Kepedulian PDF Print E-mail

TUHAN MENGINGINKAN KITA PUNYA KEPEDULIAN

Salah satu hakekat dalam kehidupan Kristen adalah kita semua merupakan satu keluarga yang diikat dalam satu kesatuan oleh karena darah Kristus.

Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah (Efesus 2:19)

Namun kenyataannya kita masih sering kali melupakan atau menyepelekan hal ini. Kita hidup dengan tidak peduli terhadap sesama saudara seiman, tidak peduli dengan urusan gereja dimana kita beribadah. Atau kalau kita mau peduli, ya kita mau peduli yang kita suka atau senangi, sedang yang tidak kita senangi, kita tidak mau menggubris.

Nature kita sebagai orang berdosa lebih senang untuk dipedulikan dari pada mempedulikan. Seringkali kata-kata yang terungkap adalah apakah yang gereja ini sudah perbuat untuk diriku? Apakah yang sudah diperbuat jemaat di gereja ini dalam mempedulikan diriku, kesusahanku, masalahku dsb. Namun Alkitab selalu mengajarkan pada kita untuk mau melayani dari pada dilayani, untuk mau memperhatikan dari pada diperhatikan, untuk mau memberi dari pada diberi, untuk mau mempedulikan dari pada dipedulikan.

Yang dimaksud peduli adalah bukan usil dan mau mencampuri urusan pribadi orang lain, melainkan dalam kasih Kristus kita mau saling memperhatikan dan menolong saudara seiman kita, khususnya yang sedang dalam kesulitan dan membutuhkan pertolongan. Paling tidak kita belajar untuk mengasihi dengan lebih mengenal, mau mendoakan akan masalah dan problema saudara kita seiman dan termasuk masalah yang ada di gereja kita sendiri. Omong kosong bila kita mau peduli dengan orang-orang yang jauh dari kita, misalkan mereka yang kelaparan di Ethiopia, sedangkan saudara kita yang duduk sama-sama beribadah dengan kita, pada saat mengalami kesusahan, kita tidak mau tahu sama sekali.

Bangsa Israel ditegur Allah, karena mereka lebih peduli dengan urusan mereka masing-masing dari pada mempedulikan rumah Allah tempat mereka beribadah. Seharusnya sebagai umat Tuhan yang menyadari siapa TUHANnya, dan betapa mulia dan agungnya TUHAN yang dia sembah, maka tentunya ia juga belajar mengutamakan bagaimana supaya rumah TUHAN dapat dibangun dan dipelihara dengan baik.

...... demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri. (Hagai 1:9)

Bukankah Allah sudah memberikan yang terbaik bagi kita, bukankah Kristus telah memberikan yang termahal, yaitu darahNya yang tercurah di kayu salib untuk menebus dosa kita? Bukankah sepatutnya kita ungkapkan rasa syukur kita kepada Allah dengan belajar memberikan yang terbaik bagi Tuhan dalam seluruh hidup kita.

Mari kita sukseskan bulan keluarga, bulan diakonia serta hari ulang tahun gereja kita, semuanya ini merupakan wujud ungkapan syukur kita kepada Allah yang telah mempersatukan kita menjadi keluarga Allah oleh darah Kristus serta merupakan wujud kesaksian untuk kemuliaan bagi ALLAH yang maha Agung dan Mulia. Amin.

Pdt. Ir. Andi Halim, S.Th.

 

 
RocketTheme Joomla Templates