Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 19 Juli 2015 PDF Print E-mail

Perumpaan 10 Gadis

Matius 25:1-13

Vic. Bakti Anugrah, M.Th.

Di dalam bagian ini, ada beberapa tafsiran yang tidak bisa kita terima, misalnya (1) kelompok Arminian berpendapat bahwa bagian ini adalah bukti bahwa keselamatan bisa hilang. Jika kita tidak berjaga-jaga, maka waktu Tuhan Yesus datang kita akan ditinggalkan. (2) kaum Dispensasionalis mengatakan, “Lihat nanti waktu Tuhan Yesus datang kali yang kedua, akan ada yang diangkat ke udara dan ada yang akan ditinggalkan seperti perumpamaan 2 orang di ladang: seorang akan dibawa dan seorang lagi akan ditinggalkan, jadi makanya siap-siap karena nanti ada yang ditinggalkan, bahkan sama-sama anak Tuhan, nanti ada yang diangkat naik ke udara bertemu dengan Tuhan dan ada yang ditinggalkan di bumi untuk mengalami masa kesusahan besar, setelah masa itu lewat baru Tuhan Yesus akan “datang kali ketiga.” Tidak ada bagian Alkitab yang mengatakan bahwa Tuhan Yesus datang tiga kali. Dalam theologi dispensasi masa kesusahan tersebut adalah masa tribulasi (1000 tahun) di mana ada yang memerintah dan ada yang menderita. Dua tafsiran ini membuat orang menjadi sangat hati-hati dan tidak sembarangan hidup. (3) tafsiran alegoris, menafsirkan setiap bagian secara detail sekali. Misalnya: mempelai pria itu siapa? 10 gadis perempuan itu siapa? Yang bodoh siapa? Yang bijaksana siapa? Minyak itu apa? Yang benar adalah ketika kita membaca perumpamaan, kita tidak mengalegoriskan dalam pengertian: tidak mencari satu persatu secara detail seperti tafsiran ke-3, tetapi kita mengambil inti utama dari seluruh perumpamaan itu.

Bagian ini tidak berbicara mengenai mempelainya, tetapi berbicara tentang pernikahan yang akan mencapai puncaknya ketika mempelai itu datang kembali ke rumah ayahnya pada waktu malam hari. Pada masa itu pesta pernikahan Yahudi diawali dengan para pagar ayu menjemput mempelai pria, Setelah itu pagar ayu bersama-sama dengan mempelai pria menjemput mempelai perempuan di rumahnya lalu setelah itu kembali bersama dengan kedua mempelai ke rumah mempelai pria dan pesta dimulai. Kelihatannya sewaktu menjemput itu terjadi pembicaraan mengenai mas kawin yang bisa memakan waktu yang sangat lama bahkan sampai tengah malam. Pada waktu tengah malam, mereka berdua keluar, dan para pagar ayu ini harus sudah siap untuk prosesi berjalan pulang ke rumah si mempelai pria. Setelah mereka sampai. Pintu ditutup. Pesta dimulai dan bisa berlangsung selama 7 hari.

Waktu menanti mereka menggunakan semacam obor (dalam Alkitab LAI, menggunakan kata pelita. Banyak penafsir lebih setuju bahwa itu adalah obor pelita kecil tidak akan berguna di tengah kegelapan malam yang panjang) yang dibuat dari semacam galah yang ujungnya dibebat kain gombal yang dicelupkan ke dalam minyak (kemungkinan zaitun) dan dinyalakan. Para pendamping/pagar ayu tersebut harus membawa obor tersebut. Tanpa obor, orang akan dianggap sebagai pengacau/bandit yang merusak pernikahan. Para pendamping/pagar ayu sudah dipersiapkan dan dipilih.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 12 Juli 2015 PDF Print E-mail

Banjir Nuh dan Baptisan

1Pet.3:18-22

Vic. Calvin Renata

Dalam bacaan kita hari ini, Petrus mengaitkan antara banjir Nuh dengan baptisan. Apa hubungan keduanya? Apakah baptisan menyelamatkan? Tidak mudah memahami surat Petrus khususnya di bagian ini, karena LAI keliru menerjemahkannya.

Dalam thelogia Roma Katolik, baptisan merupakan suatu sakramen yang sangat penting karena menurut mereka, baptisan adalah sakramen yang menyelamatkan. Menurut Roma Katolik jika seseorang yang sudah percaya tidak dibaptis, maka keselamatannya itu bisa batal. Memang jika kita membacanya sepintas, seolah-olah Petrus mengajarkan bahwa sakramen baptisan menyelamatkan. Sekarang mari kita renungkan mengapa Petrus menghubungkan antara banjir Nuh dengan baptisan?

