Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 20 September 2015 PDF Print E-mail

Terancam oleh otoritas Sang Raja

Mrk. 11:15-16, 27-28

Pdt. Hendry Ongkowidjojo, Th.M.

Sejauh mana kita menyadari bahwa Alkitab sungguh ajaib? Di satu sisi anak-anak sekolah Minggu mampu memahami Alkitab, tetapi di sisi lain orang yang mempelajari Alkitab selama puluhan tahun tidak bisa memahami Alkitab sepenuhnya. Kapan kita pertama kali mendengar injil? Kebanyakan sejak sekolah Minggu dan kebanyakan yang diceritakan adalah injil. Tetapi menurut para ahli Perjanjian Baru yang paling sulit dipahami adalah Injil, khususnya Injil sinoptik (Matius, Markus, dan Lukas). Kenapa ketiga Alkitab ini begitu mirip dan di sisi yang lain begitu berbeda?

Kita perlu berhati-hati supaya tidak jatuh ke dalam 2 ekstrim yaitu golongan yang meneliti injil begitu rupa, tetapi tidak percaya, atau menjadi golongan yang percaya tetapi tidak mau belajar dan tidak tahu aplikasi di dalam hidup. Teologi Reformed mempunyai sifat yang sangat baik yaitu kita mempelajari apa yang Alkitab ajarkan. Tuhan sudah memberikan kepada kita firman yang dalam maka kita harus mau belajar firman lebih dalam. Dari situ kita akan sadar bahwa firman itu selain benar juga relevan dengan kehidupan kita sehari-hari.

Kenapa Yesus mati? Kenapa ahli Taurat menyerahkan Dia? Para ahli Perjanjian Baru mengatakan ini merupakan pertanyaan sulit. Jemaat awam mengatakan bahwa para ahli Taurat merasa iri karena banyak pengikut yang pindah kepada Yesus. Kita tahu bahwa para ahli Taurat yang merupakan ahli agama yang menyerahkan Yesus, lalu aplikasinya apa? Kita merasa bagian ini tidak relevan dengan kehidupan kita. Karena meskipun kita merasa iri, kita tidak pernah iri hingga kita ingin membunuh orang lain seperti yang dilakukan ahli Taurat. Kita tahu bahwa kita berdosa dan dosa kita yang membuat Yesus disalibkan. Kenyataan sebenarnya kita tidak merasa terlalu berdosa sehingga meskipun kita tahu kita kesulitan untuk mengerti bahwa Yesus mati bagi kita.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 13 September 2015 PDF Print E-mail

Prinsip tentang Penderitaan

1 Petrus 2:11-21

Pdt. Andi Halim, M.Th

Surat 1 Petrus ditujukkan kepada sebagian dari orang-orang Yahudi yang sedang berada dalam perantauan. Ini juga bisa menjadi simbol bagi kita bahwa kita juga berada dalam perantauan. Secara rohani kita hidup di perantauan. Kenapa? Karena dunia ini bukan dunia kita. Kita di dunia ini hanya mampir dan sementara saja. Gereja (Yunani:Ekklesia) artinya dipanggil keluar atau dipisahkan, jadi kita ini sedang diasingkan. Kita adalah orang-orang yang dipisahkan, kemudian diperlengkapi dan didewasakan, setelah itu diutus kembali ke dunia. Tuhan Yesus mengatakan bahwa kita bukan berasal dari dunia ini dan karena itu tidak heran dunia membenci kita. Maka setiap orang percaya adalah orang asing/perantau. Jikalau kita bukan berasal dari dunia ini tetapi diutus ke dalam dunia ini, berarti hidup kita memiliki suatu tujuan. Kita diutus untuk melakukan sesuatu. Kesadaran atas hal inilah yang disebut sebagai visi.

Petrus menasehati orang-orang Yahudi perantauan untuk hidup yang baik di tengah-tengah orang yang ada di dunia ini. Hidup yang baik itu memiliki beberapa tuntutan atau syarat. 2 hal tentang hidup yang baik: (1) Tunduk kepada semua lembaga manusia (1 Pet 2:13). Pada zaman itu, raja berasal dari bangsa kafir Romawi. Mereka adalah penyembah berhala serta menindas rakyat secara luar biasa kejamnya, namun tetap orang Kristen diperintahkan tunduk kepada lembaga yang kafir ini. Ini adalah prinsip mandat budaya. Bagaimanapun keadaan pemerintahan itu, entah jahat, korupsi, dan sebagainya, tetap saja pemerintahan adalah mandat yang berasal dari Allah. Kekuasaan pemerintah datang dari Allah. Pemerintah yang tidak bertanggung adalah bentuk penyelewengan dari oknum-oknumnya, tetapi otoritas pemerintah tetap datangnya dari Allah. Semua orang percaya wajib menaati otoritas pemerintah.

