Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 1 Januari 2016 PDF Print E-mail

Tuhan Menetapkan Langkah Orang Percaya

Roma 8:28-30

Pdt. Andi Halim, M.Th

Sesuatu yang salah jika kita berfikir bahwa: 

(1) Hidup kita seperti lembaran kosong yang kita dapat isi /tulis sesuai dengan kemauan kita.

(2) Hidup kita seperti perjalanan. Kita mau kemana pun arah perjalanan kita, kita sendiri yang menentukan. Oleh karena itu, hidup kita di masa yang akan datang juga kita sendiri yang memilih dan menentukannya.

Dua pikiran ini sangat bertentangan dengan apa yang Alkitab katakan.Yang paling penting adalah bukan kita yang memilih atau Tuhan menetapkan, tetapi apakah kita adalah anak-anak Tuhan.

Kenapa? Firman Tuhan mengingatkan kepada kita bahwa Allah yang mengukir hidup kita. Bukan kita yang akan mengukir dan menentukan langkah hidup kita. Tuhanlah yang mengukir dan menentukan langkah hidup kita. TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hdiupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya (Mazmur 37:23-24).

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 27 Desember 2015 PDF Print E-mail

Yesus adalah Kepala Pemerintahan

Yes 9:5

Vic. Gito T. Wicaksono, M.Div.

Ketika seorang anak lahir berarti anak tersebut Tuhan kehendaki untuk hidup di dalam dunia. Semua orang lahir di dalam dunia bukan karena kebetulan. Ada sebuah rencana Allah yang kekal bagi setiap manusia yang lahir ke dalam dunia. Mereka memiliki tujuan masing-masing yang Tuhan sudah tetapkan. “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita (Yes.9:5).” Ini adalah nubuat tentang kelahiran Kristus, yang pada saat itu belum lahir. Ini menunjukkan kehendak kekal Allah. Meskipun Yesaya belum tahu siapa yang akan lahir, tetapi hal itu sudah ada di dalam penetapan Allah. 

Yesaya memiliki dua anak, yaitu (1) Syear Yasyub (Yes 7:3). Arti nama Syear Yasyub adalah yang tersisa akan kembali. Tuhan menyuruh Yesaya bertemu raja Ahaz dengan membawa anaknya, yaitu Syear Yasyub. Pada zaman itu, kerajaan Israel telah terpecah menjadi 2 bagian setelah zaman raja Salomo, yaitu (a) Kerajaan Israel utara (10 suku) yang disebut Kerajaan Israel; dan (b) kerajaan Israel selatan (2 suku; Suku Yehuda dan Benyamin) yang disebut kerajaan Yehuda. Bukan hanya terpecah, kemudian 2 kerajaan ini juga saling berperang. Kerajaan Israel berkoalisi dengan kerajaan Aram menyerang kerajaan Yehuda (Yes.7:1), sedangkan kerajaan Yehuda bukan meminta pertolongan Tuhan melainkan berkoalisi dengan kerajaan Asyur untuk menjatuhkan kerajaan Israel. Dalam keadaan seperti inilah, Allah menyuruh Yesaya untuk bertemu dengan Ahaz (raja Yehuda) dengan membawa anaknya, yaitu Syear Yasyub. Kenapa anak pertama dari Yesaya harus diajak untuk bertemu dengan raja Ahaz? Karena anak ini adalah penanda bahwa kerajaan Yehuda akan diserang, tetapi jangan khawatir, melalui anak ini Allah hendak mengatakan bahwa yang tersisa akan kembali. Syear Yasyub adalah penanda yang menghibur orang Yehuda pada saat itu. Syear Yasyub adalah simbol bahwa Allah menyertai mereka.

(2) Maher-Syalal Hash-Bas (Yes.8:3). Arti nama Maher-Syalal Hash-Bas adalah bersegeralah kepada rampasan itu, barang rampasan sedang lari menjauh. Anak ini penanda bahwa kehancuran juga akan terjadi. Kerajaan Israel berkoalisi dengan kerajaan Aram menyerang kerajaan Yehuda, akan tetapi kerajaan Yehuda dibantu oleh kerajaan Asyur untuk menghancurkan kerajaan Israel. Namun, Asyur juga akhirnya menghancurkan kerajaan Yehuda. Maka, 2 anak Yesaya ditentukan oleh Tuhan. Anak pertama untuk menunjukkan belas kasihan Tuhan. Anak kedua untuk menunjukkan perampasan akan terjadi/kerajaan Yehuda akan hancur.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 29 November 2015 PDF Print E-mail

Pelayanan Pemberitaan Injil

Yoh. 11:25-26; 12:1-11

Vic. Yohanes Putratama Kamuri, M.Th.