Dalam theologia Reformed kita percaya bahwa kita memiliki satu Allah dengan dua macam perjanjian, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Di dalam dua perjanjian ini terdapat suatu hubungan yang sangat erat sehingga tidak dapat dipisahkan. Itu sebabnya banyak ayat-ayat PL yang dikutip di PB. Salah satu prinsip untuk mengetahui hubungan antara PL dengan PB adalah dengan perspektif tipe dan anti-tipe. Tipe adalah suatu gambaran/model/contoh/lambang. Anti-tipe adalah penggenapan sekaligus kontras dari tipe. Dalam PL, setiap tokoh/tempat/jabatan/peristiwa bisa menjadi gambaran dari anti-tipe yang ada di PB.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 05 Juli 2015 PDF Print E-mail

Nilai Orang Kristen Sejati

Yoh 1:12-13; Rm.7:15-23; 8:35-39; 1Kor.15:10; Fil 3:7-10; 1Tim.1:15

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Apa yang kita mau perjuangkan dalam hidup? Apa yang kita usahakan mati-matian? Inilah konsep nilai kita. Apa hubungannya nilai dengan Yoh.1:12-13? Untuk kita dapat mengerti nilai, kita harus mengerti status kita sebagai anak Allah. Jika saudara menjadi anak konglomerat/anak presiden pasti ada sesuatu yang spesial, sangat istimewa. Akan tetapi kita bukan saja anak konglomerat/presiden bahkan lebih daripada itu karena kita adalah anak Allah. Jika saudara anak Allah, lalu tidak merasakan keistimewaan apa-apa berarti itu ada sesuatu yang salah. Menjadi anak Allah adalah sesuatu yang sangat istimewa. Jadi apa yang seharusnya nilai-nilai yang diperjuangkan oleh anak Allah itu? Jika Anda anak konglomerat/presiden kerjaannya hanya cari puntung rokok, pelacuran, dll. Itu tidak nyambung. Seharusnya anak konglomerat/presiden menunjukkan kebesarannya, keagungannya mungkin, pola hidup, dsb. Justru ilustrasi ini sama dengan kita. Kita bagaikan anak konglomerat/presiden, tapi kerjaannya cari puntung rokok dan melacur. Kenapa demikian? karena kenyataannya kehidupan kita sehari-hari adalah hidup dalam kedagingan.

Secara hukum (de jure) kita adalah anak Allah yang ditebus dengan darah Yesus Kristus yang mahal. Secara kenyataan (de facto) kita masih dalam kedagingan, kita masih ada egoisme, kepentingan diri, kita masih ada iri hati, kita bisa ada dendam, kita bisa ada kebencian, kita munafik, kita merasa lebih hebat dari orang lain, kesombongan, dsb. Hal inilah yang menimbulkan ketegangan antara status sebagai anak Allah dan kondisi orang berdosa. Anak Tuhan sejati yang menggumulkan kebenaran ini pasti hidupnya menderita. Tidak ada anak Tuhan yang happy, senang-senang, damai-damai, tidak ada masalah dalam hidupnya. Ada tarik-menarik antara status anak Allah dan hidup dalam kedagingan. Ini membuat kita terus bergumul seumur hidup sampai mati tidak pernah selesai.

Paulus dalam Roma 7:15-23 mengatakan yang kukehendaki adalah yang baik, tapi ternyata yang aku lakukan yang tidak baik. Ini menunjukkan adanya tarik-menarik antara manusia rohani dan manusia jasmani. Paulus di sini tidak sedang menceritakan tentang hidup lamanya karena orang yang hidup dalam hidup lama, tidak akan mengalami pergumulan tarik menarik antara manusia rohani dan manusia jasmani. Orang yang masih hidup lama akan menikmati hidup dalam kedagingan, dalam kepalsuan, dalam penipuan iblis, dan tidak ada konflik. Akan tetapi begitu seseorang dilahirbarukan, dia mengalami konflik-konflik yang luar biasa. Inilah yang namanya penderitaan mengikut Kristus. Alkitab mengatakan bahwa kita punya dua sisi, seperti dalam satu keping mata uang, yaitu manusia rohani dan jasmani. Keduanya ini akan terus menempel dalam kehidupan kita.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 21 Juni 2015 PDF Print E-mail

Yerusalem Baru

Why. 21:1-8

Vic. Gito T.W.

Kota Yerusalem sudah menjadi kota untuk 3 agama besar yaitu Islam, Yahudi dan Kristen. Kota Yerusalem adalah kota yang bertumpuk budayanya dan seringkali diperebutkan. Padahal kota Yerusalem yang berasal dari kata shalem yang artinya damai, hampir tidak pernah mengalami damai.

Dalam sejarah manusia, manusia berlomba-lomba menunjukkan eksistensi dalam agama maupun budaya. Ada mimpi di mana semua orang mempunyai agama atau budaya yang sama. Prinsip ini sama dengan setan. Tetapi kita melihat bahwa titik akhir kehidupan manusia bukanlah pada manusia tetapi pada Allah.

Yohanes, penulis dari kitab Wahyu melihat bumi dan langit yang baru, sebab bumi dan langit yang pertama sudah berlalu dan tidak ada lagi. Uniknya, bumi dan langit yang pertama bukan disambung dengan bumi dan langit yang kedua tetapi dilanjutkan dengan bumi dan langit yang baru.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 2 of 72
RocketTheme Joomla Templates