Namun apabila pemerintah melarang orang Kristen untuk mengabarkan injil atau beribadah, maka kita harus memilih dari dua pilihan yaitu taat kepada Allah atau taat kepada pemerintah. Pada waktu para rasul dilarang untuk mengabarkan injil, mereka mengatakan, “manakah yang harus kami pilih taat kepada kamu atau taat kepada Allah?” (Kis.4:19). Maka, jikalau harus memilih, taat kepada Allah adalah jalan satu-satunya yang kita harus jalani meskipun dengan resiko kita harus mati.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 30 Agustus 2015 PDF Print E-mail

Yerusalem yang Baru

Why. 21:9-27

Vic. Gito T. Wicaksono

Yerusalem yang baru di dalam Kitab Wahyu menjadi semacam sentral /pusat untuk mengerti bagaimana nasib akhir dari hidup kita nanti. Bagaimana nanti saat kita bersama dengan Allah di dalam satu bumi dan langit yang baru (kata ‘baru’ dalam bhs.Yunani ‘kainos’, artinya baru, tetapi berasal dari unsur yang lama. Jadi bumi dan langit yang baru tidak berarti benar-benar baru, berbeda dengan yang lama), lalu kita diletakkan di dalam sebuah kota.

Bagian ini, Yohanes ditunjukkan penglihatan tentang pengantin perempuan oleh Allah, tetapi ternyata tidak ada pengantin perempuan, yang ada adalah kota yang kudus. Kota yang kudus /Yerusalem yang baru ini, ada yang menafsirkan secara literal /hurufiah. Orang-orang yang memegang tafsiran ini mengatakan bahwa bentuk kota tersebut adalah kubus dengan ukuran 2,25 juta meter persegi. Kota ini bertingkat-tingkat. Masing-masing tingkat kurang lebih 4 meter tingginya, dan tingkatannya ada 600 ribu tingkat. Menurut tafsiran ini, untuk menuju dari satu tingkat ke tingkat yang lain, kita nanti akan terbang. Kota ini dapat menampung 20 milyar penduduk. Tiap orang mendapat 35 hektar. Selain kota yang berbentuk kubus, orang-orang yang memegang tafsiran literal ini mengatakan bahwa kota ini berbentuk piramida. Kita tidak menerima dan memegang tafsiran ini karena terlalu diliteralkan.

Angka 12 adalah angka yang perfect (sempurna). Angka 144 ribu ditafsirkan sebagai jumlah para eksekutif ekslusif yang ada di surga, dan jatah tersebut sudah habis. Kita tidak memegang tafsiran tentang angka 144 ribu di atas, karena angka tersebut adalah simbol di Yerusalem yang berbicara mengenai umat perjanjian, baik dari Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Perjanjian Baru di sini termasuk masa kini sampai Yesus Kristus datang kedua kalinya. Rasul Paulus mengatakan, “Gereja dibangun di atas ajaran para rasul dan para nabi dan Yesus Kristus sebagai pusat /sentralnya”. Sentral /pusat dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah Yesus Kristus. Dulu para nabi menubuatkan tentang Yesus Kristus, sekarang kita yang berada di dalam Perjanjian Baru kembali kepada apa yang telah dinyatakan oleh Yesus Kristus. Nabi beriman ke depan, para rasul dan kita beriman ke belakang dan sentralnya adalah Kristus.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 23 Agustus 2015 PDF Print E-mail

Perumpamaan tentang Talenta dan Domba

Mat 25:14-46

Vic. Bakti Anugrah

Bagian ini merupakan kelanjutan dari perumpamaan tentang gadis bijaksana dan gadis bodoh. Perikop tersebut menceritakan bagaimana kesiapsediaan orang yang akan menyambut Tuhan. Perumpamaan ini memberikan kita gambaran bagaimana seharusnya kita mengembangkan talenta yang telah Tuhan berikan. Ada 2 kelompok hamba: hamba yang baik akan langsung mengerjakan tanpa ditunda dan mengerjakan talentanya supaya bertumbuh; sedangkan hamba yang jahat menunda-nunda pengerjaannya dan tidak mau mengambil resiko.

Kedatangan kerajaan Allah akan seperti ditunda dalam waktu yang sangat lama dan kita tidak tahu kapan Tuhan akan datang kembali. Yang penting adalah kita mengembangkan talenta yang sudah diberikan Tuhan kepada kita. Latar belakang bagian ini adalah Tuhan Yesus sedang menuju ke salib, kemudian setelah Dia mati, dikubur, dan bangkit, murid-murid tidak akan melihat Dia lagi. Para murid baru akan melihat Yesus kembali pada hari terakhir sebagai Hakim. Tuhan sedang mempersiapkan mereka untuk kedatangan-Nya yang kedua.

Ravi Zacharias mengatakan ada 4 hal yang penting dalam hidup manusia yaitu: asal-usul, makna hidup, moralitas dan nasib manusia setelah kematian. Bagian yang kita pelajari ini adalah bagian yang terakhir yaitu bagaimana nasib kita setelah meninggal dunia.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 5 of 77
RocketTheme Joomla Templates