Konteks kalimat yang dikatakan oleh Tuhan Yesus di dalam kitab Yoh 11:25-26 adalah saat Yesus melakukan mujizat membangkitkan Lazarus. Ada 2 tujuan mujizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus: (1) Menyatakan kuasa Kristus, dan melalui mujizat itu orang dapat mengenal siapa Dia. Sebelum Yesus membangkitkan Lazarus, Yesus mengatakan terlebih dahulu, “Aku adalah kebangkitan dan hidup”. Dengan demikian, Kebangkitan Lazarus memberikan konfirmasi apa yang telah Yesus katakan, yaitu Ia adalah kebangkitan dan hidup. Apa arti kalimat ‘Akulah adalah (I Am) kebangkitan dan hidup?’. Frase yang pertama, aku adalah. Frase ini akan langsung mengingatkan orang Yahudi tentang nama Allah (Kej 3:14). Di dalam kejadian 3:14, Musa bertanya tentang siapa nama Allah lalu Allah menjawab, “Aku adalah Aku”. Kata ini adalah kata yang sama yang dipergunakan oleh Tuhan Yesus ketika Ia memperkenalkan diri-Nya (Akulah adalah kebangkitan). Ini menunjukkan bahwa Yesus mengklaim bahwa Ia adalah pribadi yang setara dengan Yahweh. Yesus bukan hanya manusia saja, tetapi Ia adalah Yahweh yang dikenal orang Yahudi di Perjanjian Lama. Siapakah Yahweh? Yahweh adalah Allah yang berdaulat dan Allah yang kekal.

Kalimat aku adalah kebangkitan dan hidup ditulis di dalam konteks peristiwa kematian. Maka, yang ingin dikatakan oleh Tuhan Yesus adalah bahwa Aku adalah pemegang hidup dan mati manusia. Dengan demikian, Yesus berdaulat di dalam hidup dan mati manusia.

Akulah kebangkitan dan hidup berbicara dua hal, (1) tentang kebangkitan. Yesus sanggup untuk membangkitkan orang yang mati. (2) tentang hidup. Yesus sanggup memberikan hidup secara spiritual kepada manusia. Kata ‘Akulah kebangkitan dan hidup’ memberikan kekuatan kepada orang percaya bahwa suatu hari nanti Yesus akan membangkitkan orang-orang yang sudah mati. Apa buktinya bahwa Yesus dapat membangkitkan orang mati? Yesus membangkitkan Lazarus. Kebangkitan Lazarus adalah bayang-bayang dari apa yang akan dinyatakan kepada orang percaya pada saat akhir zaman nanti. Kita sebagai orang yang percaya akan dibangkitkan pada saat akhir zaman.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 22 November 2015 PDF Print E-mail

Eksposisi 1 Petrus: Hidup Orang Kristen

1 Ptr. 4:7-11

Vic. Calvin Renata, M.Div

Jika kita merunut kembali ke khotbah sebelumnya, Petrus banyak memberikan nasihat antara suami istri, anak dan orang tua, serta rakyat dengan pemerintah. Ayat 7-11 adalah bagian keempat yang khusus berbicara mengenai etika komunitas orang percaya. Petrus menjelaskan bagaimana orang percaya harus hidup di dalam komunitas, baik dalam gereja atau parachurch lainnya. Nasihat Petrus ini bersifat praktis di dalam kehidupan sehari-hari, tetapi justru hal seperti ini yang jarang dipraktekkan di dalam gereja dan sudah kita lupakan.

Petrus membuka nasihatnya dengan “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat.” Apa yang dimaksud Petrus dengan kalimat ini? Ia seolah berbicara mengenai hal yang negatif. Ada 2 tafsiran, pertama menunjuk kepada kehancuran Yerusalem di tahun 70 Masehi dan hancurnya bait Allah di Yerusalem. Tafsiran kedua menunjuk kepada kedatangan Yesus yang kedua kali. Secara kronologis peristiwa jatuhnya Yerusalem memang lebih dekat dengan waktu di mana Petrus mengatakan kalimat ini, tetapi secara arti, tafsiran kedua lebih tepat. Ada 2 alasan mengapa tafsiran kedua lebih tepat yaitu: hampir semua penulis dalam Perjanjian Baru mengatakan hal yang bernada sama. Misalnya dalam Rm.13:11; Yak 5:8; 1Yoh 2:18. Para rasul mendambakan kedatangan Yesus kedua kalinya pada saat mereka masih hidup. Alasan kedua adalah di bagian surat yang lainnya Petrus berulang kali membahas tentang kedatangan Kristus yang kedua kali.

Tetapi kenapa sejak Petrus mengatakan kalimat ini sampai sekarang Tuhan Yesus tidak datang? Karena waktu dan dan rencana Tuhan Yesus berbeda dengan konsep kita. Di dalam surat 2 Petrus, ia mengutip Mazmur bahwa 1 hari di mata Tuhan adalah 1000 tahun dan 1000 tahun di mata Tuhan tidak sama dengan 1 hari. Petrus sedang membandingkan konsep waktu di mata Tuhan dan manusia.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 2 of 77
RocketTheme Joomla Templates