan meniru kebiasaan dari dunia ini melainkan jadilah orang dengan kepribadian yang sama sekali baru dalam perbuatan dan pikiran niscaya saudara akan mengerti dari pengalaman sendiri bahwa jalan-jalan-jalan Allah itu sempurna dan sungguh-sungguh memuaskan saudara.

Disadari atau tidak disadari sebenarnya tutur kata kita, sepak terjang kita dalam hidup sehari-hari sangat dipengaruhi oleh sistem nilai yang ada dalam diri kita. Apa sistem nilai yang saya maksud? Mana hal yang terpenting, yang cukup penting dan tidak penting dalam diri kita? Alkitab banyak sekali pengajaran tentang sistem nilai.

Contoh: Tuhan Yesus dalam Mat.6 mengatakan bahwa hidup itu lebih penting daripada makanan. Ini sebuah sistem nilai yang sedang Tuhan ajarkan. Tuhan Yesus juga berkata tubuh itu lebih penting daripada pakaian. Dalam Mat.10 Tuhan berkata pada murid-murid-Nya supaya mereka jangan takut kepada mereka yang hanya bisa membunuh tubuh melainkan takutlah kepada Dia yang bisa membunuh tubuhmu sekaligus melemparkan jiwamu juga ke dalam neraka. Kita seharusnya juga bisa menempatkan diri seperti murid-murid Yesus yang sedang diajar-Nya.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 18 Maret 2012 PDF Print E-mail

Allah Perjanjian

Kej.12:1-3, 15:1-21

Ev. Bakti Anugrah, M.A.

Ada beberapa perjanjian yang sangat penting dalam Alkitab. Pertama, perjanjian Allah dengan Adam (perjanjian penciptaan), dengan Nuh (perjanjian pemeliharaan Allah setelah membinasakan manusia dengan air bah), dengan Abraham dan keturunannya, dengan Musa (pemberian 10 perintah Allah), dengan Daud (keturunan Daud akan memerintah untuk sampai selama-lamanya), dan yang terakhir penggenapan perjanjian oleh Yesus Kristus Tuhan kita (dalam perjamuan terakhir). Perjanjian adalah hal yang paling mendasar bagi iman kita. Hal ini dapat kita lihat dalam Alkitab. Alkitab dibagi hanya ke dalam dua perjanjian, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Perjanjian yang dimaksud Alkitab bukan seperti perjanjian jaman sekarang di mana kedua belah pihak saling menyepakatinya dan menandatangani surat yang disegel dengan meterai. Perjanjian dalam Alkitab memiliki dua aspek penting. Pertama, perjanjian itu dimulai oleh Allah sendiri secara berdaulat dan kedua, perjanjian itu dilakukan dengan darah dan itu berarti menyangkut masalah hidup dan mati. Dua hal ini mengikat seluruh Perjanjian dalam Alkitab. Pengertian perjanjian baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris (Testament) ini kurang tepat. Kata yang lebih tepat seharusnya adalah kovenan. Kata ini tidak ada dalam budaya kita namun inilah yang dilakukan Tuhan kepada Abraham. Kata Testament lebih mengacu kepada wasiat yang diberikan seseorang yang akan meninggal. Akan tetapi kasusnya bukan demikian karena Allah kita bukan Allah yang mati tetapi Allah yang hidup. Kita menjadi anak Allah karena itu kita adalah ahli warisnya Tuhan. Waktu kita menjadi anak Allah itu bukan karena Allah kita mati lalu kita mendapat warisan sebagai anak-Nya. Kita yang tidak layak ini diangkat menjadi anak; diadopsi; bukan karena Dia mati. Sehingga pengertian kata perjanjian yang tepat adalah kovenan dan bukan testament. Selain itu dalam mengikat perjanjian istilah yang dipergunakan adalah memotong kovenan (to cut a covenant) yang artinya perjanjian itu dilakukan di atas dua belah potongan binatang yang berdarah.

Iman yang dipercaya nenek moyang kita bisa turun sampai kita hari ini adalah karena Allah yang berjanji. Di taman Eden Allah berjanji kepada Adam, “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." (Kej.2:16,17). Jika Adam mau taat maka ia akan memperoleh hidup yang kekal tetapi Adam gagal dan jatuh ke dalam dosa. Tetapi Tuhan tidak selesai pada Adam, Ia memperbarui perjanjian-Nya. Setelah manusia bertambah jahat, Tuhan memusnahkan mereka semua dan menyisakan Nuh. Tuhan memberi perjanjian dengan Nuh bahwa tidak akan ada lagi air bah yang memusnahkan seluruh bumi seperti yang sudah dilakukan-Nya. Setiap kali setelah hujan Ia akan melihat tanda di langit yaitu pelangi dan mengingat janji-Nya. Perjanjian ketiga dibuat-Nya dengan Abraham.

Read more...
 
<< Start < Prev 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Next > End >>

Page 29 of 63
RocketTheme Joomla Templates