Search

Ringkasan Khotbah


Ringkasan Khotbah - 08 July 2012 PDF Print E-mail

Berani memperjuangkan kebenaran

Neh.6:16; 7:2,5; 8:1-9

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Sebagai seorang juru minuman raja yang mendapat visi dari Tuhan untuk ke Yerusalem, yang hidupnya sudah mapan dan nyaman, Nehemia terpanggil untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Waktu itu Nehemia berada di pembuangan, di Persia, kemudian ia mendengar berita tentang keadaan Yerusalem yang sangat menyedihkan. Banyak orang Israel dipermalukan karena temboknya runtuh dan pintu gerbangnya terbakar. Yerusalem adalah simbol kehadiran Allah di tengah-tengah umat-Nya. Maka pada saat tembok Yerusalem runtuh dan banyak musuh-musuh menyerang orang-orang Yahudi, mereka begitu tersiksa, menderita, tercela dan dipermalukan. Untuk itulah Nehemia merasa terpanggil untuk pergi ke Yerusalem dan membangun tembok-tembok yang runtuh. Tetapi Nehemia menghadapi tantangan besar dari orang-orang yang tidak suka pekerjaan Tuhan dilakukan di Yerusalem. Hambatan-hambatan yang luar biasa dialami Nehemia namun Nehemia tetap tegas, teguh, tidak goyah dalam menyelesaikan pembangunan tembok Yerusalem. Ia tidak goyah di tengah serangan-serangan musuh yang coba menggagalkan rencananya.

Pelajaran yang dapat kita ambil: Pertama, apakah orang Kristen bisa atau boleh mempunyai musuh? Jaman sekarang banyak paham-paham yang muncul dalam kekristenan. Ada yang mengatakan bahwa orang Kristen tidak boleh punya musuh apalagi jika sesama orang Kristen. Tetapi kalimat ini tidak berdasar dan tidak bertanggungjawab. Kalimat ‘kita harus bersahabat dengan semua orang’ masih perlu diuji lagi. Ada juga pernyataan dari prinsip-prinsip kepemimpinan yang mengatakan bahwa: ‘seorang pemimpin mulai jatuh pada saat ia mau menyenangkan semua orang’. Mengapa? Karena jika ia sudah punya motivasi mau menyenangkan semua orang, pasti ia seorang yang tidak punya prinsip. Orang yang tidak punya prinsip akan cepat-cepat menggugurkan prinsipnya sendiri asalkan orang lain senang. Alkitab juga menegaskan bahwa orang yang mau menyenangkan semua orang memiliki motivasi yang tidak benar. Apalagi seorang hamba Tuhan. Hamba Tuhan tidak dipanggil untuk menyenangkan semua orang dan menyenangkan manusia. Hamba Tuhan dipanggil untuk melayani Tuhan.

Contoh: Nehemia adalah seorang pemimpin yang punya prinsip, ketegasan, visi jelas dari Tuhan yang harus ia kerjakan. Nehemia teguh melakukan apa yang Tuhan mau ia kerjakan meskipun ada orang-orang yang tidak menyukainya. Prinsipnya adalah: tidak goyah dalam mengerjakan apa yang Tuhan mau kita kerjakan.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 01 July 2012 PDF Print E-mail

Ibadah yang sejati

Ef.5:1-2, Rm. 11:36 - 12:1-8

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Ada dua kalimat yang saya garis bawahi dalam kotbah hari ini. Pertama, tidak ada korban, tidak ada ibadah. Kedua, tidak ada ibadah tanpa korban. Apa yang dimaksud dengan ‘tidak ada korban, tidak ada ibadah’? Mengapa kita sekarang bisa beribadah? Apakah karena keinginan kita sendiri? Banyak orang ingin beribadah dalam hidupnya tetapi apakah ibadahnya benar-benar sampai pada tujuan?

Tidak ada korban tidak ada ibadah. Kita perlu melihat latar belakang ibadah yang dilakukan oleh bangsa Israel. Dalam ibadah bangsa Israel satu hal yang mutlak adalah mereka mempersembahkan korban penebus dosa. Karena ada yang dikorbankan maka ibadah mereka boleh terjadi. Karena ada korban mereka baru benar-benar dapat beribadah. Pengertian korban penebus dosa adalah manusia pada dasarnya sudah jatuh ke dalam dosa, terputus hubungannya dengan Allah dan manusia yang terputus hubungannya dengan Allah tidak mungkin berelasi dengan Allah yang benar karena artinya ia sudah mati rohani. Tidak ada ibadah yang dapat mencapai Allah yang benar, karena itu jalannya hanya satu yaitu korban penebus dosa. Karena ada korban penebus dosa hubungan manusia yang sudah putus dengan Allah dipulihkan kembali. Inilah arti ibadah. Itulah sebabnya ‘tidak ada korban, tidak ada ibadah’. Hubungan manusia yang terputus dengan Allah hanya dapat dipulihkan oleh Kristus melalui karya penebusan-Nya di kayu salib.

