Ringkasan Khotbah - 15 November 2015 PDF Print E-mail

Wahyu 6:1-17

Vic. Gito T Wicaksono, M.Div

Kitab Wahyu sebenarnya berbicara tentang sejarah seluruh kehidupan manusia yang ternyata ada peperangan rohani di balik semua peristiwa yang terjadi. Kitab ini juga menyatakan tentang kedaulatan Allah atas apapun yang terjadi di dalam dunia ini.

Ketujuh materai dalam Why.6:1 itu apa? Ini adalah ketujuh meterai yang terdapat dalam gulungan kitab di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu (Why 5:1) yang di dalam pasal ke-6 ini dibuka satu per satu. Zaman dahulu gulungan kitab yang dimeteraikan dengan direkatkan dengan tetesan lilin kemudian diberi stempel dari cincin raja. Meterai itu menandakan kerahasiaannya. Satu meterai saja sebetulnya sudah cukup tetapi di sini gulungan itu diberi tujuh materai. Tujuh adalah angka kesempurnaan.

Selain itu gulungan kitab biasanya ditulis di sebelah dalam, tetapi di sini sebelah dalam dan luar ada tulisannya, menyimbolkan bahwa rahasia kehendak Allah begitu dalam dan luas. Malaikat bertanya dengan nyaring siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya, ternyata tidak ada. Maka Yohanes menangis karena hal itu (Why 5:2-4). Ia menangis karena ia tidak bisa mengerti kehendak Tuhan yang termeterai itu. Bagaimana dengan kita, kita menangis untuk hal apa? Pernahkah kita berjuang untuk mengerti kehendak Tuhan dan menangis ketika tidak dapat memahaminya? Hanya Anak Domba Allah (Yesus Kristus) yang layak dan dapat membukanya.

Ketika Anak Domba Allah membuka materai itu yang muncul adalah gambaran-gambaran. (1) Meterai Pertama. Ketika dibuka, Yohanes mendengar 4 suara mahkluk itu berkata seperti suara guruh: “Mari!” Arti kata ini seperti “datanglah” dan “ayo buka.” Inilah satu kegairahan mahkluk sorgawi untuk mengerti kehendak Tuhan. Kecuali Tuhan sendiri, tidak satupun ciptaan yang dapat mengerti kehendak-Nya. Bahkan keempat mahkluk sorgawi itu berserta berlaksa-laksa malaikat pun tidak. Namun, di sini kehendak Tuhan dibukakan.

Ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepalanya dikaruniakan sebuah mahkota (Why 6:2). Apa itu kuda putih? Beberapa tafsiran (a) ia melambangkan anti Kristus, tetapi ini tidak cocok dengan bagian yang lainnya. (b) ia adalah pasukan Persia. Ini juga salah. (c) ia adalah Kristus (tafsiran William Hendriksen dalam “Lebih dari Pemenang”). Ada kesulitan untuk menerima bahwa kuda putih adalah Kristus karena Dialah yang membuka meterainya lalu kenapa muncul lagi? (d) ia adalah injil. (e) Simon Kistemaker menafsirkan bahwa ia berasal dari pihak Allah untuk menunjukkan jaminan kemenangan. Penunggang kuda ini melambangkan orang yang berjuang yang dikaruniai mahkota.

Maka meskipun kita akan mengalami kesulitan-kesulitan yang besar. Tidak ada jaminan bahwa jadi orang Kristen pasti tidak mengalami penderitaan. Namun kita diberikan jaminan kemenangan. Lalu siapa yang kalah dan apa pertandingannya? Kita tidak pernah berhenti bertanding. Rasul Paulus mengatakan bahwa kita lebih daripada pemenang (Rm. 8:37) karena kita mendapatkan jaminan kemenangan (Why 6:2). Sebelum kita mendapatkan hal-hal yang mengerikan, kita diberikan jaminan kemenangan terlebih dahulu. Rasul Paulus mengatakan bahwa ia telah melalui pertandingan yang baik dan telah memelihara iman (2Tim.4:7). Kenapa kita bisa menang? Karena jaminan kemenangan dari Tuhan sendiri.

(2) Meterai Kedua. Ada seekor kuda merah padam dan penunggangnya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera (Yunani: Syalom) dari atas bumi, sehingga manusia saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar (Why 6:4). Merah diartikan sebagai sifat marah, benci, dendam. Maka, Ada suatu kemarahan besar. Orang yang menungganginya dikaruniakan sebilah pedang. Untuk apa pedang ini? Pedang ini untuk membunuh dan mengambil damai sejahtera. Siapakah yang mengaruniakan kuasa sehingga ia mampu mengambil damai dari atas bumi? Teologi Reformed mengatakan bahwa ini berada di dalam kedaulatan Allah yang kekal. Dosa ada di dalam penetapan Allah, namun bukan berarti Ia yang melakukan dosa. Manusialah pelakunya. Dosa apapun terjadi di dalam penetapan Allah. Syalom bukan sekedar ucapan. Syalom yang benar adalah bagaiamana Tuhan berkuasa atas segala-galanya.

(3) Meterai Ketiga. Ada seekor kuda hitam dan penunggangnya memegang sebuah timbangan di tangannya. Timbangan ini berhubungan dengan ayat 6, maka artinya adalah dunia ekonomi. "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu." (Why 6:6). Secupak adalah porsi makan seseorang dalam satu kali makan. Harga secupak adalah 1 dinar, upah pekerja dalam satu hari kerja. Jelai adalah sejenis gandum, namun kualitasnya lebih rendah, untuk makanan binatang. Biasanya 1 dinar dapat membeli 24 cupak jelai, tetapi di sini hanya 3 cupak. Ini semua menunjukkan harga-harga makanan sangat mahal. Orang-orang yang tidak mampu tidak dapat membelinya, berbeda dengan orang-orang kaya. Ini menunjukkan apa yang terjadi di sepanjang sejarah dan terulang terus: suatu ketimpangan ekonomi.

