Search

Ringkasan Khotbah


Ringkasan Khotbah - 03 Maret 2013 PDF Print E-mail

Depresi Rohani & Duri dalam Daging

2 Kor. 12:7–10

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Rasul Paulus dalam pelayanannya juga mengalami depresi rohani. Ia bukannya melayani tanpa penderitaan, tanpa masalah ataupun tanpa musuh. Rasul Paulus menghadapi setiap masalah yang mendatanginya dengan luar biasa.

Jika seseorang melayani Tuhan hanya dengan melakukan apa yang disenanginya, orang ini bukan melayani Tuhan melainkan dirinya sendiri. Orang yang mau melayani Tuhan adalah orang yang siap mengalami penderitaan, tantangan dan kekecewaan yang berat. Pelayanan tidak selalu mulus dan berjalan baik.

Rasul Paulus melayani dalam keadaan yang sulit dan penuh tantangan, sehingga ia bisa melayani dengan sungguh-sungguh. Rasul Paulus dalam pelayanannya diberikan karunia, tanda-tanda, kebenaran luar biasa oleh Tuhan. Tetapi manusia yang menerima kasih karunia Allah yang begitu besar juga tetap manusia biasa yang berdosa, begitu pula dengan Rasul Paulus. Manusia biasa dan berdosa ini juga lemah dan mempunyai banyak kekurangan.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 24 Februari 2013 PDF Print E-mail

Eksposisi Surat 1 Petrus: Penerima Surat

1Pet.1:1–2

Ev. Calvin Renata

Tidak seperti surat rasul Paulus yang ditujukan kepada satu jemaat, Petrus langsung menuliskan suratnya untuk ke-5 jemaatnya. Suratnya ini bersifat spesifik kepada masing-masing jemaat karena mereka mempunyai masalah yang berbeda. 5 kota itu yaitu Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil, dan Bitinia sudah tidak kita kenal lagi karena sudah tidak ada lagi. Menurut para ahli Alkitab, kelima kota ini berada di Asia kecil, atau di zaman sekarang di daerah Turki. Dulunya ini daerah Kristen tetapi kemudian Islam masuk dan menaklukkan daerah tersebut.

Alkitab tidak menjelaskan siapakah penerima surat Petrus di ke-5 kota ini dan bagaimana mereka bisa percaya meskipun mereka di luar Israel. Seorang sejarawan gereja, Eusebius, di abad mula-mula, mengatakan bahwa Petruslah yang menginjili jemaat di ke-5 kota tersebut, tetapi hal ini tidak pernah dinyatakan dalam Alkitab. Kemungkinan lain adalah saat hari Pentakosta, orang dari berbagai daerah datang untuk mendengarkan para rasul, termasuk jemaat dari ke-5 kota tersebut. Kemudian setelah mereka menjadi orang percaya, mereka kembali ke kota masing-masing dan mendirikan jemaat.

Penerima surat Petrus ini adalah orang gentile Christians, yaitu orang non Yahudi yang bertobat menjadi orang Kristen. Gentile berarti suatu etnik di luar bangsa Yahudi. Mengapa kita yakin bahwa Petrus menuliskan suratnya untuk orang gentile Christians? Karena dalam seluruh suratnya Petrus tidak pernah menyebutkan hukum Taurat. Orang non-Yahudi tidak memahami hukum Taurat dan mereka tidak perlu dikoreksi mengenai hukum Taurat. Hal ini berbeda dengan surat Paulus yang selalu mengkoreksi dan mengingatkan bangsa Yahudi mengenai hukum Taurat.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 10 February 2013 PDF Print E-mail

Depresi Rohani & Panggilan untuk Menderita

Rm. 8:18, 26–30

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Banyak gereja tidak bertanggung jawab dalam menafsirkan Alkitab. Gereja-gereja tidak bertanggung jawab ini memberikan pengertian yang salah mengenai penderitaan, yaitu bahwa orang Kristen seharusnya tidak menderita, tidak miskin, tidak sakit, hidup sehat, dll. Mereka juga menambahkan bahwa untuk mencapai kondisi tersebut mereka harus menggunakan ritual tertentu untuk mencapai kesuksesan dalam hidupnya, misalnya baptis atau urapan minyak.

Banyak orang Kristen tertarik dengan ajaran ini meskipun hal ini tidak benar dan tidak Alkitabiah. Selain itu, orang yang mengenal kebenaran pun tidak memberitakan kebenaran yang sudah diketahuinya dan menyerah pada keadaan.