Mengapa korban penebus dosa harus diulang terus-menerus? Karena korban tak bercacat yang dipersembahkan melambangkan Mesias yang akan datang, sebagai Korban yang paling sempurna. Itulah sebabnya pengulangan perlu terus dilakukan supaya mengarahkan hati umat Allah kepada Sang Mesias – Korban yang Sempurna itu – yang akan datang. Kristus datang sebagai Korban yang paling sempurna menebus dosa manusia, sekali untuk selamanya, maka dalam ibadah kita sekarang tak perlu korban lagi. Hubungan kita dengan Allah telah dipulihkan. Inilah yang disebut sebagai damai sejahtera yang sejati.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 24 Juni 2012 PDF Print E-mail

Hidup dalam Kasih Karunia Allah

2Kor.6:1-10

Pdt. Tumpal Hutahaean 


Dalam hidup ini mungkinkah kita sebagai anak-anak Tuhan memiliki kebanggaan-kebanggaan yang tidak bernilai kekal? Mungkinkah orang Kristen tidak bersyukur atas karya Tuhan dalam dirinya malah sebaliknya menonjolkan dirinya? Saat kita mati semua itu tidak akan jadi kebanggaan lagi. Mungkinkah orang Kristen tidak bersyukur atas karya Tuhan atas diriya? Tidak mungkin. Mengapa? Karena kita percaya siapa di dalam Kristus akan memiliki nilai hidup, perubahan karakter, dan kuasa untuk hidup menjadi anak-anak Tuhan dan menjadi saksi dan membawa orang kembali kepada Tuhan. Maka kebanggaan kita sebagai pribadi seharusnya selaras dengan nilai-nilai Kerajaan Allah.

Apa itu Kerajaan Allah? Alkitab mengajarkan bahwa Kerajaan Allah berkaitan dengan kedamaian, sukacita karena pekerjaan Roh Kudus. Maka janganlah kita berbangga karena kekayaan, prestasi, dan kesuksesan kita tetapi tidak memperluas Kerajaan Allah. Ini bukan berarti kita tidak boleh kaya, terkenal, dan sukses dalam studi dan lain-lain, akan tetapi kita harus ingat bahwa identitas kita bukan dibangun melalui itu semua. 

Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Korintus sebagai teman-teman sekerjanya akan hal ini. Setiap anak Tuhan yang percaya kepada Yesus Kristus adalah rekan sekerja, tim untuk memperluas kerajaan Allah. Berarti kita semua yang sudah sungguh-sungguh percaya kepada Kristus dan mau hidup di dalam-Nya berstatus hamba Tuhan. Karena itu jemaat Korintus adalah rekan sekerja Paulus. Selanjutnya Paulus menasehatkan agar jemaat jangan menyia-nyiakan karunia Allah. Sebelumnya kata yang digunakan untuk rekan sekerja dalam bahasa aslinya bersifat aktif, plural, dan maskulin. Berarti setiap orang yang mengaku dirinya sebagai milik Tuhan harus memiliki sifat kerja yang aktif dan rajin. 

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 17 Juni 2012 PDF Print E-mail

Nehemia: Tantangan dalam melakukan pekerjaan Tuhan

Neh.6:1-19

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Ada beberapa ayat yang akan menjadi penekanan dalam kotbah hari ini: 1) Neh.6:3; 2) Neh.6:9. Dalam kalimat terakhir terjemahan bahasa Inggrisnya (but I pray, now strengthen my hands) berbeda jauh dengan terjemahan bahasa Indonesia (aku justru berusaha sekuat tenaga). 3) Neh.6:11. 4) Neh.6:15,16. 

