Ringkasan Khotbah - 29 November 2015 PDF Print E-mail

Pelayanan Pemberitaan Injil

Yoh. 11:25-26; 12:1-11

Vic. Yohanes Putratama Kamuri, M.Th.

Konteks kalimat yang dikatakan oleh Tuhan Yesus di dalam kitab Yoh 11:25-26 adalah saat Yesus melakukan mujizat membangkitkan Lazarus. Ada 2 tujuan mujizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus: (1) Menyatakan kuasa Kristus, dan melalui mujizat itu orang dapat mengenal siapa Dia. Sebelum Yesus membangkitkan Lazarus, Yesus mengatakan terlebih dahulu, “Aku adalah kebangkitan dan hidup”. Dengan demikian, Kebangkitan Lazarus memberikan konfirmasi apa yang telah Yesus katakan, yaitu Ia adalah kebangkitan dan hidup. Apa arti kalimat ‘Akulah adalah (I Am) kebangkitan dan hidup?’. Frase yang pertama, aku adalah. Frase ini akan langsung mengingatkan orang Yahudi tentang nama Allah (Kej 3:14). Di dalam kejadian 3:14, Musa bertanya tentang siapa nama Allah lalu Allah menjawab, “Aku adalah Aku”. Kata ini adalah kata yang sama yang dipergunakan oleh Tuhan Yesus ketika Ia memperkenalkan diri-Nya (Akulah adalah kebangkitan). Ini menunjukkan bahwa Yesus mengklaim bahwa Ia adalah pribadi yang setara dengan Yahweh. Yesus bukan hanya manusia saja, tetapi Ia adalah Yahweh yang dikenal orang Yahudi di Perjanjian Lama. Siapakah Yahweh? Yahweh adalah Allah yang berdaulat dan Allah yang kekal.

Kalimat aku adalah kebangkitan dan hidup ditulis di dalam konteks peristiwa kematian. Maka, yang ingin dikatakan oleh Tuhan Yesus adalah bahwa Aku adalah pemegang hidup dan mati manusia. Dengan demikian, Yesus berdaulat di dalam hidup dan mati manusia.

Akulah kebangkitan dan hidup berbicara dua hal, (1) tentang kebangkitan. Yesus sanggup untuk membangkitkan orang yang mati. (2) tentang hidup. Yesus sanggup memberikan hidup secara spiritual kepada manusia. Kata ‘Akulah kebangkitan dan hidup’ memberikan kekuatan kepada orang percaya bahwa suatu hari nanti Yesus akan membangkitkan orang-orang yang sudah mati. Apa buktinya bahwa Yesus dapat membangkitkan orang mati? Yesus membangkitkan Lazarus. Kebangkitan Lazarus adalah bayang-bayang dari apa yang akan dinyatakan kepada orang percaya pada saat akhir zaman nanti. Kita sebagai orang yang percaya akan dibangkitkan pada saat akhir zaman.

Aku adalah hidup. Barangsiapa yang masih hidup dan percaya kepada-Ku, ia tidak akan mati selama-lamanya. Di sini, Yesus tidak berbicara lagi terkait jasmani karena Lazarus yang dibangkitkan pada akhirnya mati lagi. Yesus mengatakan bahwa selama kita masih hidup, kita masih diberi kesempatan untuk percaya kepada Kristus. Ketika kita percaya, kita mendapatkan apa yang disebut dengan kehidupan secara spiritual. Kehidupan spiritual ini tidak akan pernah bisa diambil oleh apa pun. Bahkan, kematian secara jasmani tidak dapat membuat kita sebagai orang percaya kehilangan kehidupan secara rohani. Hidup secara spiritual berarti hidup bersekutu dengan Allah. Persekutuan kita dengan Allah tidak bisa dipisahkan oleh kematian secara fisik. Maka, maut tidak bisa memisahkan gereja dengan Kristus sebagai mempelai laki-laki. Bagian ini, Yesus berbicara tentang ikatan yang sangat kuat yang Dia ciptakan setelah kita dilahirbarukan.

Apa arti aku adalah kebangkitan dan hidup? (1) Yesus mau menegaskan tentang relasi yang kuat antara Dia dan Bapa (2) Yesus mau menegaskan bahwa Dia adalah Mesias yang menderita (Yoh 11:4, 27). Yesus mengatakan bahwa kisah Lazarus dibangkitkan adalah untuk menyatakan kemulian Yesus. Maka, kemuliaan yang dinyatakan Yesus bukan hanya ketika Ia membangkitkan Lazarus, tetapi puncak Kemulian Yesus sebagai Mesias adalah pada saat kematian-Nya. Mengapa kematian Yesus disebut mulia? (1) Kematian Tuhan Yesus menunjukkan kesetiaan-Nya kepada Allah. (2) Kematian Tuhan Yesus menunjukkan kepada kita bahwa Allah mengerti penderitaan kita. Di atas kayu salib, Allah Anak dan Allah Bapa menderita karena mereka terpisah.