Apa arti janganlah rusakkan minyak dan anggur itu? Minyak disini kemungkinan zaitun. Bersama anggur mereka adalah simbol kemakmuran orang Yahudi di zaman itu. Perintah ini menunjukkan penyertaan Allah yang tersembunyi, meskipun ada kesulitan ekonomi, karena sumber utama penghasilan tidak dirusak. Kesulitan seperti apapun berada di dalam penetapan Allah.

(4) Materai Keempat. Ada seekor kuda hijau kuning dan penunggangnya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi (Why 6:8). Warna hijau kuning mewakili warna mayat. Jika kita mati dan mungkin kita mati dengan cara yang tidak diinginkan. Itupun berada di dalam penetapan kedaulatan Allah yang sempurna.

(5) Materai kelima. aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki (Why 6:9). Zaman dahulu persembahan diletakan di atas mezbah. Namun aneh di surgaYohanes melihat jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh berada di bawah mezbah. Orang-orang ini terbunuh karena firman Allah dan kesaksian yang mereka miliki. Ini menunjukkan ada resiko yang akan mungkin kita alami ketika memberitakan injil kepada orang lain.

Simon Kistemaker berpendapat bahwa yang di atas mezbah adalah Kristus, kita hanya meneladani-Nya saja. Mezbah di sini juga bisa berarti tahta Allah, berarti ada pengorbanan. Maka, cara Allah menunjukkan cinta-Nya kepada kita adalah mengorbankan Anak-Nya. Dengan demikian, tahta Kristus adalah mezbah. Iman kita juga adalah iman mezbah, iman yang dijalani dengan pengorbanan. Pengorbanan kita jelas berbeda dengan pengorbanan Kristus, kita hanya meneladani-Nya saja.

Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?" (Why 6:10) Inilah pertanyaan mereka kepada Allah yang berdaulat. Sebelum dijawab Ia diberikan jubah putih kepada mereka sebagai hadiah (Why 3:5). Ini artinya setiap pribadi diberikan status dan tubuh yang baru. Mereka dihibur dengan perkataan sedikit lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayanan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka. Kapan Kristus akan menghakimi dan membalaskan semuanya? Jika sudah genap jumlahnya. Kapan? Kita tidak tahu. Akhir zaman adalah suatu kepastian yang tidak pasti. Pasti akan terjadi, tetapi tidak tahu kapan.

(6) Materai Keenam (Why 6: 12-14). Ini adalah suatu penggambaran bahwa alam akan mengancam hidup manusia. Yang paling penting di sini bukanlah fenomena alamnya, tetapi untuk apa alam diguncangkan? Jawabananya adalah supaya raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung (Why 6:15). Mereka ini adalah orang yang berkuasa, yang memiliki jabatan untuk mencengkram orang lain, tetapi di hadapan alam yang mengamuk, siapakah mereka ini? Walaupun kaya dan merasa diri hebat, namun ketika alam berguncang apa yang bisa mereka lakukan?

Ayat 16 mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang berani berhadapan dengan Anak Domba. Namun, sekarang mereka masih berani dengan Allah karena belum genap saatnya. Maka doa kita mengatakan, “Berapa lama lagi Tuhan?” bukan dengan motivasi dendam, tetapi dengan motivasi supaya Tuhan menyatakan kehedakNya kepada kita.

Ayat 17 menyimpulkan bahwa sudah tiba hari besar kemurkaan dan siapakah yang dapat bertahan? Hari itu sudah tiba, tetapi dalam proses yang terus-menerus sampai akhirnya nanti. Ini menunjukkan kegenapan jumlah dari orang yang yang percaya.

(7) Meterai Ketujuh (Why 8). Ketika Kristus membuka materai yang ketujuh diawali dengan sunyi senyap kira-kira setengah jam. Ini seperti suatu penantian/kegairahan untuk mengerti materai ketujuh itu. Pembukaan Meterai yang ketujuh diawali dengan bunyi sangkakala. Malaikat meniup sangkakala: (a) sangkakala pertama (Why 8:7). (b) sangkakala kedua (Why 8:8-9). (c) sangkakala ketiga (Why 8:10-11). (d) sangkakala keempat (Why 8:12-13). (d) sangkakala kelima (Why 9:1-12). (e) sangkakala keenam (Why 8:13-21). (f) sangkakala ketujuh (Why 11:15-19). Sangkakala ketujuh bukanlah malapetaka tetapi justru pernyataan bahwa pemerintahan atas dunia dipegang oleh Allah kita dan oleh Dia yang diurapi-Nya.

Kesimpulan: Materai pertama adalah jaminan kemenangan. Materai ke-2 hingga ke-6 menunjukkan bencana-bencana yang terjadi. Materai ketujuh diawali dengan tujuh sangkakala. Sangakakala 1-6 adalah bencana-bencana yang terjadi yang ditutup dengan pernyataan kuasa dari Allah. Inilah sejarah hidup manusia, orang-orang yang percaya kepada Kristus maupun yang tidak. Yang percaya kepada Kristus tidak dihindarkan dari penderitaan. Tidak ada jaminan bahwa jika kita ikut Kristus kita tidak mengalami penderitaan. Namun, yakinilah Allah berdaulat dalam segala hal yang terjadi di dalam dunia ini. (belum dikoreksi pengkotbah - JWL)

 
RocketTheme Joomla Templates