Dalam Fil. 1:29, kita dipanggil untuk menderita bagi Dia, tetapi banyak orang sulit menerima kebenaran ini. Umumnya, orang menganggap penderitaan sebagai suatu kesialan / kutukan. Tetapi dalam kekristenan sesungguhnya penderitaan merupakan hak istimewa bagi orang percaya.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 03 February 2013 PDF Print E-mail

Depresi Rohani dan Konsep Tentang Penderitaan

Ibr 12:5-11

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Kenapa orang percaya masih bisa mengalami depresi rohani?

Dari khotbah yang lalu sudah dijelaskan bahwa ada depresi yang secara umum dialami setiap orang. Setiap orang di dunia ini bisa mengalami penderitaan berat dan tidak sanggup menanggungnya hingga mengalami depresi. Namun, ada juga orang yang mengikut Tuhan depresinya malah ditambah. Hal ini berbeda dari orang-orang yang mengatakan bahwa jika mengikut Tuhan Yesus semua hal dalam hidup pasti lancar, bahagia dan tidak ada masalah. Tawaran ini banyak ditawarkan dalam kekristenan.

Sesungguhnya kekristenan tidak seperti itu. Alkitab menyatakan bahwa orang yang ikut Tuhan semakin mempunyai banyak masalah. Hal ini dicatat Alkitab terjadi pada setiap orang yang mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh dan setia. Misalnya seperti nabi-nabi di Perjanjian Lama, apakah ada yang hidupnya nyaman dan santai? Para Rasul di Perjanjian Baru pun tidak hidup dengan nyaman dan tanpa masalah. Semua orang percaya dalam Alkitab mempunyai problem besar dan seringkali mengalami depresi berat.

Jika kita berdoa minta supaya hidup enak dan lancar maka kita mempunyai konsep yang salah mengenai kekristenan karena iman Kristen mengajarkan hal yang bertolak belakang. Mengikuti Kristus berarti kita harus siap menderita dan mempunyai banyak masalah. Mengapa begitu? Karena orang percaya bukan milik dunia, orang percaya ditolak oleh dunia sama seperti Yesus ditolak oleh dunia. Mengapa? Karena Yesus dan orang percaya memberitakan kebenaran. Dunia membenci kebenaran.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 27 Januari 2013 PDF Print E-mail

Akhir Jaman: Injil kepada Segala Bangsa

Mat. 24:1-14)

Ev. Joseph Yisrael, M.Div.

Jika kita memperhatikan Alkitab, nampak bahwa kekristenan tidak pernah hidup dalam kenyamanan. Banyak hal yang harus diwaspadai yang membutuhkan kedekatan dengan Tuhan. Tuhan memang telah menganugerahkan damai sejahtera kepada orang percaya, tetapi ketika orang Kristen hidup dengan orang lain, tidak mungkin ia bisa hidup nyaman sepenuhnya, kecuali ia tidak berani menunjukkan kekristenannya. Berbahagialah kita yang menyadari bahwa Allah kita adalah Allah yang hidup dan yang tidak berhenti bergaul dengan-Nya.

Sebelum Yesus menyerahkan diri untuk diadili para murid mendapatkan kesempatan untuk bertanya mengenai akhir zaman kepada-Nya. Banyak di antara mereka yang belum mengerti ajaran Yesus sepenuhnya. Karena itulah saat Ia bangkit selama 40 hari Yesus mengkhususkan diri untuk mengajarkan tentang Kerajaan Allah. Topik mengenai akhir zaman, Ia hanya menjawab supaya para murid waspada karena akan banyak ideologi bermunculan, banyak penyesatan, banyak keinginan untuk menonjolkan diri sendiri, banyak orang mulai tidak takut kepada Tuhan. Gejala alam yang muncul adalah gempa bumi dan peperangan. Tanda-tanda ini merupakan permulaan akhir zaman.

Yesus memberikan kepastian kapan dunia akan berakhir yaitu setelah Injil diberitakan ke seluruh dunia (ayat 14). Tetapi banyak gereja meniadakan bagian ini dalam pembahasan mengenai akhir zaman. Kebanyakan mereka hanya mengkhotbahkan mengenai tanda-tanda fisik seperti peperangan dan bencana alam. Padahal tanda paling tepat dan yang harus kita perhatikan baik-baik adalah ayat 14 ini.

Read more...
 
<< Start < Prev 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Next > End >>

Page 22 of 58
RocketTheme Joomla Templates