Injil adalah berita tentang Yesus Kristus yang adalah Tuhan. Dia yang mati untuk menebus kita dari dosa di atas bukit Golgota. Ini kabar baik itu. Yesus telah menyambung relasi kita dengan Allah di atas kayu salib. Bagaimana kabar baik ini mempengaruhi hidup kita?

Ada tiga orang contoh yang dipengaruhi perkataan Tuhan Yesus, Aku adalah kebangkitan dan hidup: (1) Maria. Maria datang kepada Yesus dan ia memecahkan setengah kati minyak narwastu. Harga minyak narwastu itu adalah 300 dinar. 1 dinar adalah upah pekerja selama satu hari. Maka 300 dinar adalah upah bekerja selama 10 bulan. Darimanakah Maria dapat memiliki minyak narwastu? Zaman waktu itu, seorang perempuan tidak bekerja. Besar kemungkinan Maria dapat memiliki minyak narwastu karena ia mendapatkan warisan dari ayahnya. Minyak narwastu itu dapat dipergunakan (1) apabila ada sanak keluarga yang jatuh miskin, minyak narwastu itu dapat dijual untuk menyambung hidup. (2) Ketika ia menikah, minyak narwastu itu dapat dipergunakan. Minyak narwastu ini diberikan untuk masa depan Maria. Maria memecahkan minyak narwastu itu berarti bahwa ia telah mengorbankan masa depannya demi Kristus.

Mengapa Maria melakukan demikian? Apa yang memampukan Maria untuk memberikan sepenuh hidupnya kepada Kristus? (1) Ia bersukacita karena diselamatkan oleh Yesus dari hukuman dosa. (2) Ia bersukacita karena Lazarus dibangkitkan dari kematian. Maria memberikan semua yang ia miliki kepada Kristus. Bagaimana respon kita ketika kita tahu bahwa Yesus telah mengasihi kita dan telah menebus kita dari dosa? Maria mengucap syukur karena ia telah mengalami keselamatan di dalam Kristus dan ia mengenal Kristus. Maria memecahkan minyak narwastu dengan kesadaran bahwa Yesus adalah Mesias yang akan menderita, dan Yesus tidak lama lagi akan mati. Yesus yang akan menderita dan mati akan berjalan ke Yerusalem maka Maria mempersiapkan kematian-Nya melalui memecahkan minyak narwastu. Maria melayani Yesus karena ia mengucap syukur akan keselamatan yang telah diberikan kepadanya dan karena ia mengerti dan mengenal Yesus dari proses pengenalan dan pembelajarannya kepada Yesus Kristus. Tipe orang percaya yang pertama adalah orang yang bersyukur dan belajar kebenaran.

(2) Marta. Mungkin seringkali kita hanya mengetahui Marta adalah seseorang yang pernah dikritisi oleh Tuhan Yesus. Namun, Marta adalah orang yang percaya bahwa Yesus adalah Mesias (Yoh 11:27). Kenapa Tuhan Yesus memarahi Marta? Yesus bukan menyalahkan pekerjaan yang dilakukan oleh Marta, tetapi Yesus menyalahkan tentang prioritas Marta yang salah. Marta mengabaikan tentang pengenalan akan Kristus, ia lebih mementingkan pekerjaan /pelayanan dia. Bukan hanya melayani saja, tetapi kita juga perlu diisi kebenaran firman Tuhan. Selain itu, Marta memiliki motivasi yang salah ketika ia melakukan pelayanan /pekerjaannya. Ia ingin dilihat oleh tamu supaya tamu yang datang merasa puas hadir di rumahnya, motivasinya adalah untuk memuaskan diri sendiri. Ini bisa terjadi kepada kita. Kita bisa saja giat di dalam pelayanan tetapi motivasi kita salah. Marta melayani Tuhan demi dirinya sendiri.

Namun Marta berubah. (a) Ia berubah Ketika Yesus berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup”, (b) setelah Kristus membuktikan bahwa Ia adalah kebangkitan dan hidup (ketika ia membangkitkan Lazarus). Mengapa Marta berubah? Karena ia berjumpa dengan Yesus yang adalah kebangkitan dan hidup.

(3) Lazarus. Lazarus adalah seorang tipe yang pendiam. Sebelum dan setelah dibangkitkan tidak ada kata-kata dan perbuatan Lazarus yang dicatat dalam Alkitab. Namun, orang yang pendiam seperti Lazarus ini juga dipakai oleh Tuhan (Yoh. 12:11). Kenapa orang yang pendiam ini dapat menjadi saksi Kristus? James Boice mengatakan bahwa Lazarus memiliki dan menjalani hidup yang sesuai dengan Injil Kristus sehingga hidupnya menjadi kesaksian dan berkat bagi banyak orang. Hidup Lazarus mencerminkan Kristus. Bagaimanakah dengan hidup kita?

Tiga tipe orang ini adalah contoh teladan yang kita harus miliki secara bersama-sama. Pelayanan pemberitaan injil yang efektif adalah saat kita:
1) Belajar mengenal siapa Allah yang kita percaya,
2) Melayani Dia yang kita percayai
3) Menghidupi apa yang kita percayai
(Transkrip ini belum diperiksa pengkhotbah, JWL)

 
RocketTheme Joomla Templates