Nehemia dalam melakukan pekerjaannya bukanlah untuk kepentingan pribadinya. Nehemia membangun tembok Yerusalem dan memperbaiki pintu gerbang yang terbakar. Di dalam pekerjaannya ini, Nehemia mengalami banyak kesulitan, hambatan, tentangan, dan ancaman. Pekerjaan yang Nehemia lakukan bukanlah pekerjaan yang berjalan lancar melainkan banyak masalah. Jika seseorang tidak memiliki tujuan yang jelas dalam pekerjaannya maka saat menghadapi kesulitan dan masalah yang besar ia akan melepaskan pekerjaan itu begitu saja.

Ada dua macam reaksi dari orang-orang yang menghadapi tekanan hebat (stress), pertama adalah menjadi makin frustrasi, patah semangat, akhirnya mogok dan tidak mau bekerja lagi. Reaksi kedua adalah makin memberontak, melawan dan marah. Bagaimana dengan Nehemia? Tidak kedua-duanya. Nehemia memakai satu jalan yaitu lari kepada Tuhan. Ini adalah teladan yang dapat kita pelajari. Dekatkanlah diri kepada Allah saat menghadapi tekanan atau berbagai masalah dalam dunia ini. Namun bukan pelarian. Ada orang yang datang kepada Tuhan sebagai satu pelarian. Ada juga orang yang datang kepada Tuhan dalam kaitannya dengan kepentingan diri. Namun tidak demikian dengan Nehemia. Nehemia bukan meminta hal-hal untuk kepentingan dirinya melainkan demi pekerjaan dan kemuliaan Nama Tuhan. Dalam berdoa atau beribadah kita seringkali berorientasi pada kepentingan diri. Kita seringkali menjadi orang Kristen yang memiliki spirit kekafiran. Mari belajar berubah tidak menjadi orang Kristen yang berorientasi pada kepentingan diri.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 10 Juni 2012 PDF Print E-mail

Allah atas Bangsa-Bangsa

Daniel 2

Ev. Bakti Anugrah, M.A.

1. Mimpi raja (2:1-13)

Bagaimana perasaan kita jikalau kita mempunyai bos yang tidak mau tahu apapun kesulitan kita yang penting tujuannya tercapai? Kalau perlu bahkan kita diminta menghalalkan segala macam cara. Bos ini tidak mau mendengar alasan apapun yang penting hasil tercapai. Amarahnya meledak apabila keinginannya tidak terkabul. Raja Nebukadnezar adalah jenis bos semacam ini. Dia terganggu dengan mimpi yang nampaknya tidak dapat dia ingat lagi lalu dia menyalahkan para orang berilmu, ahli jampi, dan ahli sihirnya. Pada saat itu melupakan suatu mimpi dianggap sebagai suatu pertanda buruk. Ada kemungkinan Nebukadnezar malu mengakui hal itu sehingga ia menimpakan hal itu kepada orang-orang berilmu bawahannya. Pepatah kita mengatakan, “buruk muka cermin dibelah,” ia menyalahkan orang lain atas kelemahannya sendiri.

Para ahli itu menjawab raja bahwa hal itu tidak mungkin mereka lakukan oleh karena kuasa untuk mengerti mimpi dan menafsirkannya tanpa mengetahui mimpi itu sama sekali hanyalah milik para dewa yang tidak berdiam di antara manusia. Mereka hanya bisa menebak-nebak saja, tetapi mereka bukan dewa dan tidak mampu datang kepada dewa yang kediamannya tidak terjangkau manusia itu. Raja menjadi amat geram karenanya lalu memutuskan untuk memusnahkan semua orang bijaksana dengan Babel termasuk Daniel dan kawan-kawannya.

2. Reaksi Daniel dan kawan-kawannya (2:14-25)

Daniel demi mendengar hal itu sangat bijaksana, ia tidak panik tetapi bertanya kepada pemimpin pengawal yang ditugaskan membunuh itu, Ariokh, alasan akan hal itu. Setelah mengetahui duduk perkaranya Daniel segera menghadap raja sendiri dan meminta waktu kepadanya. Yang mengherankan di sini adalah pada waktu orang-orang berilmu lain mengulur-ulur waktu maka raja menjadi marah (ay.7-9) maka di sini kelihatannya justru Daniel tidak mengalami hal yang sama waktu ia mengajukan permintaan yang serupa. Sepertinya Daniel memang mendapat karunia kasih sayang dari para pejabat istana termasuk raja sendiri oleh karena Tuhan (bdk. Dan.1:9) di samping memang karena ia memiliki ketrampilan yang luar biasa (1:20) yang menjadikannya begitu menonjol sehingga ia disukai.

Read more...
 
<< Start < Prev 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Next > End >>

Page 22 of 52
RocketTheme Joomla Templates