Ringkasan Khotbah
Ringkasan Khotbah - 13 Juli 2014 PDF Print E-mail

Menjauhi Keinginan Daging

1 Ptr. 2:11-12

Ev. Calvin Renata

Dalam 1 Ptr. 2:1-10 Petrus memberikan kepada kita doktrin Kristologi yang unik yaitu Kristus sebagai batu penjuru, yaitu dampak dari kematian Kristus yang membawa kita sebagai anak Tuhan. Mulai dari 1 Pet 2:11 – 3:7 Petrus berbicara dengan tema khusus yaitu etika orang Kristen hidup di dalam masyarakat dan keluarga. 

Apa yang Petrus katakan dalam bagian ini sama dengan yang pernah dibahas Paulus di dalam suratnya yang lain. Ini menunjukkan bahwa orang Kristen diselamatkan Tuhan bukan untuk mengasingkan diri atau memisahkan diri dari dunia tetapi untuk menjadi garam dan terang bagi dunia.

Ayat 11-12 yang kita bahas hari ini adalah pendahuluan dari etika kewajiban orang Kristen. Pada ayat 11 Petrus menasihati supaya kita menjauhkan diri dari keinginan daging. Di dalam terjemahan bahasa Inggris terdapat penekanan pada kata menasihati yaitu mendesak. Beberapa terjemahan bahasa Inggris menggunakan kata ‘urge,’ artinya adalah sesuatu yang mendesak, ada unsur urgensi bagi para perantau supaya mendengarkan apa yang Petrus katakan, yaitu supaya menjauhkan diri dari keinginan daging.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 06 Juli 2014 PDF Print E-mail

Kekristenan dan Pemerintahan

Rm. 13:1-7

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Kita hidup di Indonesia bukan karena kebetulan. Bersyukur kepada Tuhan, kita boleh bebas beribadah, meskipun ada beberapa tempat yang mengalami intimidasi sehingga tidak bisa bebas beribadah. Dalam Rm. 13:1-7, kita diperintahkan untuk taat kepada pemerintah. Ada orang Kristen yang menjawab bahwa pemerintahan baru akan ditaati jika pemerintahan baik dan bagus, serta taat kepada Tuhan. Namun bagaimana jika pemerintah tidak taat kepada Tuhan?

Ada orang Kristen tidak mau membayar pajak karena banyak koruptor dalam pemerintahan, sehingga ia merasa lebih baik menggunakan uangnya untuk kebutuhan lain daripada uangnya digunakan oleh para koruptor. Ada pula yang tidak mau taat kepada pemerintah karena pemerintah tidak bijaksana dan menganak-tirikan umat Kristen.

Pada saat rasul Paulus menuliskan ayat ini, pemerintahan saat itu bukanlah pemerintahan Yahudi melainkan pemerintahan Romawi. Saat itu bangsa Israel sedang dijajah oleh bangsa Romawi yang merupakan bangsa kafir, tidak percaya kepada Allah dan menyembah berhala. Keadaan kekaisaran Romawi sangat kejam luar biasa dan menginjak-injak kebebasan, keadilan, dan kebenaran. Pemerintahan Romawi tidak taat terhadap aturan Tuhan. Dalam keadaan seperti itulah Paulus menegaskan kepada jemaat Tuhan bahwa mereka harus tunduk kepada pemerintahan Romawi. Rasul Paulus menegaskan bahwa tidak ada pemerintahan yang tidak berasal dari Tuhan. Semua pemerintahan, baik yang benar maupun yang tidak, semua berasal dari Tuhan (Rm. 13:1). Pemerintahan yang ada ditetapkan oleh Allah.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 22 Juni 2014 PDF Print E-mail

Eksposisi

1 Ptr. 2:9-10

Ev. Calvin Renata

Dalam ayat 4-8 Petrus memberikan kepada kita suatu Kristologi yang unik sekali dalam PB yang memberikan gambaran Kristus sebagai batu yang hidup, batu penjuru, sekaligus batu sandungan. Gambaran Kristus sebagai batu yang tidak ada dalam Kristologi rasul Paulus. Petrus mengkontraskan status dari batu yang hidup itu: batu itu dibuang oleh manusia dan tukang bangunan tetapi dipilih dan dihormati oleh Tuhan dan memiliki fungsi sebagai batu penjuru / The Cornerstone.

Kita melanjutkan pembahasan Petrus, Yesus sebagai batu sandungan. Petrus membahas Kristologi ini dari Perjanjian Lama. Dalam Yes. 8:14 Yesus adalah secara posistif batu penjuru dan saat yang sama scara negatif adalah batu sandungan. Pada waktu Tuhan inkarnasi ke dalam dunia, Ia dibawa oleh Maria dan bertemu dengan Simeon yang mengatakan kalimat yang merupakan penggenapan Perjanjian Lama, “Anak ini ditentukan untuk membangkitkan atau menjatuhkan banyak orang di Israel” (Luk.2:34). Dalam diri dan hidup Yesus Kristus sudah ada penggenapan bahwa Ia akan menjadi batu sandungan bagi orang-orang yang menolak Dia.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 15 Juni 2014 PDF Print E-mail

Belajar dari Kisah Yusuf

Kejadian 50:15-21

Pdt. Ivan Kristiono, M.Div.

Pada waktu kecil kita sering mendengar kisah. Misalnya kita mendengarkan cerita dari nenek dan kakek dan orang tua kita. Namun sebenarnya kita bukan hanya mendengarkan kisah saja karena setiap kita punya kisah sendiri yang harus kita hidupi dan menjadi pelakonnya. Di dalam kisah tersebut kita juga harus bertanggung jawab di hadapan Tuhan. Kisah seperti apa yang akan kita jalani?

Tuhan membentuk dan menyucikan kita anak-anak-Nya secara progresif atau bertahap. Tuhan sudah memilih dan memanggil, melahirbarukan, mengaruniakan iman, mengaruniakan pertobatan, membenarkan, dan melibatkan kita dalam pekerjaan-Nya. Pertanyaannya adalah kisah hidup seperti apa yang kita jalani sekarang?

Bagaimana dengan hidup yang dibangun hanya dengan terus-terusan makan dan minum saja, isinya makan lagi dan tidur lagi? Coba Anda berpikir hidup Anda membosankan tidak? Allah menciptakan Saudara, Allah menuntut pertanggungjawaban kita. Apakah kita mengisi dan mempersiapkan hidup kita sehingga suatu saat nanti ketika Tuhan mau memakai kita sudah siap? Apakah di dalam menunggu kita menggumulkan firman, memeriksa hati, berperang dalam dosa, dan melakukan tindakan-tindakan yang dikehendaki oleh Tuhan?

Di dalam Alkitab ketika tokoh-tokoh di dalamnya menunggu akan sesuatu maka hal ini adalah sesuatu yang aktif. Menunggu bukan sesuatu yang pasif. Waktu menunggu sesuatu engkau mempersiapkan diri karena bagian engkau menunggu adalah bagiannya Tuhan. Tidak ada tokoh dalam Alkitab yang tidak menunggu: Musa menunggu 40 tahun, Yusuf menunggu di dalam penjara, Abraham menunggu anak 25 tahun, Daud juga. Tetapi pertanyaannya sewaktu menunggu kita mengisi hidup kita dengan apa?

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 5 of 65
RocketTheme Joomla Templates